Gejala penyakit merupakan media kesehatan online terpecaya di Indonesia yang memberikan informasi tentang penyakit dan obatnya serta tips kesehatan.


6 Efek Samping Minum Obat Darah Tinggi Jangka Panjang

Efek samping minum obat darah tinggi biasanya akan dirasakan oleh penderita hipertensi dalam jangka panjang. Namun kondisi tersebut bukanlah suatu alasan bagi anda untuk menghentikan pengobatan menggunakan obat - obatan.

Jika dikonsumsi sesuai dosis maka efek samping biasanya dapat diminimalisir. 

Jika ditemukan efek samping dari mengkonsumsi obat hipertensi, maka sudah seharusnya kondisi ini diperbincangkan dengan dokter ahli dan apoteker tempat anda berobat untuk mengurangi dosis pengunaan atau digantikan dengan jenis obat penurun darah tinggi lainnya.

1. Menimbulkan Kelelahan dan Pusing

Keluhan ini paling umum terjadi terutama pada orang tua. Kondisi ini dapat terjadi dikarenakan ketika tekanan dalam darah tinggi, kemudian diturunkan secara drastis maka akan terjadi pengurangan aliran darah di seluruh pembuluh darah organ tubuh. 


Sehingga, penderitanya akan menimbulkan rasa lelah dan pusing. Solusinya adalah hindari minum obat ketika menjalani aktivitas berat, sebaiknya setelah mengkonsumsi obat lakukan istirahat dan aktivitas ringan.

2. Perubahan Irama Jantung

Dalam dunia medis, perubahan irama jantung secara tak teratur dikenal dengan istilah aritmia jantung. Biasanya obat hipertensi yang dapat menimbulkan efek samping semacam ini dari golongan diuretik seperti calcium channel blockers dan beta blockers.

Obat tersebut dapat menurunkan tekanan darah dan mengurangi kadar kalium dalam tubuh. Akibatnya denyut jantung dapat melambat, perubahan irama jantung dan ekanan darah menurun.

3. Batuk

Golongan obat ACE inhibitors memang sangat efektif dalam menurunkan tekanan dalam darah. Akan tetapi, sekitar 10 hingga 15 persen dari penderita hipertensi akan menimbulkan gejala batuk secara terus menerus.

Jika batuk tak kunjung berhenti, maka perlu ditindak lanjuti guna mencegah reaksi obat semakin parah. Biasanya, dokter akan mengantikan jenis obat dengan lainnya seperti accupril, altace, capoten dan sebagainya.

4. Sering Buang Air Kecil

Jenis obat diuretika seperti hydrochlorotiazide dapat menimbulkan efek samping meningkatnya cairan seni di kandung kemih. Minum obat darah tinggi pagi atau malam ? Untuk jenis ini, sebaiknya dikonsumsi di waktu pagi dan siang hari.

5. Retensi Cairan

Biasanya, mereka yang mengalami gangguan jantung akan merasakan efek samping dari obat penurun darah tinggi. Retensi cairan akan terjadi terutama pada bagian kaki akan membengkak dan terasa sakit. Jika anda penderita jantung, konsultasikan kondisi anda saat ini kepada dokter. Sehingga, dokter akan memberikan obat sesuai dengan kondisi tubuh.

6. Alergi

Kondisi ini jarang terjadi dan hanya sebagian kecil ditemukan kasus reaksi alergi setelah minum obat hipertensi dari jenis inhibitor ACE atau angiotensin reseptor blocker. Reaksi alergi tampak parah ketika munculnya pembengkakan di wajah dan tenggorokan. Jika kondisi ini terjadi pada diri anda, maka segeralah menghubungi dokter.

Karena dapat berakibat menghalangi saluran udara masuk ke paru - paru jika tidak segera ditangani.

Kapan berhenti minum obat hipertensi ?

Ketika anda telah mengkonsumsi obat - obatan tersebut, ada baiknya tidak menghentikannya secara mendadak. Karena jika itu dilakukan maka akan terjadi sindrom seperti peningkatan tekanan darah semakin tinggi, perubahan denyut jantung tidak teratur dan meningkatkan resiko serangan stroke dan jantung.

Hindari ketergantungan mengkonsumsi obat dengan cara meninggalkannya secara perlahan - lahan seperti mengurangi atau menghentikan mengkonsumsi makanan yang dapat memicu tkenan darah naik, lakukan olahraga teratur, mengoknsumsi ramuan herbal dan buah penurun darah tinggi.

Share on Facebook
Share on Whatapps
Share on Line
Tags :

Related : 6 Efek Samping Minum Obat Darah Tinggi Jangka Panjang

0 komentar: