Gejala penyakit merupakan media kesehatan online terpecaya di Indonesia yang memberikan informasi tentang penyakit dan obatnya serta tips kesehatan.


6 Macam Macam Anemia dan Ciri Cirinya Disertai Pengobatan

Banyak orang mengira bahwa anemia hanya memiliki satu jenis saja dan disebabkan oleh tubuh kekurangan nutrisi. Padahal jika diklasifikasikan berdasarkan penyebab gejala dan karasteristiknya, penyakit kurang darah memiliki enam jenis.

Untuk lebih jelasnya, simak uraian macam macam anemia menurut who di bawah ini :

1. Anemia Defisiensi Besi 

Anemia defisiensi besi adalah anemia yang disebabkan karena kekurangan nutrisi zat besi sehingga tubuh akan mengalami kekurangan sel darah merah dan hemoglobin untuk mengikat dan mendristribusikan oksigen dari paru - paru ke seluruh organ tubuh. 

Selain itu, akibat anemia jenis ini juga dapat menimbulkan pendistribusian serta pembuangan karbondioksida di dalam tubuh akan terganggu.

Anemia jenis ini diderita tanpa mengenal usia, dapat terjadi pada anak - anak, pria dewasa terutama bagi wanita hamil. 

Penyebab anemia defisiensi besi adalah :
  1. Faktor kekurangan nutrisi atau gizi buruk
  2. Gangguan sistem pencernaan akibat mengkonsumsi obat - obatan dari golongan antasida
  3. Mengkonsumsi makanan yang dapat menghambat penyerapan zat besi seperti kopi, teh, coklat dan sebagainya.
Tanda tanda anemia jenis ini sering mengantuk, tubuh terasa lemas tak bertenaga, lidah bengkak dan terlihat pucat, sering mengalami infeksi terutama bagian bibir dan lidah serta kuku terlihat pucat dan mudah rapuh.

Untuk mengobati anemia jenis ini, anda dianjurkan untuk mengkonsumsi makanan dengan kandungan tinggi zat besi seperti bayam merah, daging sapi segar, daging ayam, ikan laut, telur dan dapat berasal suplemen zat besi atas izin dokter.

2. Anemia Pernisiosa

Ketika asupan vitamin B12 tidak terpenuhi, maka seseorang memiliki resiko besar terkena penyakit anemia pernisiosa. Selain zat besi, vitamin B12 juga berperan aktif dalam proses pembentukan sel darah merah baru dan turut pula membantu fungsi saraf agar tetap normal.

Tak semua orang mengidap penyakit anemia pernisiosa, hanya diderita oleh orang dewasa di atas usia 30 tahun.

Beberapa gejala pernisiosa yang ditimbulkan antara lain :
  1. Wajah tampak pucat
  2. Kehilangan nafsu makan
  3. Terganggunya fungsi gerak tubuh (gangguan sensorik) seperti melemahnya otot - otot
  4. Sering merasakan kesemutan terutama di bagian kaki dan tangan, dan 
  5. Gangguan keseimbangan tubuh.
Jika sudah parah, maka akan menimbulkan gejala lanjutan yaitu seluruh kulit tampak pucat kekuning kuningan, mirip sekali dengan gejala penyakit hepatitis.

Ada beberapa cara untuk mengobati anemia pernisiosa yakni dengan mengkonsumsi makanan bergizi tinggi berasal dari produk hewani diantaranya kerang, kepiting, daging sapi, daging ayam, ikan salmon, keju dan sebagainya serta pemberian suntikan vitamin B12 jika anemia parah.

3. Anemia Defisiensi Asam Folat

Anemia defisiensi asam folat atau disebut pula dengan nama anemia megaloblastik adalah suatu kondisi ketika sel darah merah miliki ukuran jauh dari ukuran normal dan tidak berfungsi dengan baik. Pada umumnya akan dialami oleh orang tua memasuki lanjut usia dan wanita pada masa kehamilan dan mereka yang mengalami gangguan penyeranpan nutrisi vitamin B9.

Jika dialami oleh wanita hamil, maka akibat anemia akan memberikan dampak buruk bagi perkembangan janin yaitu dapat meningkatkan resiko kelainan bawaan sebelum bayi dilahirkan.

Untuk mengobati anemia jenis ini, terkhusus bagi wanita hamil biasanya dokter akan memberikan suplemen berupa tablet asam folat dalam waktu tertentu hingga kadar asam folat mencapai level normal. Pemantauan lanjutan akan terus dilakukan secara rutin.

Dianjurkan pula untuk mengkonsumsi makanan yang mengandung asam folat seperti bayam, brokoli, asparagus, tomat, pepaya, lobak hijau, pisang dan sebagainya.

4. Anemia Ginjal Kronik 

Macam macam anemia selanjutnya yaitu anemia ginjal kronik adalah penyakit kurang darah yang ditimbulkan karena ginjal tidak mampu memproduksi hormon eritropoietin untuk merangsang pembentukan eritosit sel darah merah. Sebagian besar penderita ginjal kronik atau sebesar 80 % - 90 % dapat dipastikan menderita anemia jenis ini. Selain itu, masa hidup sel darah merah juga cenderung pendek karena proses inflamasi di dalam tubuh.

Kondisi kesehatan seseorang penderita anemia type ini akan diperburuk jika ditemukan adanya gangguan pembentukan hemoglobin, hipertiroid, menurunkan sistem kekebalan tubuh dan penyakit HIV.

Penanganan medis sangat diperlukan bagi si penderita dan dapat menimbulkan dampak buruk akibat anemia tidak diobati. Beberapa gejala spesifik yang dapat dikenali antara lain dada terasa sesak tidak nyaman, jantung berdetak lebih cepat, merasakan nyeri di seluruh tubuh, mengalami kesulitan berkonsentrasi hingga kehilangan kesadaran jika terlalu lelah beraktivitas

Pemeriksaan tes darah lengkap sangat diperlukan untuk memantau tingkat perkembangan penyakit. Beberapa tindakan medis untuk menyembuhkan anemia ginjal kronik anatara lain pemberian tranfusi darah, pemberian suplemen zat besi dan asam folat, mengkonsumsi makanan bergizi dan menghindari makanan yang akan memperburuk kinerja fungsi ginjal.

5. Anemia Aplastik

Secara defenisi, anemia aplastik adalah kelainan darah yang terjadi pada saat sum sum tulang belakang tidak mampu memproduksi sel darah merah, sel darah putih dan trombosit secara normal. 

Namun, tidak semua orang menderita anemia aplastik karena tergolong langka dan jarang terjadi. Hanya dialami oleh mereka yang sedang menjalani prosedur kemoterapi dan mengkonsumsi obat - obatan dari jenis tertentu seperti rheumatoid arthritis dan antibiotik.  

Selain itu, penyebab lainnya dapat ditenggarai oleh faktor terpapar bahan kmia beracun, menderita penyakit lupun dan infeksi virus serta dipengaruhi oleh faktor keturunan.

Ada beberapa dampak buruk bagi penderitanya. Diantaranya akan memberikan gejala berupa :
  1. Kelelahan fisik secara berulang - ulang
  2. Sakit kepala, detak jantung tak beraturan
  3. Raut wajah sangat pucat
  4. Terkadang menimbulkan pendarahan pada hidung dan lainnya serta dapat berakibat fatal jika penderita mengalami tekanan darah rendah karena dapat berujung pada kematian.
Untuk mengobatinya, langkah pertama yang harus dilakukan adalah melakukan pemeriksaan darah lengkap. Jika belum diketahui secara pasti dan untuk meningkatkan persentase diagnosa, maka pengambilan sampel sum sum tulang belakang perlu dilakukan.

Kemudian, pemberian obat antibiotik akan dilakukan oleh dokter. 

Tranfusi darah sangat dibutuhkan agar kebutuhan sel darah merah tetap terpenuhi. Selain itu mengkonsumsi makanan bergizi tinggi juga penting dilakukan.

6. Anemia Sel Sabit

Jenis penyakit kurang darah selanjutnya adalah anemia sel sabit merupakan suatu kondisi ketidaknormalan bentuk sel darah merah dari semestinya berbentuk bulat fleksibel menjadi berbentuk seperti sabit dan memiliki tekstur keras.

Selain itu, sel darah merah sabit tidak memiliki cukup hemoglobin untuk mengikat oksigen dan mendistribusikannya ke seluruh tubuh serta memiliki umur yang relatif singkat.

Semua orang mempunyai resiko sama untuk terserang anemia sel sabit tak terkecuali anak - anak, karena faktor penyebabnya adalah akibat dari mutasi gen.

Selain itu, faktor keturunan memberikan sumbangsih terbesar seseorang menderita anemia jenis ini. Namun, angka penderitanya jarang sekali terjadi. 

Semua orang mempunyai resiko sama untuk terserang anemia sel sabit tak terkecuali anak - anak, karena faktor penyebabnya adalah akibat dari mutasi gen.

Ada banyak tanda tanda anemia sel sabit, namun gejala spesifiknya antara lain 
  1. Gangguan penglihatan, kulit tampak kuning pucat
  2. Sakit kepala hebat disertai leher terasa kaku
  3. Pembengkakan tangan dan kaki
  4. Nyeri menyebar di daerah tulang dada
  5. Tulang panggul dan daerah perut
  6. Perut membengkak
  7. Terlihat seperti orang kebingungan dan demam tinggi disertai sesak nafas.
Berakibat sangat fatal jika terlalu lama dibiarkan tanpa adanya pengobatan. Penanganan medis tergantung dari tingkatan penyakit. Pemberian stimulan suplemen guna membantu memproduksi hemoglobin akan diberikan. Disamping itu, pemberian suplemen asam folat dan zat besi juga diberikan. Mengkonsumsi makanan bergizi seperti hati sapi, bubur kacang hijau, kentang, bayam sangat dianjurkan.

Dampak buruk lainnya terutama bagi penderita tekanan darah tinggi dan kolesterol akan memicu resiko terserang stroke.

Sehingga, anemia jenis ini termasuk ke dalam katagori anemia parah.

Karena sel darah merah sabit berbentuk padat, keras dan tidak fleksibel akan menghambat jalannya sistem peredaran darah. Sehingga, pecahnya pembuluh darah sangat mungkin terjadi jika kondisi sudah terlau parah.

Share on Facebook
Share on Whatapps
Share on Line
Tags :

Related : 6 Macam Macam Anemia dan Ciri Cirinya Disertai Pengobatan

0 komentar: