Gejala penyakit merupakan media kesehatan online terpecaya di Indonesia yang memberikan informasi tentang penyakit dan obatnya serta tips kesehatan.


Inilah 6 Bahan Aktif Cream Pemutih Kulit. Anda Harus Tahu Ini !

Kulit tampak putih dan berseri adalah primadona sejumlah orang, terutama kaum wanita. Tak heran jika untuk mewujudkan keinginan tersebut bagi seorang yang memiliki pigmen kulit kurang cerah melakukan segala hal, salah satunya yaitu menggunakan cream pemutih kulit.

Perlu diakui cara tersebut memanglah memberikan hasil cukup memuaskan dan terbilang instan ketimbang menggunakan bahan bahan alami yang membutuhkwan waktu hitungan minggu hingga bulan.

Nah, patut dipertanyakan adalah apakah cream pemutih kulit tersebut aman digunakan ? Sebelum menggunakan tentu saja hal ini harus kita pikirkan, ketimbang mendapatkan masalah kesehatan serius seperti iritasi kulit, kulit mengelupas dan sebagainya dikemudian hari.

Untuk menghindari efek samping cream pemutih kulit. Anda harus mengetahui bahan aktif di dalamnya.

Jika anda ingin menggunakan cream pemutih, ada baiknya memperhatikan kandungan aktif apa saja di dalamnya serta manfaatnya. Sebagai gambaran umum untuk anda, sebagian besar cream pemutih yang beredar di pasaran setidaknya memiliki 6 bahan aktif untuk membuat kulit menjadi putih.

Inilah 6 Bahan aktif kandungan cream pemutih kulit pada umumnya antara lain:

1. Hydroquinone

Hidrokinon cukup efektif untuk mencerahkan kulit, tapi penggunaannya harus di bawah pengawasan dokter. Kandungan hydroquinone yang aman dipakai adalah 2-5 persen dan di atas 5% pemutih tersebut berbahaya bagi kulit.

Hydroquinone merupakan zat reduktor yang mudah larut dalam air. Hydroquinone bekerja pada sistem sel melanosit dengan menghambat aktivitas enzim tyronase (menjadi aktif akibat sinar matahari, hormonal, penyakit, obat, alergi dan iritasi), memicu pembentukan melanin (zat pigmen kulit penyebab kulit lebih gelap, hiperpigmentasi atau noda kecoklatan) dengan cara menghancurkan melonosom (bagian dari melanosit, tempat menyimpan pigmen-pigmen melanin).

Hydroquinone akan memberikan kulit lebih cepat dibandingkan bahan lainnya.

Penggunaan hydroquinone, disarankan untuk pemakaian maksimal 3 bulan.

Efek samping pemakaian hydroquinone biasanya kulit agak memerah karena kulit harus beradaptasi untuk menjadi putih.

Selain itu, hydroquinone merupakan bahan begitu sensitive terhadap sinar matahari sehingga cream yang mengandung hydroquinone bersifat iritasi jika kulit terpapar sinar matahari. Saat iritasi kulit biasanya kemerahan dan ketika kemerahannya hilang akan timbul warna kehitaman. Karena  sensitif terhadap sinar matahari maka persentase kadarnya tidak boleh berlebihan karena kulit menjadi rentan terhadap sinar matahari.

2. Kojic Acid

Kojic Acid merupakan produk sampingan hasil fermentasi beras. Kegunaannya sangat efektif menghambat produksi melanin, di mana melanin sendiri merupakan zat protein memiliki peran penting dalam menentukan warna kulit seseorang.

Asam kojic berfungsi menonaktifkkn enzim tironase (enzim yang menghambat pembentukan melanin sehingga jika kebanyakan produksi melanin  kulit menjadi gelap) dan pengelupasan kulit, memutihkan kulit serta mengatasi jerawat dan penuaan.

Batas aman penggunaan kojic acid pada cream pemutih adalah sebesar 1 - 4 persen. Bila kadar yang tercantum lebih dari 4 % bisa menyebabkan dermatitis kontak (peradangan alergi kulit akut akibat kontak dengan zat kimia atau benda-benda lain).

3. Arbutin

Arbutin berasal dari daun bearberry, cranberry, mulberry atau blueberry shrubs, dan juga terdapat pada kebanyakan pir.

Bahan-bahan tersebut dapat menghambat produksi melanin. Arbutin merupakan alternative pencerah wajah yang dianggap aman. Cara kerja arbutin mirip dengan dengan hydroquinone

Namun tidak memberikan efek samping seperti halnya hydroquinone. Tak heran belakangan penggunaan cream yang mengandung hydroquinone banyak beralih pada penggunaan arbutin, karena lebih aman.

Keunggulan dari bahan arbutin adalah bisa digunakan kapan saja, pagi ataupun siang, berbeda dengan penggunaan bahan hydroquinone yang hanya bisa digunakan pada malam hari.

Dibandingkan hydroquinone, arbutin memutihkan kulit secara perlahan lahan Karena memutihkannya secara perlahan-lahan maka efek samping seperti iritasi akan lebih ringan karena sensitivitas terhadap sinar matahari lebih ringan.

4. AHA (alpha hydroxyl acid) dan PHA (poly hydroxyl acid)

Fungsi AHA  mengelupaskan sel-sel kulit mati dan mempercepat produksi sel-sel kulit sehingga kulit lebih cerah dan segar.

Di samping itu, AHA dapat merangsang produksi kolagen alami pada kulit, serta meningkatkan dan memperbaiki elastisitas kulit.

 AHA juga dapat meningkatkan warna kulit seperti hiperpigmentasi dan meringankan bintik-bintik penuaan pada wajah. Meski AHA mampu mencerahkan kulit, tetapi AHA tidak mempengaruhi pigmen.

Cara kerjanya seperti cairan peeling yang akan tumbuh lapisan kulit baru sehingga kulit terlihat bersih dan cerah. AHA bisa digunakan pada pagi dan malam hari dengan kandungan di bawah delapan persen.

Penggunaan AHA sebagai pemutih kulit wajah cukup aman.

Namun, AHA juga dapat menimbulkan efek samping seperti rasa terbakar atau panas pada wajah, pengelupasan kulit, wajah memerah dan bengkak, iritasi kulit, serta kulit menjadi kering. Karena itulah, ketika menggunakan produk berbahan AHA sebaiknya menggunakan tabir surya, karena AHA dapat meningkatkan kepekaan kulit terhadap sinar matahari.

5. Asam Retinoat atau Tretinoin

Asam retinoat merupakan bentuk  aktif dari vitamin A (retinol), yang disebut juga trtinoin. Penggunaan asam retinoat ini sebaiknya di bawah pengawasan dokter agar penggunaannya aman.

Fungsi utama asam tetinoin adalah  meratakan kult wajah, sekaligus menormalisasi sel-sel kulit.

Asam retinoat juga sering dimasukkan dalam unsur cream pemutih karena dipercaya memiliki efek pemutih.

Efek asam cream pemutih retinoat tidak langsung  menghambat pigmen melanin seperti beberapa senyawa pemutih lainnya, tetapi diduga karena terjadinya peningkatan proliferasi sel-sel keratin dan percepatan turnover epidermis (lapisan kulit paling luar), sehingga memberikan efek mencerahkan kulit.

Jika anda menggunakan cream pemutih untuk memutihkan kulit wajah dan daerah lainnya, pastikan bahan tersebut aman digunakan dengan caramelihat label kemasan. Pastinya cream tersebut harus memiliki izin edar oleh pemerintah setempat secara resmi.

Share on Facebook
Share on Whatapps
Share on Line
Tags :

Related : Inilah 6 Bahan Aktif Cream Pemutih Kulit. Anda Harus Tahu Ini !

0 komentar: