Gejala penyakit merupakan media kesehatan online terpecaya di Indonesia yang memberikan informasi tentang penyakit dan obatnya serta tips kesehatan.


√ 3 Fase DBD dan Pertolongan Pertama Yang Harus Dilakukan

Penyakit demam berdarah jika tidak tertangani secara intensif, maka infeksi virus DBD dapat menimbulkan komplikasi serius hanya dalam waktu sesaat dalam hitungan jam bahkan menit, seperti kerusakan paru - paru, jantung, hati, kesulitan bernafas, penurunan tekanan darah hingga pecahnya pembuluh darah diberbagai organ tubuh.

Jika kondisi ini terjadi, maka harapan untuk bertahan hidup pun sangat tipis sekali dan cenderung menimbulkan korban jiwa.

Tentu saja, hal tersebut menimbulkan banyak kekuatiran disemua kalangan ketika datangnya musim pancaroba terutama bagi orang tua, mengingat angka penderita penyakit demam berdarah dengue selama ini didominasi oleh anak - anak berusia 5 - 9 tahun dan remaja diusia 10 - 14 tahun atau anak usia sekolah.

Tak sedikit ditemukan kasus pada penderita DBD terkadang telah menunjukkan tanda - tanda kesembuhan, seperti turunnya suhu tubuh, hilangnya rasa mual dan menurunnya gejala lainnya serta tampak membaik secara kasat mata. Namun, sehari atau beberapa hari setelahnya demam tinggi secara tiba - tiba akan kembali kambuh.

Berikut ini adalah grafik siklus dbd yang menyerupai pelana kuda
fase demam berdarah seperti pelana kuda
Untuk mencegah hal buruk tersebut, maka pantaslah kita mengetahui fase demam berdarah.

Menurut WHO, ada tiga tahapan atau fase demam berdarah yaitu :
  1. Fase demam (fase febris)
  2. Fase kritis (fase berbahaya atau fase kebocoran plasma) dan 
  3. Fase penyembuhan. 
Untuk lebih jelas tentang ketiga fase tersebut, simak uraian berikut ini secara saksama.

1. Fase Demam DBD (Fase Febris)

Pada mulanya ketika seseorang yang sehat digigit oleh nyamuk Aedes Aegypti, maka ia tak serta merta langsung mengalami demam.

Tetapi, virus dengue (denvirus) akan melewati fase inkubasi terlebih dahulu di dalam tubuh manusia. Umumnya, gigitan pertama tidak akan menimbulkan infeksi serius, hanya menimbulkan gejala flu sesaat saja dan seiring dengan sistem kekebalan tubuh meningkat maka gejala tersebut akan hilang. Sedangkan, gigitan nyamuk Aedes Aegypti kedua dengan type virus dengue berbeda seringkali menimbulkan gejala lanjutan seperti infeksi serius pada sumsum tulang belakang penghasil sel darah merah dan trombosit, ditandai dengan gejala awal demam tinggi dan cukup mengkuatirkan.

Pantau terus perkembangan penderita dbd dengan memperhatikan gejala demam.

Gejala demam tinggi yang berlangsung tersebut sebagai upaya dari tubuh untuk mematikan virus dengue di dalam peredaran darah.

Upaya pertahanan diri ini dapat terjadi selama 2 hingga 7 hari ditandai dengan temperature tubuh dapat mencapai > 40° C. Selama proses mekanisme pertahanan sistem daya tahan tubuh melawan virus dengue berlangsung dapat menimbulkan dinding pembuluh darah rapuh. Kondisi tersebut harus kita cegah, jangan sampai pembuluh darah menjadi pecah.

Bagaimana caranya untuk menghindari kondisi tersebut ?

Yaitu dengan mengenali beberapa gejala fase demam dbd berikut ini :
  1. Peningkatan suhu tubuh meningkat secara dratis hingga mencapai > 40° dalam waktu kurang dari 24 jam
  2. Merasakan sakit kepala disertai dengan rasa sakit di daerah kening dan nyeri di belakang mata
  3. Nafsu makan menurun disertai mual dan muntah
  4. Tubuh terasa lemas tak bertenaga dan mata berkunang - kunang (tensi darah menurun)
  5. Terkadang disertai nyeri persendian dan otot 
  6. Dehidrasi berat
  7. Mata memerah
  8. Demam tinggi selama 2 - 7 hari
Beberapa tindakan pertolongan pertama pada penderita DBD jika terjadi demam tinggi yang dapat anda lakukan adalah memberikan obat penurun panas untuk menurunkan gejala demam dan memberikan pendampingan khusus dari anggota keluarga. Namun, kami tidak mengizinkan anda memberikan obat tersebut tanpa sepengetahuan dokter. Karena pemberian dosis obat penurun demam harus sesuai dengan kondisi kesehatan pasien, berat badan dan faktor lainnya.

Selain itu beberapa hal lainnya perlu anda lakukan adalah sebagai berikut :
  • Untuk menghindari dehidrasi berat, berikan minum kepada penderita sedikit demi sedikit. Jangan berikan minum dalam jumlah besar karena akan menimbulkan rasa mual dan muntah. Sangat dianjurkan untuk minum air jahe hangat dengan sedikit gula.

  • Berikan asupan makanan terdiri dari buah - buahan dan sayuran mengandung vitamin C dan zat besi (bukan dalam bentuk obat ataupun suplmenen). Tindakan ini bertujuan untuk meningkatkan sistem daya tahan tubuh penderita. 

  • Ada baiknya, asupan makanan tersebut dilunakkan terlebih dahulu. Untuk mempermudah organ pencernaan memprosesnya dengan cepat. Beberapa makanan yang sangat dianjurkan bagi penderita DBD antara lain daun pepaya dapat ditumis, bayam merah, wortel, jeruk sunkist, pepaya, jambu biji merah dan buah kiwi. Anda dapat membuat jus minuman segar dari buah - buahan tersebut, namun jangan berikan campuran gula sedikitpun.

  • Pemberian makanan lunak sangat dianjurkan untuk diberikan. Salah satunya adalah memberikan bubur kepada si penderita. Anda dapat membuat bubur nasi dengan campuran daun pandan dan sedikit garam (jangan terlalu asin). Hal ini bertujuan untuk merangsang nafsu makan si penderita dan mencegah muntah, campuran daun pandan dapat menghilangkan rasa mual.

  • Termometer sangat diperlukan untuk mengukur suhu tubuh setiap 2 - 3 jam sekali dengan tujuan memantau perkembangan kesehatan penderita.

  • Hindari penderita dari gigitan nyamuk dengan cara menggunakan kelambu di tempat tidur. Tidak diperbolehkan menggunakan obat nyamuk bakar ataupun semprot apalagi obat nyamuk elektrik karena tindakan tersebut dapat mengganggu pernafasan penderita. Pastikan ruangan tempat tidur memiliki sirkulasi udara yang bersih.

  • Selain pemberian obat penurun panas, pemberian kompres diluar tubuh sangat dianjurkan sebagai langkah pengobatan tradisonal untuk menurunkan panas. Anda dapat menggunakan daun dadap merah dicampur air bersih. Kemudian lumatkan dan celupkan handuk bersih ukuran kecil. Selanjutnya, peras dan kompres pada bagian kepala.
Terkadang, pada fase demam dapat menunjukkan gejala kegawatan yang cukup mengkuatirkan. Jika itu terjadi, pada tahapan ini disebut fase syok dbd (dengue shock syndrome).

Ditandai dengan ciri - ciri fase syok dbd sebagai berikut :
  1. Demam tinggi > 40° selama 2 - 3 hari pertama
  2. Tubuh terasa lemas tak bertenaga (selalu mengantuk) dan selera makan semakin menurun
  3. Badan mengeluarkan keringat dingin, terutama di bagian tangan dan kaki
  4. Muntah - muntah lebih dari 3 kali
  5. Nyeri perut teramat sakit, terkadang disertai buang air besar bewarna hitam
  6. Kejang - kejang
  7. Tidak buang air kecil selama 6 - 8 jam
  8. Pendarahan di hidung (mimisan) dan munculnya bercak merah di bagian tubuh tertentu
  9. Penurunan jumlah trombosit dalam waktu singkat hingga mencapai angka < 100.000/mikro liter darah. Proses ini dapat berlangsung selama 2 - 3 hari
Jika anda menemukan salah satu atau beberapa diantara gejala dbd tingkat kegawatan diatas, maka segeralah mengambil sebuah langkah medis untuk membawanya ke rumah sakit atau puskesmas terdekat dan tidak perlu menunggu gejala lainnya muncul.

Karena jika dibiarkan terlalu lama dalam fase syok dapat membahayakan jiwa si penderita. Kebocoran plasma darah mungkin saja terjadi, untuk itu rawat inap sangat diperlukan dan dokter akan memberikan cairan infus kepada si penderita. Selain itu, pengambilan sampel darah akan dilakukan untuk mengetahui jumlah trombosit, hematrokit, limfosit dan leukosit.

2. Fase Kritis Demam Berdarah Dengue 

Banyak orang menduga bahwa turunnya demam sebagai petanda penderita DBD sudah masuk ke tahapan penyembuhan.

Namun, perlu untuk diketahui bahwa menurunnya suhu tubuh patut kita curigai. Sebab, salah satu gejala pada fase kritis dbd adalah suhu tubuh menurun. Jika dibiarkan tanpa pertolongan medis, maka sangat membahayakan sekali. Karena dapat terjadinya pendarahan atau kebocoran plasma darah yang tidak terdeteksi secara kasat mata sehingga sewaktu - waktu dapat berpotensi mengancam jiwa.

Kebocoran plasma darah tersebut sangat berbahaya karena dapat menimbulkan gangguan peredaran darah yang membawa oksigen dan nutrisi makanan ke seluruh tubuh.

Untuk itu, perawatan di rumah sakit atau puskesmas harus segera diberikan.

Dokter akan memberikan cairan infus dan melakukan pemantauan secara intensif untuk memastikan penderita tidak mengalami kekurangan ataupun kelebihan cairan, dengan tujuan untuk menghindari sesak nafas dan penumpukan cairan di paru - paru.

Selain itu, pemeriksaan rutin secara berkala setiap beberapa jam sekali perlu dilakukan, seperti pemeriksaan tekanan darah, suhu tubuh, hematokrit (Ht) dan frekuensi nafas.

Kebocoran plasma darah tersebut sangat berbahaya karena dapat menimbulkan gangguan peredaran darah yang membawa oksigen dan nutrisi makanan ke seluruh tubuh.

Fase kritis demam berdarah biasanya terjadi pada hari ketiga atau kelima setelah terjadinya demam tinggi dan dapat berlangsung selama 24 hingga 48 jam.

Waktu ini sangat menentukan kondisi kesehatan penderita, jika si penderita berhasil melewati tahapan fase kritis ini maka ia akan memasuki fase tahap penyembuhan. Namun, jika tidak maka kemungkinan terburuk dapat terjadi seperti terjadinya kebocoran pembuluh darah hampir disetiap jaringan tubuh dan kondisi terburuk lainnya.

Beberapa gejala fase kritis dbd diantaranya sebagai berikut :
  1. Keluarnya bintik merah atau ruam pada kulit hampir diseluruh tubuh terutama di badan
  2. Mimisan berulang - ulang disertai pendarahan mulut kemungkinan besar dapat terjadi
  3. Pendarahan saluran cerna ditandai dengan rasa teramat sakit di bagian perut 
  4. Penurunan tekanan darah dan denyut nadi semakin lebih sempit, cepat dan melemah
  5. Suhu tubuh menurun ditandai dengan dinginnya tangan dan kaki
Kemungkinan lainnya yang dapat terjadi pada fase kritis adalah kekurangan cairan eletrolit natirum dalam darah (hiponatremi), kekurangan kadar glukosa dalam darah (hiperglikemia). gangguan keseimbangan asam basa cairan tubuh yang mengakibatkan pasokan oksigen ke seluruh tubuh menjadi terhambat dan terjadinya kondisi kekurangan elektrolit kalsium dalam darah (hipokalsemi).

Dalam kondisi tertentu (nilai Ht menurun, terjadinya pendarahan dan sebagainya), pemberian transfu$i darah biasanya akan diberikan.

Apa yang harus anda lakukan ?

Tetap tenang dan yakin bahwa dokter akan memberikan penanganan terbaik serta berikan pendampingan khusus sangat perlu anda lakukan agar pasien dapat melewati masa kritis.

Selain itu, anda dapat melihat kondisi kesehatan pasien dengan cara memantau keinginan dan jumlah buang air kecil. Jika penderita sering buang air kecil dan jumlahnya cukup banyak, kondisi ini merupakan tanda tanda demam berdarah mulai sembuh. Namun, pemberian infus akan tetap dilakukan hingga benar - benar pulih.

3. Fase Penyembuhan DBD

Banyak tanda - tanda yang dapat kita amati secara kasat mata jika seorang penderita dbd telah melewati fase kritis, diantaranya sebagai berikut :
  1. Frekuensi buang air kecil meningkat
  2. Tingkat kesadaran mulai meningkat disertai nafsu makan tampak membaik
  3. Suhu tubuh akan berangsur normal 
  4. Denyut nadi menguat
  5. Nyeri otot dan persendian disertai ruam merah pada kulit berangsur - angsur sudah mulai menghilang
  6. Perut kembung
Walaupun kesehatan penderita sudah mulai tampak membaik, perawatan medis masih tetap dilakukan untuk mempercepat proses pemulihan regenerasi sel tubuh. Beberapa tindakan medis akan dokter lakukan yaitu melakukan pemantauan melalui uji laboratorium untuk mengetahui jumlah trombosit, hematrokit dan sebagainya.

Jika keadaannya terus membaik, tindakan pelepasan cairan infus dapat dilakukan.

Pada tahapan fase penyembuhan demam berdarah, apa yang harus anda lakukan ? Memberikan dukungan semangat secara psikologis sangat penting sekali untuk anda berikan. Selain itu, beberapa hal yang perlu untuk anda lakukan antara lain :
  • Memberikan makanan bergizi tinggi, diutamakan makanan yang mudah dicerna oleh saluran pencernaan. Untuk itu pemberian bubur masih tetap dilakukan. Asupan makanan berupa bayam merah dan jus jambu biji merah tanpa gula dan biji sangat dianjurkan.serta sayuran dan buah - buahan lainnya. Hindari makanan berat seperti sate, makanan berminyak, teralu manis, asin atau asam, gorengan dan sebagainya.

  • Jaga cairan tubuh penderita dan pantau perkembangan tingkat keseringan buang air kecil

  • Keinginan besar terhadap sesuatu mungkin saja akan diungkapkan kepada pasien. Sebaiknya anda menuruti keinginan tersebut asalkan tidak akan memberikan dampak buruk bagi kesehatannya. Khusus untuk pasien anak - anak, memberikan mainan kesukaannya dirasa perlu untuk menunjang kesembuhannya. 
Sebagian besar mereka ketika telah berada di fase penyembuhan, maka dalam waktu 4 hingga 7 hari, ia sudah dikatakan sembuh. Istirahat total dan memberikan sejumlah asupan makanan bergizi turut menjadi point penting untuk menunjang kondisi kesehatan seorang penderita.

Siklus DBD

Perhatikan gambar fase demam berdarah di atas artikel ini. Jika kita perhatikan dari sisi tingkat perkembangan penyakit, fase demam berdarah seperti pelana kuda.

Di awal perkembangan penyakit, hari pertama hingga kelima suhu tubuh pasien dbd akan mengalami peningkatan dratis hingga mencapai > 40°. Namun, memasuki hari ke enam hingga ke tujuh suhu tubuh akan menurun. Penurunan suhu tubuh memiliki dua kemungkinan, pasien telah memasuki fase penyembuhan atau memasuki fase kritis. Sebagian besar penderita akan memasuki fase kritis. Kemudian di hari ketujuh hingga ke sepuluh, grafik panas tubuh akan kembali meningkat.

Jangan sampai kita terkecoh dengan siklus dbd terutama ketika suhu tubuh menurun.

Dengan pemberian istilah pelana kuda diharapkan masyarakat luas dapat memahami dengan mudah tingkat perkembangan penyakit dbd.

Penting untuk anda ketahui, gambaran klinis seperti apa yang telah kami sampaikan kepada anda terkadang jauh dari perkiraan.

Misalnya saja tentang jangka waktu tiap fase yang akan dialami oleh penderita terkadang dapat berjalan sangat cepat ataupun lambat. Ada yang mengalami masa demam lebih pajang hingga 4 hingga 5 hari. Namun, ada pula dalam waktu 3 hari penderita telah memasuki fase kritis. Untuk mencegah segala kemungkinan terburuk yang akan dihadapi, kepekaan anda dalam memperhatikan setiap perkembangan yang terjadi pada si penderita sangat menentukan kesembuhan lebih cepat.

Share on Facebook
Share on Whatapps
Share on Line

Related : √ 3 Fase DBD dan Pertolongan Pertama Yang Harus Dilakukan

0 komentar: