Gejala penyakit merupakan media informasi kesehatan No.1 di Indonesia yang memberikan informasi akurat tentang penyakit dan obatnya serta ragam tips kesehatan.


10+ Jenis Tanaman Obat Diabetes Paling Ampuh Terbukti Klinis

Beberapa jenis pengobatan diabetes baik itu secara medis maupun menggunakan bahan herbal bertujuan untuk menurunkan kadar glukosa dalam darah, meningkatkan kinerja organ pankreas agar produksi insulin meningkat dan memperbaiki sistem kerja metabolisme tubuh.

Selain menggunakan obat - obatan diresepkan dari dokter di rumah sakit, cara lainnya untuk mengobati diabetes yaitu dengan memanfaatkan tanaman obat yang ada disekeliling kita.

Ada beberapa jenis tumbuhan obat diabetes paling ampuh di dunia untuk menurunkan kadar gula darah. Selengkapnya cek di artikel ini.

Adapun beberapa jenis tanaman obat diabetes yang paling ampuh sebagai berikut :

1. Sambiloto, Pegagan dan Kumis Kucing

Bahan :
  • 10 Gram daun sambiloto
  • 10 Gram daun pegagan
  • 10 Gram daun kumis kucing
  • 5 Gelas air
Cara membuat ramuan obat diabetes :
  1. Cuci bersih semua bahan 
  2. Rebus semua bahan dengan 5 gelas air hingga mendidih dan kira-kira menyisakan 3 gelas air saja
  3. Minum ramuan ini diwaktu pagi, siang dan sore masing-masing 1 gelas satu jam sebelum makan hingga kadar gula menjadi normal
  4. Jika sudah terdapat luka atau koreng, air rebusan dapat digunakan yaitu dengan cara digerus hingga halus kemudian tempelkan pada daerah luka.

2. Buah Mahkota Dewa

Tanaman anti diabetes selanjutnya yaitu buah mahkota dewa. Cara menggunakannya, ambil buah mahkota dewa warna merah. Kupas kulit luarnya dan ambil bagian dagingnya dengan cara mengiris tipis tanpa mengenai bijinya, karena bijinya beracun. Jemur irisan daging buah mahkota dewa tersebut hingga kering.

Untuk menyembuhan diabetes menggunakan buah mahkota dewa, dosis penggunaannya sebanyak 10 gram buah mahkota dewa kering. Rebuslah dengan 4 gelas air hingga menyisakan sekitar 2 gelas air saja. Minum diwaktu pagi saja 1 jam sebelum makan hingga kadar gula darah menurun hentikan penggunaan.

3. Brotowali, Sambiloto dan Kumis Kucing

Brotowali, sambiloto dan kumis kucing merupakan tanaman paling ampuh untuk diabetes. Namun rasanya sangat pahit. Siapkan kompisisi bahan - bahan berikut ini.
  1. Sediakan 2 jari brotowali, 
  2. 10 lembar sambiloto, 
  3. 10 lembar daun kumis kucing
  4. Semua bahan dipotong atau diiris tipis
  5. Kemudian rebus dengan 3 gelas air hingga mendidih dan menyisakan 2 gelas saja
  6. Minum diwaktu pagi dan sore 1 jam sebelum makan.

4. Daun Sirsak

Sebuah studi dilakukan di University of Yaounde di Camaroon, peran senyawa flavooid  melaporkan, aktivitas antidiabetes dari ekstrak sirsak ditemukan efek hipolipidemik ( pengurangan lemak dalam darah), antioksidan, dan berperan bisa melindungi ß-sel pankreas.

Cara mengobati diabetes dengan daun sirsak sebagai berikut :
  1. Sediakan 7 lembar daun sirsak hijau dalam kondisi segar
  2. Rebus dengan 3 gelas air bersih hingga menyisakan sekitar 2 gelas
  3. Minum 1 gelas air rebusan di waktu pagi dan sore hari 1/2 jam sebelum makan besar
  4. Konsumsi air rebusan daun sirsak ini seminggu 5 kali secara rutin

5. Buah Mengkudu

Buah mengkudu sangat familiar untuk menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Bagi masyarakat Jawa umumnya, mengkudu seringkali dijadikan jamu untuk menyembuhkan ragam penyakit seperti mengobati ambein, mengatasi masalah gangguan pencernaan, meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan lainnya termasuk sebagai obat penyakit gula darah secara alami.

Berikut ini cara mengobati diabetes dengan mengkudu :
  1. Sediakan saja 1 buah mengkudu atau pace warna kucing
  2. Kemudian diiris tipis - tipis dan selanjutnya diblender dengan air secukupnya
  3. Saring untuk mendapatkan sarinya, minum 3 kali sehari (pagi, siang dan malam) 1 jam sebelum makan masing - masing 1/2 gelas
  4. Konsumsi secara rutin seminggu 5 kali pemakaian

6. Buah Pare

Pare termasuk dalam katagori buah - buahan dan sayuran. Walaupun rasanya terbilang pahit, tetap saja masih banyak yang menyukai buah pare sebagai menu lauk pauk bersamaan dengan nasi. Anda dapat memanfaatkan buah pare untuk menurunkan kadar gula darah yaitu dengan cara diolah menjadi juice atau diolah menjadi masakan.

Berdasarkan penelitian ilmiah oleh sejumlah ahli kesehatan, ada tiga senyawa aktif yang dapat memicu produksi hormon insulin semakin meningkat diantaranya Charantin, Polipeptida dan Asam Oleanilic Glikosida. Ketiga senyawa alami ini akan merangsang pertumbuhan sel beta pankreas untuk menghasilkan hormon insulin.

Sehingga, buah pare sangat dianjurkan untuk dikonsumsi bagi penderita diabetes type 1 maupun type 2.

7. Daun Salam

Selama ini kebanyakan orang hanya mengenal daun salam hanya dijadikan sebagai tambahan untuk menambah aroma wangi pada suatu masakan. Tak banyak yang menyadari bahwa daun salam dapat difungsikan untuk mengobati beberapa penyakit serius seperti menurunkan kadar kolesterol darah, menetralkan gula darah dan sebagainya.

Sebuah penelitian di Peshawar Pakistan, membuktikan daun salam cukup efektif untuk menurunkan kadar gula darah sebesar 26% selama 21 hari penggunaan. Sehingga tak perlu diragukan lagi.

Adapun cara mengobati diabetes dengan daun salam sebagai berikut :
  1. Sediakan 8 lembar daun salam hijau dalam keadaan segar
  2. Cuci bersih daun salam
  3. Rebus bersamaan dengan 3 gelas air hingga mendidih dan menyisakan sekitar 2 gelas air
  4. Tunggu hingga dingin
  5. Minum air rebusan daun salam 1/2 jam sebelum makan besar di waktu pagi dan malam hari masing - masing 1 gelas
  6. Gunakan secara rutin 1 minggu 5 kali pemakaian hingga kadar gula kembali normal

8. Daun Kemangi

Dalam sebuah buku berjudul "Guide to Herbs anda Nutritional Supplements" oleh Laura Mcwhorter  membuktikan tentang khasiat daun kemangi untuk diabetes dapat membantu produksi hormon insulin dan memperbaiki kinerja pankreas.

Tak perlu diolah secara khusus, anda dapat memanfaatkan daun kemangi sebagai lalapan bersamaan dengan menu makanan anda sehari - hari. Namun, perhatikan

9. Buncis

Anda dapat memanfaatkan buncis untuk obat diabetes alami. Cukup efektif untuk menyembuhkan diabetes type 1. Karena buncis mengandung B-sitosterol dapat mempercepat produksi hormon insulin dan memperbaiki kinerja pankreas.

Anda dapat mengkonsumsi buncis dengan cara direbus terlebih dahulu, kemudian dimakan bersamaan dengan lauk pauk sebagai lalapan. Atau minum air rebusan buncis diwaktu pagi hari.

10. Cimplukan dan Kersen

Cimplukan seringkali dianggap sebagai tumbuhan pengganggu. Akan tetapi, cimplukan merupakan tanaman paling ampuh untuk diabetes. Biasanya, tanaman ini tumbuh di tanah subur mengandung tinggi unsur hara seperti pada tanah sisa pembakaran, kebun, perkarangan rumah, selokan pinggir jalan dan sebagainya.

Sedangkan kersen atau lebih dikenal ceri terkadang tumbuh secara liar diperkebunan, perkarangan rumah dan lainnya.

Kedua, tumbuhan ini merupakan obat penurun gula darah alami. Selain itu, cimplukan dapat anda manfaatkan untuk menyembuhkan beragam penyakit seperti kencing manis, mengempiskan amandel, mengobati gangguan pernafasan seperti batuk, pilek dan sebagainya.

Cara menyembuhkan diabetes degan cimplukan yaitu :
  1. Ambil bagian akar tumbuhan cimplukan
  2. Bersihkan dari tanah yang menempel
  3. Gunakan sebanyak 50 gram saja akar cimplukan basah dan 25 gram akar cimplukan serbuk
  4. Rebus dengan 2 gelas air hingga mendidih dan menyisakan kira kira 1 gelas air
  5. Minum air rebusan cimplukan dengan dosis 1/2 gelas setiap kali minum di waktu pagi dan malam hari 1/2 jam sebelum makan besar
Rasanya begitu pahit. Sedangkan kersen, anda dapat memakan buah bewarna kuning atau merah secara langsung.

Itulah beberapa macam jenis tanaman obat diabetes yang dapat anda gunakan sebagai obat - obatan herbal untuk mengobati diabetes secara alami. Konsumsilah secara rutin hingga gula darah kembali normal. Jangan lupa untuk memperhatikan asupan makanan yang anda konsumsi dalam kesehariannya. Rajin mengntrol kadar gula darah secara rutin juga tak kalah pentingnya. 

Share on Facebook
Share on Whatapps
Share on Line
Tags :

Related : 10+ Jenis Tanaman Obat Diabetes Paling Ampuh Terbukti Klinis

0 komentar: