Gejala penyakit merupakan media kesehatan online terpecaya di Indonesia yang memberikan informasi tentang penyakit dan obatnya serta tips kesehatan.


14 Penyebab Gusi Bengkak dan Sakit Disertai 8 Pencegahan

Admin sendiri pernah merasakan sakitnya disaat gusi mengalami pembengkakan. Seperti :
  1. Sulit untuk berbicara
  2. Tidak nafsu makan dikarenakan membuka mulut saja terasa sakit apalagi untuk mengunyah makanan
  3. Bawaannya mudah emosi
  4. Merasakan sakit sampai ke leher
  5. Bau mulut yang menyengat dan 
  6. Tidur tidak nyenyak karena menahan rasa nyeri berdenyut. 
Tentu saja, rasa sakit ini sangat menyiksa dan mengganggu aktivitas kita dalam keseharian.

Bagaimana dengan anda, apakah pernah mengalami masalah kesehatan gusi bengkak seperti yang pernah admin rasakan ?

Gusi bengkak dapat terjadi oleh siapa saja dan memiliki ragam keluhan. Bahkan, terkadang mereka mengalami gusi bengkak tapi tidak sakit. Sepertinya, hampir semua orang pernah merasakannya, apalagi jika disertai dengan kebersihan gigi dan mulut seseorang kurang terjaga dengan baik. Sangat rentan mengalami radang gusi.

Hal tersebut disebabkan oleh pertumbuhan bakteri dan kuman di dalam rongga mulut berkembang biak lebih cepat. Pada umumnya, kejadian ini merupakan penyebab utama dan menjadi permasalahan kebanyakan orang yang mengunjungi dokter gigi.

Sebagai tanda - tanda awal pembengkakan gusi, biasanyaa bagian gusi akan memerah dan berdarah ketika menyikat gigi.

Kenapa gusi bisa bengkak ? Bagaimana cara menyembuhkan gusi bengkak ? Diantara penyebab gusi bengkak sering anda lakukan ! Ketahui juga pencegahannya.
Gambar Gusi Bengkak

Penyebab Gusi Bengkak dan Sakit :

1. Timbunan Plak Pada Gigi

Adanya plak, karang gigi atau gigi berlubang berkemungkinan besar menimbulkan infeksi atau peradangan pada gusi. Kebanyakan pasien ketika berkunjung ke dokter gigi, mengeluhkan gusinya sakit. 

Hal ini merupakan faktor utama munculnya pembengkakan. Tindakan yang perlu dilakukan terlebih dahulu adalah menghilangkan rasa sakit. Barulah kemudian membersihkan plak dan karang gigi, menambal atau mencabut gigi berlubang.

Kemudian, tindakan pencegahan selanjutnya adalah menyikat gigi secara teratur dan benar (tidak dianjurkan sehabis makan untuk menyikat gigi. 

Tunggulah sekitar 20 menit barulah menyikatnya, itu dikarenakan perubahan suhu akan menimbulkan keropos pada gigi dan menimbulkan lubang kecil serta penipisan enamel gigi), kumur - kumur setelah makan dengan tujuan untuk menghilangkan kotoran disela - sela gigi, membersihkan gigi dengan benang gigi dan kunjungi dokter gigi selama 6 bulan sekali. 

2. Gigi berlubang

Pembengkakan gusi yang terjadi dikarenakan gigi berlubang biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri atau kuman pada saluran akar gigi. Dalam istilah kedokteran kondisi ini disebut sebagai abses gigi.

Sebagai bentuk perlawanan terhadap bakteri dan kuman, sistem kekebalan tubuh akan bekerja. Apabila sistem imun lemah, pembengkakan pun dapat terjadi.

Gigi berlubang pun dapat melukai gusi karena permukaan gigi yang tajam. Disaat kita mengunyah makanan atau sedang berbicara, bisa saja gusi tak sengaja tergigit.

Jika terdapat lubang pada gigi anda, segera ambil tindakan untuk mengatasinya, gigi sebaiknya dicabut atau ditambal, dokter gigi akan melakukan pemeriksaan terlebih dahulu,

Jika gigi anda masih dapat diselamatkan sebaiknya dilakukan tindakan penambalan gigi, perawatan akar gigi atau pembuatan mahkota gigi. Jika tidak memungkinkan untuk dipertahankan, sebaiknya dicabut untuk mencegah infeksi berlarut - larut yang dapat menimbulkan penyakit serius jika dibiarkan.

3. Tambalan Gigi

Gusi bengkak juga dapat terjadi setelah tambal gigi.

Itu dikarenakan, sebelum gigi ditambal biasanya gokter gigi akan memberisihkan daerah sekita gigi. Ada kemungkinan gusi anda sensitif dengan cairan pembersih yang diberikan saat berkumur - kumur atau karena peralatan dokter gigi menyentuh bagian gusi.

Sebagai tindakan pencegahan, sikatlah gigi secara teratur dan lakukan dengan benar hingga ke sela – sela gigi. Gunakan benang gigi untuk membersihkan “tahi gigi” yang menyelip di gigi serta gunakan sikat gigi berbulu lembut. Selanjutnya, lakukan pemeriksaan gigi anda ke dokter gigi minimal 6 bulan sekali.

4. Cara Menyikat Gigi Tidak Benar

Menyikat gigi terlalu keras juga dapat menimbulkan gusi bengkak. Produk sikat gigi yang anda gunakan berkemungkinan besar turut mempengaruhi. Bulu sikat yang keras atau sikat gigi ukurannya terlalu besar sebaiknya tidak anda gunakan karena akan menimbulkan iritasi dan luka saat menyikat gigi.

Gunakan produk sikat gigi berbulu lembut dan memiliki ukuran tidak terlalu besar.

Disamping itu, cara menyikat gigi juga harus benar.

Sikatlah secara perlahan - lahan dan tidak menekannya terlalu keras karena akan membuat tipis enamel gigi. Sikat hingga ke sela - sela bagian gigi untuk menghindari adanya sisa makanan yang masih menempel. Karena jika tidak bersih, akan menimbulkan plak atau karang gigi dalam waktu tertentu.

5. Penggunaan Obat Kumur dan Pasta Gigi

Tidak semua orang cocok dengan semua jenis produk obat kumur dan pasta gigi.

Mungkin hanya produk tertentu saja yang cocok. Obat kumur memang membuat nafas menjadi segar, namun jika penggunaannya terlalu sering justeru akan menimbulkan permasalahan lainnya seperti iritasi pada gusi.

Iritasi semacam ini dapat menimbulkan pembengkakan. Begitu juga dengan produk pasta gigi, sebaiknya carilah pasta gigi dengan kandungan sedikit busa.

6. Kekurangan Vitamin C dan D

Penyebab ini sudah jelas. Dikarenan kedua vitamin akan memainkan perannya untuk melakukan pemeliharaan dan perbaikan gigi dan gusi.

Biasanya disertai dengan sariawan pada bibir atau gusi. Anda dapat mengkonsumsi makanan sehat yang kaya akan serat atau buah buahan yang mengandung banyak vitamin C seperti jeruk, lemon dan sebagainya.

7. Seorang Perookok

Seorang perokook cenderung memiliki peluang lebih besar mengalami pembengkakan pada gusi.

Mengapa ?

Kebanyakan gigi mereka dapat dipastikan memiliki plak atau karang gigi. Mungkin ini disebabkan asap yang terhisap berasal dari zat nikootin disertai sisa makanan yang menempel pada gigi. Selain juga tampak menghitam di bagian sela - sela.

Jika anda masih merookk, dipastikan permasalahan kesehatan gigi dan mulut tidak akan tuntas, bahkan menimbulkan permasalahan kesehatan lainnya.

8. Stuktur Gigi Tidak Teratur

Gigi yang tumbuh secara tidak teratur kerap kali menyebabkan gusi bengkak. Ini dikarenakan disaat kita makan terkadang mengakibatkan tergigit secara tidak sengaja.

Biasanya dapat menimbulkan sariawan pada bibir atau gusi.

9. Penggunaan Kawat Gigi atau Behel

Anda harus menjaga kebersihan rongga mulut jika menggunakan kawat gigi atau behel. Jika tidak, pertumbuhan kuman dan bakteri dapat berkembang dengan cepat disela - sela behel. Selain itu, pemasangan kawat gigi atau behel terlalu rapat akan menimbulkan tekanan terhadap gusi.

Bila ini dibiarkan, gusi pun akan mengalami pembengkakan.

Untuk itu, sebelum dilakukannya pemasangan, anda harus mengatakan kepada dokter gigi bahwa ada tekanan yang terjadi pada gusi, katakan juga bahwa anda tidak merasa nyaman. Hingga anda merasa nyaman.

10. Gingivitis

Penyebab gusi bengkak selanjutnya adalah Gingivitis adalah kondisi dimana gusi mengalami pembengkakan berisikan cairan darah atau nanah. Hal ini disebabkan oleh infeksi kuman dan bakteri. Tidak lain penyebabnya adalah timbunan plak, karang gigi atau gigi berlubang.

Apabila gingivitis terjadi pada akar gigi, hal ini cukup berbahaya karena bakteri mulut dapat masuk ke jantung melalui aliran darah.

Selain dapat menimbulkan rasa sakit yang berdenyut, efek lainnya akan menimbulkan sistem kekebalan tubuh menurun. Kemudian kuman dan bakteri akan ikut bersamaan dengan aliran pembuluh darah.

Tindakan yang perlu anda lakukan jika pembengkakan gusi sudah mengeluarkan cairan nanah, maka anda harus segera ke dokter gigi untuk dilakukannya pembedahan. Tak perlu kuatir dan takut. Pembedahan dilakukan menggunakan obat bius lokal untuk mengeluarkan nanah. Kemudian dokter akan memberikan obat untuk mengatasi infeksi lebih lanjut.

Jika nanah berasal dari gigi yang berlubang sudah terlalu parah. Sebaiknya dilakukan pencabutan. Untuk menghindari pembengkakan gusi terjadi lagi.

11. Faktor Kehamilan

Faktor ini hanya terjadi pada wanita saja. Pada masa kehamilan terkadang menimbulkan kondisi hormon tidak stabil. Jika hormon mengalami peningkatan, maka akan menimbulkan aliran darah menuju gusi akan meningkat yang dapat menimbulkan gusi mudah mengalami iritasi.

Perubahan hormon pada wanita juga akan mempengaruhi sistem daya tahan tubuh.

Apabila sitem daya tahan tubuh melemah, bakteri dan kuman yang ada dirongga mulut akan lebih cepat mengalami pertumbuhan.

Selain itu, masa kehamilan juga sangat rentan dengan kekurangan nutrisi, karena seorang wanita harus membagi dua sari makanan yang ia konsumsi kepada janin yang dikandungnya. Untuk itu, bagi seorang wanita hamil adalah wajib mengkonsumsi makanan dan minuman yang mengandung gizi seimbang untuk menjaga agar daya tahan tubuh tidak menurun.

Sehingga, resiko pembengkakan gusi pun dapat berkurang.

12. Tumbuh Gigi dan Gingsul

Pertumbuhan gigi juga turut mempengaruhi penyebab gusi menjadi bengkak. Biasanya dialami oleh anak - anak yang baru mengalami proses pertumbuhan gigi dan orang dewasa yang mengalami pertumbuhan gigi geraham bungsu. Atau mereka yang mengalami pertumbuhan gigi secara abnormal.

Terkadang munculnya “gingsul” juga akan meningkatkan faktor resiko. Namun, tidak semuanya. Struktur gigi yang tidak rapi juga mempengaruhi.

13. Sistem Imun Menurun

Sistem kekebalan tubuh menurun dapat dipicu oleh banyak hal diantaranya mengkonsumsi makanan dan minuman tidak sehat, merookok, mengkonsumsi alhokol, pola makan tidak teratur hingga stres.

Sistem imun memegang peranan teramat penting untuk menjaga stabilitas kesehatan tubuh kita termasuk menekan angka pertumbuhan bakteri dan kuman berbahaya di dalam mulut.

14. Petanda Gejala Penyakit Serius

Satu atau dua kali mengalami pembengkakan pada gusi mungkin suatu hal biasa. Walaupun biasa, permasalahan ini janganlah dianggap remeh. Karena dapat menimbulkan rentetan penyakit baru yang akan timbul.

Misalnya saja, gusi bengkak disebabkan oleh gigi berlubang.

Jika gigi berlubang dibiarkan, kuman dan bakteri akan masuk ke dalam pembuluh darah besar dan menyerang jaringan limfa. Kita ketahui bersama, jaringan limfa (jaringan kelenjar getah bening) diibaratkan seperti pabrik yang menghasilkan jutaan sel daya tahan tubuh. Ada kemungkinan kuman dan bakteri akan menyerang jaringan ini jika gigi berlubang yang sudah infeksi dibiarkan dalam jangka waktu yang panjang.

Sering mengalami pembengkakan pada gusi dapat dikatakan, seseorang tersebut mengalami gejala penyakit tertentu seperti terinfeksi virus herpes atau gejala kanker mulut atau lidah. Namun, anda tak perlu kuatir dengan ini, perlu dilakukan pemeriksaan medis lebih lanjut untuk memastikan semuanya. Untuk itu, jangan anggap remeh setiap gejala penyakit yang timbul walaupun hanya bersifat ringan sekalipun.

Tips Mencegah Gusi Bengkak

Mengenai langkah - langkah mencegah gusi bengkak agar anda tidak mengalami permasalahan pembengkakan pada gusi atau untuk mencegah pembengkakan gusi terulang kembali, sangat sederhana saja. Yang perlu anda lakukan adalah sebagai berikut :
  1. Setelah makan, lakukan kumur - kumur untuk membuang sisa - sisa makanan yang menempel pada sela - sela gigi
  2. Menggosok gigi minimal dua kali dalam sehari. Lakukan dengan cara benar dan gunakan produk sikat gigi berbulu lembut. Gunakan juga produk pasta gigi disesuaikan dengan kondisi gusi dan gigi anda. Apabila hendak menggunakan obat kumur, cukup satu kali pemakaian dalam sehari, karena pada umumnya obat kumur seringkali menimbulkan iritasi pada rongga mulut terutama gusi
  3. Jika gigi terdapat plak atau karang gigi, anda dapat mencoba tips dari kami mengenai cara memberihkan karang gigi secara alami. Atau kunjungi dokter gigi, katakan bahwa anda akan melakukan perawatan gigi untuk membersihkan plak dan karang gigi
  4. Gunakan benang gigi setelah makan untuk menghindari terbentuknya plak dan karang gigi
  5. Segera berhenti merookok dan mengkonsumsi alhokol
  6. Mengkosumsi makanan dan minuman dengan gizi seimbang, khusus untuk wanita hamil hal ini adalah wajib dilakukan. Cara ini akan menjaga stabilitas sistem daya tahan tubuh dan membantu kesehatan janin bagi wanita hamil
  7. Rutin melakukan pemeriksaan ke dokter gigi minimal dalam waktu 6 bulan sekali
  8. Menghindari stress
Demikianlah artikel tetang penyebab gusi bengkak serta tindakan pencegahan ini kami tulis sebagai informasi untuk anda. Jika gusi anda bengkak tak tertahankan, gunakan cara menyembuhkan gusi bengkak pada tautan tersebut.

Share on Facebook
Share on Whatapps
Share on Line
Tags :

Related : 14 Penyebab Gusi Bengkak dan Sakit Disertai 8 Pencegahan

0 komentar: