Gejala penyakit merupakan media kesehatan online terpecaya di Indonesia yang memberikan informasi tentang penyakit dan obatnya serta tips kesehatan.


Apa Itu Karsinogen ? Benarkah Dapat Menyebabkan Kanker ?

Pernahkah anda mendengar istilah karsinogen dan karsinogenik ?

Kedua istilah tersebut seringkali dikaitkan dengan suatu zat yang dapat memicu pertumbuhan sel kanker. Benarkah ?

Mari kita cari tahu secara pengetiannya terlebih dahulu, kemudian kita lanjutkan dengan bahan apa saja yang mengandung karsinogen.

Apa Itu Karsinogen ?

Karsinogen adalah zat atau senyawa kimia yang dapat memicu pertumbuhan sel kanker. Sedangkan karsinogenik adalah sebuah istilah untuk menerangkan sifat dari zat kimia karsinogen yang dapat mengendap di dalam tubuh.

Mengapa sel tersebut dapat mengalami perubahan ? Penyebabnya adalah terpapar zat karsinogenik

Sifat dari karsinogen dapat menyebabkan kerusakan DNA (Deoxyribonucleic Acid) atau diartikan dalam bahasa Indonesia yaitu asam nukleat.

Padahal DNA atau asam nukleat berisikan materi genetik untuk mengatur perkembangan biologis secara keseluruhan mulai dari siklus pertumbuhan hingga kematian.

Kerusakan DNA oleh karsinogen dapat memicu mutasi (perubahan) sifat pada gen vital yang mengontrol siklus pembelahan sel sel di dalam tubuh dan mengatur hidup dan matinya suatu sel.
Akibatnya ketika terjadi proses pembelahan sel, ada diantara sel baru yang memiliki sifat berbeda dari sel induk sebelumnya.

Sel baru tersebut memiliki siklus hidup lebih lama dari sel normal. Bahkan, ia akan terus menggandakan diri secara agresif diluar kendali gen dan sistem DNA. Hingga pada akhirnya, sekumpulan sel sel abnormal akan membentuk struktur jaringan tersendiri di dalam tubuh kita. Kondisi inilah yang akan memicu tumor ganas atau kanker.

Contoh Karsinogen Penyebab Kanker Paling Utama

Sebenarnya, kita tidak dapat terlepas dari karsinogen. Hal ini dikarenakan karsinogen dapat tercampur dalam udara yang kita hidup setiap harinya. Bahkan, pada makanan dan minuman yang kita konsumsi.

Namun, ada sebagian besar zat karsinogen disekitar kita menurut para ahli memiliki resiko besar untuk meningkatkan resiko terserang kanker. Diantaranya :

1. Sinar Matahari

Melalui sebuah riset penelitian yang dilakukan oleh para ahli di International Agency for Research on Cancer di Lyon; Prancis, membuktikan bahwa sinar ultraviolet yang dipancarkan oleh matahari memiliki sifat karsinogenik.

Bahkan, mereka menempatkan radiasi ultraviolet setara dengan racun arsenik dan gas mustar. Untuk mencegahnya, hindari terpapar sinar matahari secara langsung pada jam 11.00 hingga 14.00. Disarankan menggunakan tabir surya, topi, payung, jaket dan sejenisnya untuk mencegah hal itu.

2. Olahan Makanan Dengan Cara di Bakar atau di Asapkan

Salah satu contohnya saja sate tergolong ke dalam makanan yang mengandung zat karsinogen. Ketika anda membakar sate, zat karbon dari hasil pembakaran akan menyatu dengan daging.

Zat karbon ini jika mengendap di dalam tubuh akan menimbulkan mutasi sel. Untuk mencegahnya, sangat disarankan anda mengkonsumsi buah mentimun atau daun kemangi untuk menyerap zat karbon tersebut di dalam tubuh.

3. Pemanis Sintesis

Meskipun penggunaan pemanis buatan di izinkan oleh FDA (Food and Drug Association), tetap saja harus digunakan dalam batasan tertentu. Contohnya saja penggunaan siklamat setiap harinya tidak lebih dari 11 mg/kg berat badan.

4. Makanan Berpengawet

Selain pemanis buatan, makanan berpengawet ketika kita kondumsi juga memiliki sifat karsinogenik di dalam tubuh. 

Formaldehida adalah pengawet makanan pada tahu atau bakso, rhodamin zat perwarna merah pada sirup adalah diantara senyawa pengawet makanan yang dapat menyebabkan radang hati dan kanker hati.

5. Bumbu Penyedap Masakan

MSG seringkali digunakan untuk menambah cita rasa dalam masakan. Namun, MSG termasuk ke dalam bumbu penyedap masakan bersifat karsinogenik. Dalam batasan tertentu penggunaan MSG memang di izinkan, ketika dikonsumsi dalam jangka panjang maka sangat brpotensi menyebabkan kanker.

6. Minuman Bersoda

Hingga saat ini, minuman bersoda telah banyak beredar di masyarakat. Namun, kandungan benzene di dalam minuman tersebut memiliki sifat karsinogenik. Menurut para ahli, senyawa benzene pada minuman bersoda terbentuk akibat dari paparan sinar matahari atau udara panas berasal dari reaksi dua senyawa yakni asam sodium benzoate dan potasium benzoate.

7. Lilin Parafin

Menurut penelitian, lilin parafin merupakan salah satu sumber polusi udara dan memiliki efek buruk sebagai zat karsinogenik penyebab kanker. Biasanya, lilin parafin digunakan oleh banyak orang untuk keperluan pengusir lalat dan nyamuk, lampu penerangan dan pengharum ruangan.

Penggunaannya dalam waktu jangka pendek mungkin tidak akan menimbulkan pengaruh terhadap kesehatan. Namun, jika lilin parafin digunakan bertahun tahun kemungkinan besar akan menimbulkan dampak buruk seperti munculnya reaksi alergi dan sebagainya.

8. Tembaakau

Salah satu produk olahan tembaakau adalah rookok. Perlu anda ketahui bahwa kandungan rookok terdiri dari ribuan zat dan sekitar 70 diantaranya dapat memicu perubahan fungsi gen.

Diantara zat berbahaya tersebut antara lain nikotiin, kabon monoksida, ammonia, arsenik, hidrogen sianida, formaldehida, timah, uranium, benzena, nitrosmin dan lainnya. 

Dalam jangka pendek, beberapa akibat buruk yang ditimbulkan bagi kesehatan seperti sesak nafas, gangguan sistem imun seperti mudah terserang flu dan batuk, meningkatkan resiko serangan jantung hingga sangat beresiko meningkatkan peluang untuk terserang kanker mulut, nesofaring dan sebagainya.

9. Plastik

Badan pengawas obat dan makanan (BPOM) telah mengingatkan terhadap penggunaan plastik sebagai wadah makanan. Bahan kimia seperti senyawa Penta Cloro Binefil berfungsi untuk menentukan kualitas plastik. Namun, sangat berbahaya bagi kesehatan manusia.

Sangat disarankan kepada anda jika ingin menggunakan plastik, jangan gunakan plastik untuk menempatkan makanan atau minuman dalam kondisi panas. Karena senyawa tersebut akan bereaksi dan tercampur ke dalam makanan dan minuman yang anda konsumsi.

Terkadang, senyawa karsinogenik memang tidak bisa lepas dari kehidupan kita. 

Namun, yang perlu kita lakukan adalah menghindari sebisa mungkin dan meminimalisir paparan karsinogenik dengan cara menggunakan tabir surya jika berada di bawah terik sinar matahari, membaca label kemasan produk untuk mengetahui bahan pembuatannya dan lainnya.

Share on Facebook
Share on Whatapps
Share on Line
Tags :

Related : Apa Itu Karsinogen ? Benarkah Dapat Menyebabkan Kanker ?

0 komentar: