Gejala penyakit merupakan media informasi kesehatan No.1 di Indonesia yang memberikan informasi akurat tentang penyakit dan obatnya serta ragam tips kesehatan.


√ Aturan dan Cara Minum Air putih Yang Baik dan Benar

Ketika tubuh kehilangan cairan melalui pori - pori tubuh, saluran kemih dan saluran pembuangan lainnya berupa keringat, air seni, kotoran dan sebagainya, maka seketika itu juga tubuh memerlukan cairan pengganti untuk menjaga sistem metabolisme tubuh agar tetap dapat berjalan normal untuk dipergunakan mengatur kelancaran peredaran darah, mengatur tingkat kekentalan darah, kondisi panas tubuh, menjaga kelembaban jaringan, meningkatkan kinerja darah untuk mengangkut suplai oksigen ke seluruh tubuh dan sebagainya. 

Jika tubuh kita kekurangan cairan, maka sudah dipastikan kinerja organ tubuh kita akan terganggu.

Cairan tubuh yang hilang tersebut dapat digantikan dengan cara mengkonsumsi air yang sehat dan menyegarkan. Seperti air kelapa, air mineral, air putih dan sebagainya.

Namun, dengan catatan air tersebut tidak mengandung unsur logam, senyawa kimia, pengawet ataupun zat kimia lainnya yang berbahaya. Air putih tentu saja menjadi suatu pilihan terbaik jika diharuskan memilih dari air kopi, teh, air yang dikemas di dalam botol dan sebagainya.

Minum air putih 8 gelas perhari dikatakan oleh Dr. Margaret McCartney kuranglah tepat. Berlebihan mengkonsumsi air juga dapat membahayakan. Pastikan anda mengetahui kebutuhan air yang sesuai aturan dan kebutuhan tubuh. Karena setiap tubuh satu dengan yang lainnya, kebutuhan airnya juga berbeda.

Banyak orang mengatakan, yang mana hal ini mungkin sudah menjadi suatu pemahaman umum yang beredar luas dimasyarakat kita saat ini, jika sedang sakit panas atau demam cobalah perbanyak minum air putih.

Lantas kata "banyak" disini seberapa banyak takaran yang tepat ?

Selain itu, adapula yang mengatakan, konsumsi minum air putih itu paling tidak 8 gelas dalam sehari atau setara dengan 2 liter per hari.

Benarkah ?

Namun, apakah setiap umur harus mencukupi kebutuhan air dalam jumlah demikian ? Bagaimana dengan anak - anak, apakah 8 gelas perhari harus terpenuhi ? Takaran gelas yang dimadsud, berapa banyak ?

Dampak Buruk Minum Air Putih Jika Berlebihan

Manfaat minum air putih akan dirasakan ketika mengkonsumsinya secara benar dan sesuai dengan kebutuhan tubuh. Minum air putih dengan ukuran 8 gelas perhari dirasa belumlah tepat. Itu dikarenakan antara satu orang dengan orang lainnya tidak dapat disamakan. Karena kebutuhannya berbeda - beda. Tak dapat disamakan baik yang usia muda ataupun tua, takaran yang pas adalah 8 gelas perharinya.

Jika tidak sesuai dengan kebutuhan atau aturan yang benar, maka mengkonsumsi air putih berlebihan juga dapat menimbulkan efek negatif bagi kesehatan tubuh kita.

Berikut adalah bahaya minum air putih tidak sesuai aturan :

1. Mempercepat Penurunan Fungsi Ginjal

Kita ketahui bersama, bahwasanya ginjal adalah organ vital ditubuh kita. Organ ini mempunyai banyak sekali fungsi begitu kompleks dan berperan sangat aktif bagi tubuh salah satunya adalah sebagai organ penyaring.

Penyaring dari apa ?

Menyaring dari zat - zat berhaya di dalam tubuh atau racun - racun berasal dari hasil metabolisme tubuh kemudian mengeluarkannya melalui saluran pembuangan berupa urine.

Kami kutip dalam situs health.liputan6.com, dalam sebuah buku berjudul "Air Bagi Kesehatan" yang ditulis oleh Budi Iman Santoso, Hardinsyah, Parlindungan Siregar, Sudung O Pardede, mereka adalah ahli kesehatan menyampaikan "sejauh ini belum ada data mengenai batas aman atas atau batas maksimal tentang kebutuhan air pada orang sehat.

Namun, perlu diperhatikan, pada pengidap penyakit tertentu, mengkonsumsi air perlulah di batasi"

Penyakit tersebut antara lain penyakit ginjal kronik, kadar albumin dalam serum yang rendah, gagal jantung dan menimbulkan peningkatan hormon ADH (hormon yang mengatur kadar air dalam tubuh) yang otonom pada SIADH (Syndrome of Inappropriate ADH Secretion).

Di dalam buku tersebut, mereka juga mengatakan pemberian air yang berlebih akan menimbulkan osmolalitas urin lebih rendah dari osmolalitas plasma. Jika ini terjadi akan berdapampak pada percepatan penurunan laju Filtasi Glomerulus atau LFG dengan kata lain, akan mempercepat penurunan fungsi ginjal seseorang.

2. Waspadai Hiponatraemia dan Pembengkakan Sel

Perlu diperhatikan, setiap usia membutuhkan air dalam jumlah dan takaran yang berbeda - beda. Begitu juga dengan orang satu dengan lainnya, tak dapat disamaratakan kebutuhan mengkonsumsi air ini. Masih membahas tentang apa yang diteliti oleh Siregar dkk yang dikupas di dalam buku tersebut, asupan air berlebih tidak dianjurkan untuk usia lanjut.

Asupan air yang diminum pada usia lajut dengan ukuran lebih dari 1.500 ml/hari akan memicu potensi hiponatremia pada usia lanjut. Akibatnya, dapat menurunkan kesadaran, gejala kejang - kejang hingga berdampak buruk yakni kematian.

Pada dasarnya setiap diri dalam tubuh kita terdapat natrium atau kadar garam. Ambang batas kadar natrium dalam tubuh berada diangka 135 - 148 mEq/liter. Natrium dalam tubuh kita ini merupakan mineral elekrolit berfungsi untuk mengatur jumlah kadar air yang ada di dalam dan di sekitar sel - sel tubuh. Apabila, air yang kita konsumsi terlalu banyak, maka natrium dalam tubuh akan menjadi encer. Secara tidak langsung, tingkat kekentalan darah pun akan terganggu.

Jika kondisi ini terjadi, ginjal dapat bekerja lebih ekstra dan berkemungkinan besar ginjal tak mampu untuk memfilter dengan cepat. akhirnya darah akan mengalami kekurangan natrium.

Kondisi seperti inilah yang dinamakan hiponatraemia

Kekurangan natrium dalam tubuh juga dapat menimbulkan penurunan pada tingkatan volume darah yang berdampak pada tekanan darah juga akan mengalami penurunan. Kemudian, secara bersamaan denyut jantung akan berdetak cepat. Akibatnya cairan dalam tubuh meningkat dan dapat menimbulkan pembengkakan sel.

3. Menimbulkan Keracunan Air

Kondisi ini dapat terjadi apabila seseorang mengkonsumsi air sudah berada dilevel batas normal dan terkesan memaksakan diri untuk minum. Kondisi keracunan air pernah terjadi seperti yang di alami oleh Jennifer Strange seorang wanita berusia 28 tahun dari California Amerika Serikat. 

Dalam kasusnya, pada tahun 2007, ia meninggal setelah minum air dengan jumlah sebanyak dua (2) galon air atau setara dengan minum 7,6 liter air pada kontes minum air yang disponsori oleh sebuah radio lokal California. Dari hasil outopsi memberikan hasil lab menyatakan ia terlalu banyak minum berakibat pada nutrisi di dalam tubuhnya menjadi larut.

Aturan Minum Air Putih

Memang benar adanya, kurang minum air putih dapat menimbulkan dehidrasi atau kekurangan cairan dalam tubuh. Bukan hanya itu saja, kurang minum air putih juga dapat menimbulkan tubuh menjadi lemas tak bertenaga, pusing kepala, kulit terasa kering bahkan dapat menimbulkan infeksi saluran kantung kemih. 

angan sampai, persepsi yang salah dapat menimbulkan efek buruk bagi kesehatan. Tentu, kita semua tidak menginginkan hal ini terjadi.

Setelah membaca dengan saksama, kita ketahui bersama bahwa minum air juga memiliki aturan tersendiri. Kurang tepat jika kita mengatakan "perbanyak minum air putih", Namun, kita tak mengatakan seberapa banyak air yang diminum.

Jangan sampai, kesalahan persepsi dapat menimbulkan efek buruk bagi kesehatan. Tentu, kita semua tidak menginginkan hal ini terjadi.

Seorang ahli kebugaran tubuh bernama  Dalton Wong mengatakan, angka - angka yang menyebutkan jumlah takaran air yang harus tepenuhi setiap harinya tersebut bukanlah menjadi patokan utama dan sebetulnya tidaklah pasti. Karena kebutuhan cairan tubuh setiap manusia itu berbeda - beda, tak dapat disamaratakan. Harus memperhatikan beberapa hal antara lain :
  • Melihat aktivitas orang tersebut
  • Seberapa sering orang tersebut minum kopi atau minuman lainnya yang bukan air puth
  • Berapa banyak jumlahnya orang tersebut makan sayur atau buah yang mengandung air
Jadi, jika melihat aturan ini, seseorang pekerja kantoran dengan pekerja tambang pasir tentu saja kebutuhan jumlah cairan dalam tubuhnya berbeda. Sehingga, assupan airnya juga tak dapat disamakan. 

Selain itu Dr. Margaret McCartney merupakan kontributor di British Medical Journal mengatakan, minum air putih 8 gelas perhari atau setara dengan 2 liter perhari itulah kurang akuran dan tidak tepat.Ia juga mengatakan, manusia itu memiliki sistem psikologis yang hebat dan sensitif yaitu dengan rasa haus. Jadi, rasa haus ini dapat kita jadikan indikator bahwa tubuh sedang memerlukan cairan atau air.

Jika anda ingin mengetahui seberapa banyak air yang harus anda minum setiap harinya, dapatlah mengikuti petunjuk rumus perhitungan berikut ini yaitu : "Berat Badan (Kg) x 0,03 = ... Liter"

Namun aturan ini janganlah dibuat kaku, sebenarnya kondisi tubuh kita sendirilah yang mengetahui berapa banyak jumlah air yang harus kita penuhi.

Dengan mengkonsumsi buah, sayuran dan minuman sehat lainnya seperti air kelapa dan lainnya, jangan kuatir kebutuhan cairan tubuh tidak terpenuhi. Disisi lain, rumus tersebut juga dapat kita jadikan patokan untuk mengukur batas normal air yang harus kita penuhi.

Share on Facebook
Share on Whatapps
Share on Line
Tags :

Related : √ Aturan dan Cara Minum Air putih Yang Baik dan Benar

0 komentar: