Gejala penyakit merupakan media kesehatan online terpecaya di Indonesia yang memberikan informasi tentang penyakit dan obatnya serta tips kesehatan.


10 Ciri Ciri Campak dan Penyebab Pada Anak serta Orang Dewasa

Apa yang dimaksud dengan campak ?

Bernama latin morbili atau morbillia dan rubeola atau lebih dikenal dengan nama campak adalah suatu penyakit disebabkan oleh virus campak dari golongan paramixovirus anggota genus morbilivirus yang dapat diderita oleh siapa saja terutama pada usia anak-anak.

Penyakit ini tergolong ke dalam penyakit menular dan berbahaya ditularkan melalui media udara. Ketika penderita campak bersin atau berludah yang kemudian tersentuh oleh orang yang sehat maka kemungkinan orang sehat tadi dapat terkena campak.

Penularannya juga dapat melalui sentuhan langsung dengan si penderita.

Sebagian besar penyakit campak pada anak pada umumnya menyerang anak-anak usia di bawah 5 tahun. Namun demikian, bukan berarti orang dewasa dapat terbebas dari penyakit yang satu ini karena beberapa faktor yang menjadi penyebab campak dapat menyerang orang dewasa.

Penyakit campak atau tampek merupakan penyakit menular yang pada umumnya terjadi pada anak-anak. Kenali gejala campak, penyebab dan cara mengobati campak disini.
Gambar campak seperti biduran
Gejala campak seringkali terlihat adalah muncul ruam bewarna merah di salah satu bagian tubuh pada permukaan kulit. Hal ini merupakan tanda awal bahwa ada perubahan dalam tubuh karena terjadinya infeksi.
Selain itu, kita dapat mengenal ciri ciri campak lainnya di bawah ini.

10 Ciri Ciri Campak:

1. Hidung Mengeluarkan Ingus

Infeksi virus pertama kali akan menimbulkan gejala berupa keluarnya lendir di selaput hidung bagian dalam. Kondisi ini mirip sekali seperti flu. Tak jarang ditemui karena hidung meler dapat menimbulkan gangguan pernafasan. Untuk mengatasinya, anda dapat menidurkan anak dengan posisi kepala diganjal bantal dengan kemiringan 30 derajat.

2. Sakit Tenggorokan

Lendir yang menempel di selaput pintu masuk saluran pernafasan bagian atas dapat menimbulkan keluhan sakit tenggokan disertai panas dalam. Kondisi ini akan membuat si anak merasakan dehidrasi dan sakit ketika menelan makanan. Agar anak tetap ingin makan, berikan makanan lunak seperti bubur.

3.Demam

Kondisi ini biasanya akan dirasakan oleh si anak dan orang dewasa dalam waktu 1 hingga 2 hari setelah gejala awal hidung meler dan sakit tenggorokan akibat dari infeksi kronis virus campak di saluran pernafasan. Demam tinggi akan meningkat terutama di waktu malam hari dengan suhu tubuh lebih dari 38 derajat. Jika dialami oleh bayi, maka ia akan sering menangis.

4. Ruam di Seluruh Permukaan Kulit

Pada umumnya gejala campak berupa ruam di permukaan kulit akan muncul pada hari ke 3 hingga ke 5 setelah beberapa tanda tanda di atas. Pada awalnya akan muncul bintik-bintik merah di bagian wajah.

Setelah itu ruam berkembang di belakang telinga, lengan, tangan, punggung, paha dan kaki. Ketika ruam semakin menyebar ke bagian tubuh yang lain maka demam akan muncul. Suhu tubuh penderita menjadi sangat panas dan bisa mencapai lebih dari 40 derajat Celcius.

Ruam biasanya akan muncul selama lebih dari dua atau tiga minggu dengan tingkat keparahan yang terus menurun. Ketika ruam muncul maka sebagian orang tua mulai mengerti jika anak mereka sebenarnya terkena campak.

5. Mata Memerah

Demam tinggi akan menimbulkan gejala campak berupa mata memerah. Biasanya akan muncul pada hari ke 4 atau bersamaan dengan demam. Selain itu, disekitaran mata akan terasa gatal dan mata berair mengeluarkan cairan berlinang.

6. Munculnya Sariawan

Akibat adanya infeksi pada saluran pernafasan bagian atas dan tenggorokan, maka akan memicu peningkatan bakteri dan kuman di dalam rongga mulut. Kondisi ini akan menimbulkan sariawan dengan warna lesi tampak kebiruan.

7. Diare

Virus campak dapat mengganggu siste kerja organ pencernaan. Makanan dan minuman yang masuk ke dalam lambung tidak dapat diserap secara sempurna oleh tubuh, akibatnya cairan di saluran pencernaan akan meningkat dan menimbulkan diare parah.

8. Mual dan Muntah

Tidak sempurnanya cairan yang diserap oleh tubuh dapat menimbulkan rasa mual dan muntah. Kondisi ini dapat terjadi pada anak dan orang dewasa. Biasanya, mual dan muntah akan dialami penderita setelah memasuki hari ke 4 dan 5.

9. Gangguan Pendengaran

Infeksi virus paramixovirus juga dapat menyerang selaput gendang telinga. Akibatnya, penderita akan mengalami gangguan pendengaran. Bahkan jika sudah parah, telinga akan mengeluarkan cairan berbau.

10. Pneumonia

Infeksi virus campak sangat berbahaya karena tujuan utamanya yaitu menyerang sistem pernafasan dan selaput lendir di otak. Jika penderitanya tidak terawat dalam waktu 2 hingga 3 hari setelah gejala awal muncul, maka hal yang paling berbahaya yaitu dapat menimbulkan nanah pada paru - paru dan selaput otak. Akibatnya, penderita akan batuk berdarah hingga kesulitan bernafas.

Penyebab

Penyebab campak ditenggarai oleh virus dari golongan paramyxovirus. Penularan penyakit campak terjadi melalui carian, baik yang berasal dari mulut, hidung ataupun tenggorokan penderita. Virus ini dapat bertahan hidup dan menempel di benda apapun dan tahan pada suhu 30 derajat selama 1 hingga 2 jam.

Infeksi diawali ketika virus telah masuk melalui saluran pernafasan atau melalui rongga mulut. Kemudian, virus akan memperbanyak diri pada jaringan kelenjar getah bening dan ke sel jaringan limforetikuler. Setelah membentuk sistem daya tahan, virus akan menginfeksi organ paru - paru dan selaput otak.

Stadium Tingkatan Penyakit Campak

1. Stadium Prodormal (Kataral)

Memasuki stadium ini jika sudah menunjukkan gejala demam yang berangsur selama 4 - 5 hari lamanya disertai dengan timbulnya batuk-batuk dan pilek sehingga pada mulanya sering dianggap penyakit influenza biasa.

Namun, setelah memasuki hari ke 4 atau lima selama demam, mulai tampak bercak putih kelabu yang muncul.

2. Stadium Erupsi

Pada masa ini dapat berlangsung selama 4 - 7 hari setelah munculnya bercak putih kelabu dan ditambah dengan batuk. Munculnya ruam dibagian tubuh mulai tersebar yang pada mulanya tampak pada telinga, wajah  dan dibagian atas tengkuk kemudian menyebar ke bagian dada. Rasa gatal pun sudah dirasakan.

3. Stadium Konvalesensi

Pada stadium ini erupsi mulai berkurang dan suhu tubuh perlahan menurun. Pada kondisi ini sudah mulai tahap penyembuhan.

Pengobatan yang lambat setelah stadium erupsi jika dibiarkan akan berdampak pada komplikasi serius misalnya menyerang saluran pernafasan (Bronchopnemonia), penurunan imunitas, Enteritis (mengalami muntah dan mencret) dan sakit telinga karena invasi virus.

Campak sebenarnya dapat diderita oleh siapa saja tak terkecuali orang dewasa sekalipun. Namun, pada umumnya menyerang anak-anak pada usia 12 bulan dan anak usia 1 - 4 tahun.

Tindakan Pengobatan

Pengobatan yang dijalankan pada anak diawali dengan istrirahat yang cukup, memperbanyak minum, menjauhkan dari sinar matahari yang terik dan untuk menurunkan demam yang tinggi dengan memberikan obat penurun panas yaitu ibuprofen dalam waktu 1 x 24 jam dengan dosis 2 kali minum.

Jika kondisi kurang membaik seperti mulai tampak ruam dan bercak dibeberapa bagian tubuh, segerakan bawa ke rumah sakit sakit untuk dirawat lebih lanjut dan akan diberikan antibiotik khusus menghambat infeksi virus.   

Langkah tradisional untuk mengobati campak adalah dengan melakukan beberapa di bawah ini :
  • Untuk menurunkan demam tinggi berikan air kelapa muda hingga panas turun
  • Sediakan jagung muda secukupnya, kemudian parut dan peras. Ambil ampas sari perasan yang kemudian oleskan diseluruh bagian tubuh yang mulai muncul ruam.
  • Sediakan 1 genggam tepung beras, 3 siung kencur dan asam jawa 1 sdt. Haluskan kencur kemudian tambahkan tepung terigu dan asam jawa, aduk rata. Oleskan pada seluruh bagian tubuh yang memiliki ruam hingga sembuh
  • Sediakan 1 SDM bubuk kunyit dan madu murni. Buatlah 1 gelas susu dan tambahkan kunyit dan madu tadi. Minum 2 kali sehari selama 2 minggu.
  • Mengkonsumsi buah jeruk sangat dianjurkan

Share on Facebook
Share on Whatapps
Share on Line
Tags :

Related : 10 Ciri Ciri Campak dan Penyebab Pada Anak serta Orang Dewasa

0 komentar: