Gejala penyakit merupakan media informasi kesehatan No.1 di Indonesia yang memberikan informasi akurat tentang penyakit dan obatnya serta ragam tips kesehatan.


8 Jenis Makanan Pengganti Nasi Untuk Penderita Diabetes

Pentingnya hormon insulin sangat dibutuhkan bagi pasien diabetes untuk mengendalikan kadar gula darah dalam tubuh agar berada pada kondisi normal. Tanpa bantuan hormon ini, glukosa dalam darah akan menumpuk padahal sel-sel diseluruh tubuh membutuhkannya. Akibatnya tubuh akan selalu kekurangan energi kemudian akan merangsang otak dan akan menimbulkan rasa lapar. 

Jika hal tersebut sudah terjadi, apa saja yang dikonsumsi oleh penderita diabetes akan membuat kadar gula darah semakin tinggi tak terkendali. Terutama makanan dengan kadar tinggi glikemiks.

Ini cukup mengkuatirkan jika berlarut-larut dibiarkan, karena akan berdampak serius bagi organ tubuh penderita diabetes lainnya terutama organ pankreas.

Salah satu solusi untuk menghindari penyakit diabetes adalah mengkonsumsi makanan pengganti nasi atau makanan dengan kadar gula rendah berada diangka indeks glikemik di bawah 55 per 100 gram. Acuan ini kami kutip berdasarkan hasil penelitian dari Marsono dkk (2002). Sedangkan, nilai IG sedang berada di angka 55 - 70 selebihnya IG tinggi.

Salah satu solusi untuk menghindari penyakit diabetes adalah mengkonsumsi makanan pengganti nasi atau makanan dengan kadar gula rendah berada diangka indeks glikemik di bawah 55 per 100 gram.

Makanan Pengganti Nasi 

Makanan yang memiliki angka Indeks Glikemik (IG) rendah akan diserap tubuh menjadi gula darah dengan proses cukuplambat. Ini memungkinkan untuk melakukan pengontrolan gula darah. Salah satu makanan dengan IG tinggi adalah nasi dengan angka 89 per 150 gram. Padahal nasi adalah makanan pokok bagi masyarakat kita pada umumnya. Sehingga, sulit sekali untuk menghindarinya. 

Bagi anda penderita diabetes, tak perlu kuatir untuk mencari makanan pengganti nasi. Karena, ada banyak sekali bahan makanan yang dapat anda konsumsi dengan mudahnya didapatkan disertai harga terjangkau. Apa saja, anda dapat membacanya lebih lanjut informasi di bawah ini :

1. Ketela Rambat (Ubi Jalar)

Ubi Jalar memiliki kadar IG 54 cukup memenuhi syarat jika dikonsumsi oleh penderita diabetes. Selain itu, ia juga mengandung antioksidan dan zat karotenoid. Fungsi zat ini dapat membantu dalam mengatur tingkat gula darah di dalam tubuh. Tinggi akan serat, mengandung beta-karotein, vitamin A C dan E, kalsium, magnesium, B2 dan B6 yang membantu menstabilkan sistem kekebalan tubuh.

Ketela atau ubi jalan sangat baik untuk anda jadikan sebagai makanan karbohidrat pengganti nasi. Ada 3 jenis ubi jalar yang dapat dikonsumsi seperti ubi jalar putih, ubi jalar kuning dan ubi jalar ungu. Namun, dianjurkan bagi anda untuk mengkonsumsi ubi jalar bewarna ungu karena kandungan nutrisinya sangat tinggi apabila dibandingan dari jenisnya.

2. Beras Merah

Banyak sekali varietas beras beredar di pasaran saat ini dengan harga dan ragam kualitas. Namun, tak semuanya dapat dikonsumsi oleh penderita diabetes. Tetapi, ada jenis beras putih yang dapat dikonsumsi oleh penderita diabetes. Namun, harus memperhatikan varietas dan kadar IG di dalamnya. Beras merah dapat menjadi pilihan untuk anda konsumsi. Cukup aman jika dikonsumsi dalam batasan normal. Dengan syarat IG kurang dari 50.

Pigmen antosianin yang melapisi endosperm pada beras, dapat mencegah terjadinya komplikasi serius bagi pasien diabetes dengan cara menngurangi kolagen yang tidak normal pada pembuluh darah dan mencegah terjadinya resistensi insulin.

Walaupun ada beberapa varietas beras cukup aman dikonsumsi oleh pasien diabetes, tetap saja dalam hal takaran nasi putih untuk penderita diabetes harus dibatasi jumlahnya. Anda dapat melihat tabel di bawah ini. Sebaiknya, pasien diabetes jika ingin mengkonsumsi beras maka pilihlah varietas dengan kadar indeks glikemiks di bawah 50 hanya untuk makan pagi atau makan siang saja.

Anda dapat melihat Indeks Glikemik beras varietas lainnya pada tabel berikut ini :


No
Varietas Kadar Amilosa % Indeks Glikemik Keterangan
1 Cisokan 26,7 34 Rendah
2 Margasari 25,0 39 Rendah
3 IR36 27,3 45 Rendah
4 Logawa 25,5 49 Rendah
5 Martapura 26,4 50 Rendah
6 Air Tenggulang 28,6 50 Rendah
7 Batang Lembang 25,6 54 Rendah
8 Ciherang 22,9 54 Rendah
10 Aek Sibundong 22,0 56 Rendah
11 IR42 26,3 58 Sedang
12 Beras Taj Mahal 28,0 60 Sedang
13 Cigeulis 21,1 64 Sedang
14 IR64 24,0 70 Sedang
15 Batang Piaman 29,4 71 Tinggi
16 Setail 7,7 74 Tinggi
17 Ketan Putih 7,5 79 Tinggi
18 Ciliwing 26,2 86 Tinggi
19 Mekongga 23,1 88 Tinggi
20 Sintanur 15,4 91 Tinggi
21 Cilebas 19,8 95 Tinggi
22 Gilirang 16,6 97 Tinggi
23 Bengawan Solo 17,2 106 Tinggi
24 Ciasem 7,3 130 Tinggi

3. Talas

Sebutan lainnya adalah keladi merupakan salah satu tumbuhan penghasil umbi. Ia dapat dijadikan sebagai sumber karbohidrat dengan IG di bawah normal yakni 54. Setiap 100 gram talas mengandung fosfor 61 mg, vitamin B1 0,13 mg, kalori 142 kkal, vitamin C 2 mg dan protein 1,9 mg. Talas juga baik untuk penderita penyakit jantung dan kolesterol. Jika ingin mengkonsumsinya sangat dianjurkan hanya merebus atau mengukusnya saja.

4. Jagung

Jagung memiliki IG sebesar 56, masih cukup aman dikonsumsi oleh pasien diabetes selama memenuhi aturan jadwal mengkonsumsnya. Namun, varietas jagung manis tak cocok bagi seorang diabetes. Anda dapat mengolah jagung sebagai sumber karbohidrat dengan cara di kukus.

Dalam 100 gram jagung memiliki kandungan karbohidrat 73.7 gr, kalori sebesar 255 kkal,fosfor 256 mg, protein 9.2 gr, lemak 3.9 gr, kalsium 10 mg, dan vitamin B1 0.39 gram

5. Sorgum

Cukup sulit menemukan makanan ini karena biasanya hanya ditemukan didaerah tertentu, seperti wilayah bagian timur Indonesia yakni Sulawesi. Sorgum memilki karbohidrat tinggi diangka 70,7 dalam setiap 100 gram serta memiliki Indeks Glikemik cukup rendah. Selain kecukupan karbohidrat kompleks, sorgum cukup baik untuk memenuhi makanan pengganti nasi dan dilengkapi nutrisi lainnya serta antioksidan, anti kanker dan anti tumor.

6. Oatmeal

Oatmeal adalah sereal sehat terbuat dari bahan baku berupa gandum utuh. Kandungan indeks glikemiks pada oatmeal sebesar 55. Termasuk dalam katagori rendah, sehingga aman dikonsumsi bagi anda penderita diabetes. Sereal sehat ini kaya akan kandungan protein nabati dan serat. Dalam 100 gram oatmeal mengandung 13 gram protein nabati, 10 gram serat dan sisanya terdiri dari kalori, vitamin B1, vitamin B5, vitamin B6, asam folat, zat besi dan mineral lainnya.

Oatmeal dapat anda jadikan sebagai menu makanan pokok pengganti nasi terbaik. Karena dapat memberikan rasa kenyang cukup lama, apalagi kelengkapan nutrisi padanya cukup lengkap. Cocok untuk dijadikan sebagai menu sarapan ataupun makan malam anda.

7. Kinoa atau Quinoa

Quinoa termasuk ke dalam katagori tumbuhan biji - bijian, sama seperti jagung dan gandum. Kinoa cukup aman dikonsumsi bagi penderita diabetes, penyakit jantung dan penderita stroke karena memiliki kandungan indeks glikemiks sebesar 53. Cukup aman untuk dikonsumsi dan anda tidak perlu kuatir dengan lonjakan gula darah.

Selain itu, kinoa mengandung kadar gizi sangat banyak seperti kalori, protein, karbohidrat kompleks, serat, omega 3, omega 6 dan nutrisi penting lainnya. Sumber penelitian mengatakan bahwa kinoa dapat dijadikan sumber terbaik untuk menggantikan nasi putih dan lebih baik dari jagung.

8. Buah dan Sayuran

Penderita diabetes wajib menjalani diet diabetes secara ketat untuk mengontrol kadar gula darah. Salah satu makanan utama yang dapat dijadikan sebagai menu diet tersebut terdapat pada buah dan sayuran. Namun, perlu untuk anda ketahui bahwa tak semua jenis buah dan sayuran baik bagi penderita diabetes. Karena sebagian darinya memiliki kandungan tinggi kadar gula.

Beberapa jenis buah untuk diabetes diantaranya jeruk, buah pir, kiwi, ceri, pepaya, semangga, jambu biji, jambu air, apel, belimbing, buah naga dan sebagainya. Sedang sayur sayuran yang baik untuk penderita diabetes diantaranya bayam, sawi hijau, selada, asparagus, wortel, kembang kol, mentimun, kacang - kacangan dan sebagainya.

Adakah batas maksimal jumlah karbohidrat yang aman bagi pasien diabetes ? Tak semua jenis makanan dengan tinggi kandungan karbohidrat tidak boleh anda makan, hal terpenting adalah berapa besar kandungan indeks glikemiks di bawahnya. Jika kadar indeks glikemik kurang dari 50, maka makanan tersebut masih dalam katagori aman untuk dikonsumsi dalam sekali makan.

Khususnya bagi anda penderita diabetes sebaiknya mengontrol pola makan anda secara teratur. Misalnya dipagi hari mengkonsumsi ubi jalar, siangnya nasi dan malamnya jagung. Setiap hari diselingi dengan menu berubah - ubah agar angka kebutuhan gizi bagi tubuh tetap terpenuhi.

Share on Facebook
Share on Whatapps
Share on Line
Tags :

Related : 8 Jenis Makanan Pengganti Nasi Untuk Penderita Diabetes

0 komentar: