Gejala penyakit merupakan media kesehatan online terpecaya di Indonesia yang memberikan informasi tentang penyakit dan obatnya serta tips kesehatan.


6 Gejala Kanker Serviks Stadium Awal dan Pencegahannya

Apa yang dimaksud dengan kanker serviks?

Kanker serviks adalah suatu penyakit akibat dari mutasi DNA sel didaerah organ reproduksi wanita yang memiliki kecenderungan merusak jaringan dan organ disekitarnya disebabkan oleh infeksi virus Human papilloma virus (HPV) 16 dan 18.

Serviks juga dikenal dengan nama lain kanker mulut rahim karena terjadi pada bibir vagiina.

Dilansir dari situs CNN Indonesia, Indoensia menduduki peringkat ke dua tertinggi di Dunia dengan angka kejadian kanker serviks sebanyak 21.000 kasus, demikian ujar dokter spesialis kebidanan dan kandungan dr Laila Nuranna SpOG.

Hal ini dikarenakan hampir 80% wanita baik itu usia remaja maupun orang dewasa memiliki kecenderungan besar terinfeksi virus HPV melalui beragam faktor seperti keputihan, hubungan badan dengan pasangan, sering berganti pasangan, menggunakan pembalut berbahan kimia dan sebagainya.


Tanda tanda kemunculan sel kanker stadium awal terkadang tak banyak diketahui oleh kebanyakan wanita. Hingga penyakit telah masuk ke tahap stadium 2 dan 3, barulah ia merasakan bahwa ada kelainan pada organ reproduksinya tersebut.

Untuk mencegah hal buruk terjadi bacalah beberapa ciri cirinya berikut ini.

Inilah 10 gejala kanker serviks stadium awal:

1. Keputihan

Keputihan menjadi salah satu bagian dari siklus menstruasi dan dapat terjadi pada wanita normal. Pada umumnya keputihan bertujuan untuk menjaga agar vagiina terbebas dari sel sel kulit mati. Keputihan normal ditandai dengan keluarnya cairan bening tidak berbau dari mulut rahim.

Akan tetapi jika mengalami keputihan dengan gejala yang berbeda seperti adanya perubahan warna, bau lendir, rasa gatal disertai nyeri bercampur darah bewarna kecoklatan dan sebagainya, maka anda harus waspada. Karena salah satu indikasi dari masalah ini petanda gejala kanker serviks stadium 1.

2. Nyeri Ketika Buang Air Kecil

Kondisi nyeri ketika buang air kecil pada saat datangnya siklus menstruasi dan setelah berhubungan badan merupakan sesuatu hal yang wajar. Namun, ketika anda buang air kecil disertai rasa nyeri dan mengeluarkan darah berbau maka kondisi ini dapat menjadi indikasi kemunculan sel kanker dan penyakit menular.

3. Nyeri Panggul Setelah Berhubungan

Diluar dari keaadaan haid jika anda sering merasakan nyeri panggul dan pasca berhubungan dengan suami dalam waktu cukup lama, maka kondisi ini patut dicurigai. Sebab, gejala ini menunjukkan telah terjadi peradangan pada leher rahim dan sel kanker telah menyebar ke jaringan sekitarnya.

4. Nyeri Pada Saat Berhubungan

Sel kanker dapat menimbulkan kerusakan pada selaput dinding leher rahim. Ketika terjadinya hubungan, maka dapat menimbulkan luka dan pendarahan ditandai dengan warna merah kecoklatan dan berbau. Selain itu, rasa nyeri dapat berangsur lama hingga menjalar ke panggul walaupun setelah beberapa hari melakukan hubungan.

5. Gangguan Siklus Haid

Salah satu ciri ciri kanker serviks pada remaja dan orang dewasa yaitu terganggunya durasi siklus haid. Seharusnya, dalam kondisi normal seorang wanita akan mengalami durasi haid selama 5 hingga 7 hari. Akan tetapi, haid tidak teratur dan memiliki kecenderungan cukup lama lebih dari 7 hari maka kondisi seperti ini patut dicurigai.

6. Mengeluarkan Darah Lebih Banyak Ketika Haid

Apakah anda selalu memperhatikan volume darah yang keluar setiap kali siklus haid datang ? Jika volumenya tak menentu dan cenderung terjadi pendarahan dalam jumlah banyak maka berhati hatilah dan periksakan diri anda ke dokter spesialis kandungan atau penyakit dalam.

Pendarahan hebat dapat terjadi dikarenakan jaringan di sekitar mulut rahim mengalami kerapuhan akibat infeksi virus HPV. Akibatnya ketika terjadinya kontraksi selama haid maka mulut rahim mudah sekali menimbulkan pendarahan.

Itulah beberapa gejala kanker serviks stadium awal pada remaja dan orang dewasa. Sedangkan gejala lanjutan atau tingkatan penyakit telah memasuki stadium 2 atau 3 dapat berupa:
  1. Kelelahan fisik sepanjang waktu
  2. Penurunan berat badan secara drastis dalam waktu beberapa bulan
  3. Pembengkakan di kedua belah kaki (betis, telapak kaki dan daerah lainnya)
  4. Perut kembung sepanjang waktu
  5. Nyeri dan gatal disekitara organ reproduksi hingga menjalar ke panggul dan perut bagian atas
  6. Luka sariawan pada mulut rahim
  7. Anemia parah pasca haid
Dalam dunia kedokteran awal terjadinya kanker leher rahim bermula dengan adanya displasia kemudian berkembang menjadi karsinoma (displasia berat).
Displasia merupakan istilah untuk menunjukkan perkembangan sel dan jaringan abnormal sedangkan Karsinoma merupakan berbagai dari jenis kanker yang tumbuh dari sel di lapisan permukaan penutup atau membran pembatas dari organ.
Proses perkembangan sel kanker berawal dari displasia ringan, sedang berlanjut ke displasia berat atau karsinoma in-situ atau disingkat KIS. Proses perkembangannya pun cukup memakan waktu cukup lama sebelum seseorang wanita dikatakan positif mengidap penyakit kanker serviks.

Setidaknya membutuhkan waktu kurang lebih 1 hingga 7 tahun lamanya dari tingkatan displasia ke tingkatan karsinoma in-situ yang masih tergolong katagori sedang.

Sedangkan jika juga berproses selama 3 - 20 tahun lamanya barulah penyakit ini sudah dikatakan tergolong berat.

Akan tetapi, perkembangannya semakin cepat jika seorang wanita tidak menjaga kebersihan organ vitalnya tersebut dan penurunan fungsi kekebalan tubuh.

Pencegahan Kanker Serviks

Untuk menghindari hal tersebut, ada beberapa cara mencegah kanker serviks agar tidak hinggap di tubuh anda dengan menghindari beberapa hal berikut ini. Diantaranya sebagai berikut:
  1. Hindari melakukan hubungan badan di usia dini atau di bawah usia 22 tahun
  2. Berhenti merookok dan mengkonsumsi minuman keras
  3. Tidak berganti ganti pasangan ketika berhubungan
  4. Hentikan segera menggunakan pembalut wanita berbahan kimia dan sintesis
  5. Jangan pernah menggunakan air atau tisu toilet umum yang kotor untuk membasuh dan membersihkan area kewanitaan anda
  6. Hindari makanan penyebab keputihan seperti timun
  7. Jangan gunakan sabun dengan kadar PH tinggi setelah buang air kecil
  8. Jauhi kebiasaan memegang organ kewanitaan dengan tangan kotor
  9. Ganti pembalut setiap 3 jam sekali ketika siklus haid datang
  10. Jauhi minum air dingin atau es selama masa haid
  11. Hindari melakukan hubungan ketika haid atau mendekati masa haid
  12. Ganti pakaian dalam secara rutin
Ketika beberapa tanda tanda di atas telah ditemukan, maka jangan pernah menunda nunda untuk melakukan konsultasi ke dokter terkait atas permasalahan anda. Jangan sungkan untuk menyampaikan keluhan anda dihadapan dokter.

Share on Facebook
Share on Whatapps
Share on Line
Tags :

Related : 6 Gejala Kanker Serviks Stadium Awal dan Pencegahannya

0 komentar: