Gejala penyakit merupakan media kesehatan online terpecaya di Indonesia yang memberikan informasi tentang penyakit dan obatnya serta tips kesehatan.


13 Faktor Penyebab Penyakit Jantung Koroner dan Pencegahannya

Jantung koroner adalah suatu penyakit disebabkan oleh timbunan plak pada pembuluh darah arteri koroner, sehingga otot jantung tidak mendapatkan suplai oksigen dalam jumlah cukup.

Sebagian besar orang memahami bahwa penyebab jantung koroner berasal dari timbunan kolesterol yang menempel di pembuluh darah. Pemahaman ini tidak salah. Namun, tahukah anda bahwa rutinitas dalam keseharian bahkan yang sangat sederhana pun dapat meningkatkan resiko terserang penyakit jantung,

Salah satunya kebiasaan merokook !

Apakah cuma itu saja ?

Tidak. Masih banyak lagi lainnya. Lebih jelasnya simak ulasan di bawah ini.


Berikut ini adalah 12 penyebab penyakit jantung koroner yaitu :

1. Kolesterol Tinggi

Penyebab paling utama jantung koroner adalah adanya penimbunan lemak berupa plak di dinding pembuluh darah akan menghambat sirkulasi darah dari jantung keseluruh organ tubuh lainnya begitu sebaliknya.

Kondisi ini sangat berbahaya jika penyumbatan tersebut terjadi pada pembuluh arteri jantung maka aliran darah akan terhambat dan terjadi pembengkakan, resiko terburuk mengakibatkan pecahnya pembuluh darah. Jika tingkat kolesterol LDL sudah menunjukan tanda-tanda diangka tidak normal, segera mungkin untuk menormalkan kadar kolesterol LDL anda.

2. Penyakit Darah Tinggi

Ketika seseorang memiliki tekanan darah sistolik di atas 125/90 mmHg, maka ia telah dikatakan menderita hipertensi. Tekanan darah tinggi akan memicu jantung untuk bekerja lebih berat dari biasanya. Bahkan jika ada sumbatan pada pembuluh darah koroner jantung maupun pembuluh darah dianggota tubuh lainnya, maka kondisi ini kan memicu pecahnya pembuluh darah.

3. Diabetes 

Gula darah tak terkontrol akan meningkatkan resiko penyempitan pembuluh darah serta arteriosklerosis sehingga akan menjadi penyebab komplikasi dibeberapa organ tubuh manusia termasuk Jantung. Memperhatikan asupan makanan, gaya hidup sehat merupakan hal wajib yang harus dilakukan bagi penderita diabetes untuk menghindari komplikasi ini.

4. Minim Aktivitas Olahraga

Terkadang ada orang beranggapan ketika dia sudah mengeluarkan keringat sudah dikatakan olahraga. Olahraga yang baik bukan saja mengeluarkan keringat, kuncinya ada pada gerakan. Lakukan beberapa gerakan pemanasan terlebih dahulu, kemudian barulah berolahraga apa saja seperti joging diwaktu pagi, senam, lari ringan dan sebagainya. Lakukan secara rutin minimal 20 - 30 menit 1 minggu sekali jika ingin terhindar dari penyakit ini.

5. Merokook

Pada kemasan rokook sebenarnya sudah diberitahukan bahwa merookok dapat meningkatkan resiko terserang jantung koroner, gangguan janin, kanker tenggorokan dan penyakit lainnya. Akan tetapi pesan ini diabaikan begitu saja.

Dibandingkan dengan orang sehat tidak merokook, penikmatnya memiliki resiko 25% lebih tinggi terserang penyakit jantung koroner karena dua diantara 4.000 zat kimia beracun yaitu nikotin dan karbon monoksida akan berdampak buruk pada kesehatan pembuluh darah arteri.

6. Lanjut Usia

Faktor ini memang tak dapat dicegah. Usia lanjut cenderung memiliki pembuluh darah dengan tingkat elastisitasnya semakin menurun. Untuk mengurangi tingkat resiko yaitu dengan melakukan kontrol pola makan, gaya hidup sehat dan lakukan cek kesehatan rutin.

Jika anda memasuki usia diatas 50 tahun maka waspadalah, terutama pada diri seorang wanita memasuki masa menopause. Alasanya, hormon estrogen pada wanita ketika usia 50 tahun ke atas cenderung menurun. Padahal hormon ini berguna untuk mejaga kesehatan pembuluh darah.

7. Obesitas

Kegemukan menjadi resiko tinggi terhadap penyakit jantung dikarenakan adanya penimbunan sel-sel lemak berlebih yang memicu jantung akan memompa darah lebih ekstra untuk disalurkan ke seluruh tubuh.

8. Genetik

Kelainan genetik pada diri seseorang memang tak dapat dihindari karena faktor ini berasal dari keturunan. Jika anggota keluarga semisalnya orang tua atau anggota ayah dan ibu dari orangtua memiliki riwayat penyakit Jantung, maka dipastikan ia akan memiliki resiko tinggi terkena penyakit ini apabila dipicu dengan gaya hidup yang tidak sehat.

Perlu digarisbawahi, dengan menjalani hidup sehat resiko ini akan menurun.

9. Stress Berkepanjangan

Terlalu berlebihan memikirkan sesuatu, perasaan tidak tenang akan memicu kinerja jantung menjadi cepat. Denyut jantung berdetak tidak normal, adanya penyempitan pembuluh darah akan mengganggu pasokan darah ke seluruh tubuh dan kembali lagi ke jantung. Stress diiringi penyakit hipertensi akan memperburuk kondisi jantung yaitu pecahnya pembuluh darah.

10. Mengkonsumsi Makanan Tidak Sehat

Pada saat ini banyak sekali makanan beredar ditengah - tengah kita memiliki kriteria makanan yang tidak sehat untuk kesehatan jantung.

Bahkan jika dikonsumsi akan menjadi penyebab penyakit jantung.

Misalnya saja, makanan kemasan cepat saji dengan kandungan tinggi natrium dan pengawet sintesis. Apalagi makanan yang mengandung bahan kimia berbahaya seperti formalin, boraks, pewarna sintesis dan sebagainya.

11. Kolesterol LDL Diatas Batas Normal

Normalnya angka kolesterol Low-Dentisity Lipoprotein (LDL) atau sering kita kenal dengan kolesterol jahat berada diambang batas < 130 dan untuk penderita diabetes < 100. Ketika angka LDL menunjukkan > 130 tingkat kolesterol jahat seseorang sudah berada dizona kuning (130 - 150).

LDL dalam tubuh yang tinggi akan menghambat aliran darah sehingga jantung akan sulit memompa darah ke seluruh tubuh dan kembalinya ke jantung lagi dikarenakan adanya penyempitan berupa plak pada arteri. Penyempitan ini dapat terjadi didaerah mana saja dalam tubuh termasuk pada jantung.

12. Buruknya Gaya Hidup

Penyakit jantung koroner bukan saja diderita oleh lanjut usia saja. Seseorang dengan usia dibawah 30 tahun pun dapat terserang jantung koroner.

Buktinya, beberapa tahun belakangan ini telah ditemukan seorang penderita jantung koroner dengan usia 28 tahun. Masalah utamanya tidak lain adalah buruknya gaya hidup sehari - hari seperti sering mengkonsumsi minuman beralkoohol, diaet tidak teratur, mengkonsumsi junk food dan lainnya.

13. Aktivitas Berlebihan

Aktivitas dalam keseharian harusnya disesuaikan dengan kondisi fisik. Aktivitas secara berlebihan justeru akan memperberat kinerja jantung dan akan membuat denyut jantung berdetak tak normal.

Misalnya saja melakukan aktivitas olahraga, antara satu orang dengan yang lainnya kebutuhan olahraga tentunya berbeda. Olahraga secara berlebihan tanpa memperhatikan kondisi fisik akan berdampak buruk bagi kesehatan. Bekerja terlalu larut malam atau begadang juga tak baik bagi kesehatan jantung.

Cara Mencegah Penyakit Jantung Koroner

Akibat seraingan jantung koroner yaitu dapat merenggut jiwa seseorang dalam waktu hitungan detik.  Mengingat bahayanya dapat menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan, apakah penyakit ini dapat dicegah ?

Tentu saja bisa !

Yaitu dengan menghindari faktor penyebab penyakit jantung koroner seperti tidak merokook, hindari kelebihan berat badan, mengkonsumsi buah dan sayuran, olahraga secara rutin dan konsumsi makanan sehat agar kita terhindari dari penyakit diabetes, darah tinggi dan lainnya.

Baca : 9 cara mencegah penyakit jantung

Walaupun ada beberapa faktor yang tidak bisa kita cegah seperti usia dan keturunan, akan tetapi setidaknya kita telah berupaya melakukannya.

Share on Facebook
Share on Whatapps
Share on Line
Tags :

Related : 13 Faktor Penyebab Penyakit Jantung Koroner dan Pencegahannya

0 komentar: