Gejala penyakit merupakan media kesehatan online terpecaya di Indonesia yang memberikan informasi tentang penyakit dan obatnya serta tips kesehatan.


5 Bahaya Diabetes Bagi Ibu Hamil Disertai Tindakan Pencegahan

Selain diabetes tipe 1 dan tipe 2, jenis diabetes lainnya patut diwaspadai yaitu diabetes gestasional.

Diabetes gestasional adalah suatu kondisi ketika peningkatan kadar gula dalam darah hanya akan muncul pada diri seorang wanita selama masa kehamilan hingga proses melahirkan. Pada umumnya, diabetes tipe ini akan muncul pada seorang ibu hamil memasuki usia kehamilan di minggu ke 24 atau pada bulan keenam dan akan menghilang setelah melahirkan.

Ciri ciri diabetes pada ibu hamil dapat dikenali dengan frekuensi buang air kecil meningkat, merasakan kehausan, kelelahan secara berlebihan dan mual. Akan tetapi, petanda ini belum cukup untuk memvonis ibu hamil menderita diabetes.

Untuk itu, penting sekali melakukan pemeriksaan tes gula darah. Agar hasilnya pasti.


Penyebab utamanya yaitu karena adanya peningkatan hormon selama masa kehamilan yang menggangu kinerja hormon insulin. Selain itu, beberapa faktor resiko lainnya turut mempengaruhi seorang wanita terkena diabetes gestasional antara lain :
  1. Sering mengalami keguguran
  2. Riwayat diabetes melitus dari anggota keluarga
  3. Obesitas atau berat badan berlebihan
  4. Berat badan ibu ketika lahir lebih dari 5 kg
  5. Infeksi saluran kemih semasa hamil
  6. Ibu hamil di atas usia 30 tahun
Sebuah penelitian di seluruh rumah sakit Inggris dan Irlandia membuktikan bahwa diabetes selama masa kehamilan akan memberikan dampak buruk bagi si Ibu dan perkembangan janin seperti dapat meningkatkan resiko kelainan bawaan, kejang - kejang pada ibu hamil, si anak setelah lahir cenderung memiliki berat badan lebih dari 4 kg, si anak akan menderita diabetes hingga berujung kepada kematian disaat proses persalinan.

Adapun bahaya diabetes pada ibu hamil lainnya sebagai berikut :

1. Bayi Akan Lahir Prematur

Jika selama masa kehamilan kadar gula dalam darah si ibu meningkat, maka glukosa akan melintasi plasenta dan masuk ke dalam sirkulasi bayi. Kondisi ini dapat menimbulkan kegemukan pada janin karena insulin pada bayi akan merubah glukosa menjadi lemak.

Sehingga, bayi akan tumbuh lebih besar dari biasaya. Kondisi ini mengharuskan bayi dilahirkan lebih awal untuk menghindari komplikasi jika tetap dibiarkan di dalam rahim dengan cara operasi caersar dan untuk menghindari resiko kematian jika dilahirkan secara normal.

Namun, gangguan pernafasan akan terjadi ketika bayi dikeluarkan dari rahim si ibu. Untuk itu, perawatan menggunakan ventilator di unit khusus perawatan bayi akan dilakukan hingga paru - paru bayi dapat berfungsi dengan baik.

2. Bayi Raksasa

Efek diabetes pada ibu hamil juga dapat meningkatkan resiko bayi akan dilahirkan dengan bobot mencapai lebih dari 4 kg. Kondisi ini sering disebut dengan giant baby atau bayi raksasa.

Mengapa hal itu dapat terjadi ?

Faktor ini dikarenakan glukosa melintasi plasenta dan masuk ke dalam sirkulasi bayi. Meskipun ibu tidak memproduksi hormon insulin, akan tetapi pankreas si janin akan memproduksi insulin kemudian merubahnya menjadi lemak. 

Akibatnya bayi akan tumbuh lebih besar dan harus dilakukan persalinan lebih awal agar terhindar dari komplikasi dan mencegah luka robekan parah pada rahim si ibu jika dilahirkan secara normal.

3. Peningkatan Jumlah Cairan

Istilah kedokteran menyebutnya dengan nama hidramnion yaitu peningkatan jumlah cairan secara berlebihan di sekitar rahim janin. Untuk menghindari kelainan bawaan, ibu hamil di wajibkan untuk mengontrol kadar gula dan hemoglobin dalam darah.

4. Kelainan Bawaan

Penderita diabetes pada ibu hamil juga dapat berakibat pada terganggunya proses pembelahan sel - sel di dalam rahim. Dalam kondisi normal, organ tubuh dan anggota badan janin akan terbentuk hanya dalam waktu hitungan menit. 

Berbeda dengan kondisi ibu penderita diabetes gestasional, cacat bawaan akan terjadi diantaranya akan menimbulkan kelainan pada jantung dan cenderung dilahirkan dengan kondisi bibir sumbing. Resiko tersebut dapat dihilangkan dengan memperhatikan jumlah hemoglobin dalam darah. 

5. Hepatitis Pada Bayi

Ibu hamil dengan diabetes melitus akan meningkatkan resiko bayi mengidap kelainan pada organ hati. Kondisi dikarenakan bayi dilahirkan lebih awal sebelum waktunya. Resiko kelainan bawaan ini masih dapat dicegah dengan cara mengontrol kadar gula selama masa kehamilan.

Setelah melahirkan bukan bearti si ibu akan terbebas dari penyakit diabetes, sebagian besar penderita diabetes gestasional memiliki kecenderungan akan menderita diabetes tipe 2 setelah proses persalinan berlangsung.

Untuk menghindari dampak buruk bagi si ibu dan janin, ada beberapa tips bagi ibu hamil untuk mengontrol gula darah agar selama kehamilan tetap berjalan lancar. Diantaranya sebagai berikut :
  1. Kontrol secara rutin kadar gula darah setiap 3 minggu sekali
  2. Perbanyak mengkonsumsi buah - buahan mengandung tinggi asam folat seperti pisang, alpukat dan kiwi
  3. Konsumsi makanan sehat terdiri dari sayuran dan buah - buahan. Hindari makanan dengan tinggi kandungan kadar gula
  4. Pemberian suntikan insulin dapat mengurangi resiko
  5. Lakukan pemeriksaan selama kehamilan seperti USG dan tes darah
  6. Konsultsikan diri anda ke dokter gizi 
  7. Olahraga secara rutin seperti jalan santai selama 20 menit selama 5 hari dalam seminggu

Share on Facebook
Share on Whatapps
Share on Line
Tags :

Related : 5 Bahaya Diabetes Bagi Ibu Hamil Disertai Tindakan Pencegahan

0 komentar: