Gejala penyakit merupakan media kesehatan online terpecaya di Indonesia yang memberikan informasi tentang penyakit dan obatnya serta tips kesehatan.


5 Jenis Cacing Parasit Yang Dapat Hidup Pada Tubuh Manusia

Cacing adalah salah satu makhluk hidup yang bertubuh lunak yang termasuk ke dalam golongan invertebrata. Pada umumnya kita mengenal cacing adalah makhluk hidup yang hidup di tanah. 

Namun, tahukah kamu cacing juga dapat hidup pada makhluk hidup lainnya yang sifatnya dapat menjadi parasit dan sangat merugikan makhluk hidup yang ditumpanginya.

Setidaknya ada ratusan ribu spesies cacing yang hidup saat ini dan telah dikenal oleh peneliti, diantaranya ada cacing yang bermanfaat dan dapat dijadikan obat. 

Namun adapula yang sifatnya parasit. Cacing yang tergolong parasit akan sangat berbahaya jika ia hidup pada tubuh inangnya yang akan menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan.

Salah satu tubuh inangnya adalah tubuh manusia. 

Namun, yang dapat hidup dan berkembang biak bukanlah dari jenis cacing tanah melainkan dari jenis cacing tertentu. Ketika orang dewasa maupun anak-anak yang terdapat cacing dalam dirinya (terinfeksi cacing), inilah yang disebut sebagai penyakit cacingan.

Jenis Jenis Cacing Parasit: 

1. Cacing Gelang

Mengkonsumsi makanan yang sudah terkontaminasi telur cacing gelang merupakan mediator seseorang terinfeksi cacing gelang.
Gambar cacing gelang
Memiliki nama latin Ascaris Lumbricoides. Jika anda pernah mengkonsumsi mie, seperti itulah kurang lebih bentuk dari cacing gelang. 

Ia bahkan dapat tumbuh hingga dewasa dengan ukuran sepanjang 10 - 30 cm di dalam tubuh manusia dengan diameter maksimal dapat mencapai sebesar pensil dan dapat menelurkan sedikitnya 240.000 telur dalam semalam untuk cacing dewasa.

Apa yang terjadi jika cacing ini hidup di dalam tubuh manusia ? 

Dengan seukuran demikian pastilah kita mengetahui dampak buruknya bagi kesehatan yang akan sangat serius. 

Beberapa gejala umum dan khusus yang ditimbulkan antara lain: 

  • Lesu
  • Pucat
  • Lemas
  • Perut membuncit dan 
  • Tidak nafsu makan
Kekurangan gizi dikarenakan nutrisi makanan akan diserap si cacing dan apabila sudah dalam infeksi yang serius akan menimbulkan fases yang encer dan berlendert serta terkadang bercampur darah. 

Umumnya cacing ini akan menginfeksi anak-anak. 

Dengan cara mengkonsumsi makanan atau minuman yang sudah terkontaminasi telur cacing gelang ataupun bermain dilingkungan yang tidak sehat terbilang kotor. Selanjutnya akan memasuki usus dan menetas disana menjadi larva hingga menjadi anak cacing dan cacing dewasa. 

Perkembangannya pun cukup cepat, hanya dalam waktu 2 bulan ia mampu tumbuh dan berkembang biak serta menetaskan telur barunya.

2. Cacing Kremi

Cacing kremi dapat menginfeksi tubuh manusia. Gatal - gatal di daerah anus merupakan gejala awal.
Gambar cacing kremi
Memiliki nama latin Oxyuris Vermicularis. Ukuran cacing ini tergolong mini dengan ukuran panjang tubuh hanya mencapai 4 - 10 mm. 

Pada umumnya ia akan menyerang anak-anak dengan penularan dapat berasal dari makanan atau minuman yang sudah terkontaminasi, tidak hidup bersih seperti tidak mencuci tangan sebelum makan maupun bermain dilingkungan yang kotor.

Untuk mengetahui jika seorang anak terinfeksi cacing kremi cukuplah mudah dengan memperhatikan gejala apabila si anak merasakan gatal-gatal disekitar anus/dubur terutama pada malam hari. Pada fases yang dikeluarkan juga akan terdapat telur dan cacing kremi yang dapat terlihat oleh mata. 

3. Cacing Cambuk (Trichinella Spriralis)

Cacing cambuk dapat hidup di dalam tubuh manusia tepatnya pada sel otot rangka lurik.
Gambar cacing cambuk
Khususnya bagi anda yang menggemari sajian menu dari daging hewan dengan menyantapnya setengah matang perlulah berhati-hati yang berkemungkinan saat menyantap daging tersebut sudah terkontaminasi dengan larva cacing cambuk.

Cacing ini berukuran 1 - 2 mm yang memiliki ukuran sangat kecil dibandingkan dengan cacing parasit lainnya. 

Larva yang masuk melalui makanan yang kita konsumsi akan menuju masuk ke usus kecil kemudian menembus mukosa dan dapat tumbuh menjadi cacing dewasa hanya dalam waktu 6 – 8 hari saja, hingga berkembang biak disana dan bertelur kemudian menetas. 

Selanjutnya telur yang sudah menetas akan berpindah tempat mengikuti aliran darah dan jaringan tubuh manusia dan terakhir ia akan menempatkan dirinya pada sel otot rangka lurik. Wajar saja jika gejala cacingan pada umumnya yang tampak apabila sudah terinfeksi akan menimbulkan demam dan nyeri pada otot.

4. Cacing Tambang (Ankylostomiasis)

Gambar kaki manusia terinfeksi cacing tambang
Kurang memperhatikan kebersihan terhadap makanan dan minuman yang dikonsumsi dan melalui kontak langsung dengan lingkungan yang tercemar, inilah yang menjadi penyebab cacing jenis ini dapat masuk ke dalam tubuh manusia. 

Bahkan, cacing ini dapat menembus masuk melalui celah pori-pori yang terbuka lebar.

Lingkungan yang kurang bersih, kotor dan kumuh akan menjadi media terbaik bagi perkembangbiakan cacing tambang. Apalagi belum adanya sarana MCK yang terbilang baik ditambah udara yang lembab. 

Anak-anak lebih rentan terkena cacing ini dikarenakan lapisan kulit si anak masih tergolong tipis. Untuk itu memperhatikan kondisi kebersihan si anak saat hendak makan mencuci tangan terlebih dahulu, begitu juga saat ia bermain dilingkungan luar. 

Namun, janganlah terlalu over protektif kepadanya.

Cacing parasit ini dapat tumbuh dan hidup pada usus manusia dengan ukuran yang dapat mencapai 8 - 15 mm. Dalam hidupnya, ia akan menggigit dinding usus hingga pendarahan dan meracuni usus. 

Gejala cacingan yang tampak pada tubuh adalah penderita akan merasakan mual dan ingin muntah, lemas, cepat lelah da berwajah pucat, sakit kepala, sering merasakan telinga berdengung dan merasakan sesak nafas.

Gejala khusus yang ditimbulkan munculnya ruam pada daerah tempat masuknya telur atau larva yang terasa gatal, demam, batuk disertai nafas mengi karena larva berpindah ke paru-paru, pembengkakan jaringan yang luas, anemia dan nyeri perut bagian atas.

5. Cacing Pita (Taeniasis)

Tahukah anda, bahwa cacing pita dapat tumbuh sepanjang 8 meter di dalam tubuh manusia selama 25 tahun.
Gambar cacing pita
Dinamakan cacing pita, secara bentuk cacing ini memang menyerupai pita. Ia memiliki tubuh yang beruas banyak yang berfungsi untuk mengeluarkan telur hingga mencapai ratusan telur dan dapat hidup berkembang biak pada tubuh manusia, hewan maupun binatang ternak terutama sapi dan babi serta tak terkecuali pada ikan.

Selama ini dari kasus yang ditemukan, infeksi cacing pita yang terjadi pada tubuh manusia memiliki 2 jenis yaitu cacing pita sapi dan cacing pita babi. 

Kedua jenis cacing ini akan masuk ke dalam tubuh manusia manakala manusia memakan daging sapi dan babi tidak dikelola dengan baik seperti mengkonsumsinya setengah matang. 

Hal yang mengejutkan cacing ini dapat tumbuh yang panjangnya dapat mencapai 8 meter dan dapat bertahan hidup pada tubuh inangnya selama 25 tahun. 

Demikianlah beberapa nama cacing parasit didalam tubuh manusia yang dapat hidup dan berkembang biak. Semoga informasi ini bermanfaat.

Share on Facebook
Share on Whatapps
Share on Line
Tags :

Related : 5 Jenis Cacing Parasit Yang Dapat Hidup Pada Tubuh Manusia

0 komentar: