Gejala penyakit merupakan media kesehatan online terpecaya di Indonesia yang memberikan informasi tentang penyakit dan obatnya serta tips kesehatan.


4 Penyebab dan 8 Gejala Malaria Pada Anak dan Orang Dewasa

Malaria adalah suatu penyakit disebabkan oleh parasit protozoa microcospis, ditularkan melalui gigitan nyamuk betina bernama Anopheles yang terinfeksi ditandai degan gejala menggigil dan demam.

Nyamuk Anopheles dapat kita kenali dengan mudah.

Ciri cirinya lebih kecil dari ukuran jenis nyamuk lainnya, memiliki warna coklat kehitaman dan akan menghisap darah hanya pada waktu pagi dan sore hari.

Penyakit malaria hanya terjadi pada daerah beriklim tropis dan subtropis seperti negara Indonesia. Setidaknya sekitar 660.000 orang di dunia meninggal setiap tahunnya akibat dari malaria. Penderitanya sebagian di alami oleh anak - anak ketimbang orang dewasa.

Penyakit ini akan merebak luas dikala peralihan musim kemarau ke musim hujan. Kondisi tersebut  dikarenakan jenis nyamuk Anopheles akan dengan cepat berkembang biak pada pergantian musim tersebut.

Bagaimana malaria menyebar ke tubuh manusia ?

Pada mulanya nyamuk Anopheles betina akan menghisap darah sekaligus menularkan parasit protozoa ke dalam tubuh manusia. Kemudian, parasit tersebut akan bergerak melalui peredaran darah menuju ke organ hati untuk berkembang biak melipat gandakan diri. Selanjutnya, keluar ke aliran darah kembali untuk menyerang sel sel darah merah.


Selain melalui media nyamuk, malaria juga dapat ditularkan melalui transfusi darah, ibu hamil kepada janin dan penggunaan jarum suntik terkontaminasi parasit.

Untuk itulah, sebelum darah didonorkan ke orang lain perlu adanya uji laboratorium apakah darah benar-benar bersih bebas bakteri dan virus serta bebas penyakit.

Penyebab Malaria

Protozoa parasit yang ditularkan oleh nyamuk ini merupakan golongan plasmodium parasit. Setidaknya ada 4 jenis plasmodium yang ditemukan saat ini. Diantaranya sebagai berikut:

1. Plasmadium Vivax

Plasmadium vivax adalah penyebab malaria tertiana. Biasanya, penderita malaria jenis ini paling banyak ditemui pada iklim tropis terutama kawasan Asia tenggara.

Vivax plasmadium dapat menginfeksi eritrosit imatur (retikulosit). Relaps pada malaria diakibatkan oleh aktifnya kembali hipnozoit di organ hati (fase eksoerittrositik) yang selanjutnya berkembang menjadi merozoit dan seterusnya memasuki sirkulasi darah dan menyerang eritrosit normal. Umumnya dapat terjadi berkali-kali hingga dalam jangka waktu 2 - 4 tahun.

2. Plasmodium Falciparum

Plasmadium jenis ini dapat menimbulkan penyakit malaria tropika. Pada umumnya, penderita yang sudah dikatakan sembuh, dalam waktu 1 tahun secara tak terduga akan kambuh jika kondisi tubuh menurun.

Plasmadium falciparum sangat berbahaya karena dapat menginfeksi otak dan trombosit dan dapat menimbulkan panas tubuh peningkatan suhu tubuh di atas 43 derajat.

3. Plasmodium Ovale 

Yang menyebabakan malaria ovale dikarenakan terinfeksi 2 jenis plamadium atau lebih, umumnya jenis plasmodium vivax dan plasmodium ovale.

4. Plasmodium Malariae

Plasmadium jenis ini dapat menyerang eritosit matur. Infeksi protozoa jenis ini dikatakan paling ringan dari jenis lainnya dan tidak menimbulkan gejala serius.

Sedangkan faktor resiko dapat disebabkan oleh beberapa hal seperti:
  1. Bermukim di daerah endemik penyebaran nyamuk
  2. Lingkungan kumuh
  3. Ibu hamil kepada janin dalam kandungan

Gejala Penyakit Malaria

Masa inkubasi dapat terjadi dalam hitungan hari atau hitungan bulan setelah nyamuk menghisap darah manusia, tergantung faktor daya tahan tubuh.

Setelah masa inkubasi di dalam darah dan organ hati selesai, dalam waktu satu atau dua hari, maka seseorang akan mengalami gejala flu dan pilek.

Selanjutnya, pada hari ke-3 akan tampak gejala lanjutan seperti berikut ini:
  1. Demam tinggi menggigil (namun kondisi tubuh dingin) seperti meriang
  2. Berkeringat berlebihan
  3. Menimbulkan rasa gelisah dan nyeri dipersendian
  4. Kulit pucat
  5. Sakit kepala
  6. Diare
  7. Lidah terasa pahit, mual dan muntah-muntah
  8. Berkeringat dingin
Beberapa gejala malaria di atas dapat dialami oleh anak - anak maupun orang dewasa.

Tindakan Pencegahan dan Mengobati

Pencegahan yang dapat kita lakukan agar nyamuk malaria bernama Anopeles ini tidak berada dalam lingkungan tempat tinggal kita, beberapa cara berikut ini dapat dilakukan yang juga sifatnya dapat mengurangi penyebaran nyamuk :
  • Menjaga kebersihan lingkungan dengan tindakan 3M
  • Membersihkan ruangan terutama tempat tidur seperti tidak membiarkan pakaian tergantung pada dinding dan lainnya
  • Mewapadai hisapan nyamuk diwaktu sore hari
  • Menggunakan kelambu saat hendak tidur
  • Untuk meningkatkan daya tahan tubuh, saat terhisap oleh nyamuk perbanyak makanan bergizi
Pengobatan yang dilakukan adalah dengan obat malaria alami dapat kita gunakan beberapa ramuan tradisional berikut ini :
  • Sediakan brotowali sebanyak 2 jari dan temulawak 2 jari. Rebus kedua ramuan ini dengan 3 gelas air hingga menyisakan 2 gelas air saja. Minum ramuan ini di waktu pagi dan sore masing-masing 1 gelas. Ulangi hingga sembuh.
  • Sediakan daun pare yang sudah tua sebanyak 1/2 genggam. Kemudian seduh dengan air panas dan tambahkan 1 sdt garam. Minum ramuan ini dengan dosis 1 kali sehari diwaktu pagi sebelum makan. Ulangi hingga sembuh.
  • Sediakan temulawak sebanyak 4 jari dan 3 SDM madu murni. Parut halus atau tumbuk  halus temulawak yang kemudian tambahkan secukupnya air hangat hingga menghasilkan 2 gelas air. Minum ramuan ini dengan mencampurkan madu diwaktu pagi dan sore hari 1 jam sebelum makan hingga sembuh masing-masing 1 gelas

Share on Facebook
Share on Whatapps
Share on Line
Tags :

Related : 4 Penyebab dan 8 Gejala Malaria Pada Anak dan Orang Dewasa

0 komentar: