Gejala penyakit merupakan media informasi kesehatan No.1 di Indonesia yang memberikan informasi akurat tentang penyakit dan obatnya serta ragam tips kesehatan.


√ Cara Mengobati Kadas Kudis Kurap Panu & Kutu Air Secara Alami

Berbagai penyakit kulit seperti kadas, kudis, kurap, panu dan kutu air merupakan diantara masalah kesehatan seringkali terjadi pada kulit. Rasa gatal pastilah dirasakan ketika beberapa jenis penyakit tersebut menyerang kulit kita.

Bukan hanya gatal saja yang dirasakan, jika dibiarkan tanpa pengobatan lebih lanjut, maka dapat merusak permukaan kulit dan jaringan kulit disekitar dan bagian kulit sehat lainnya. Selain itu, penderitanya akan merasa kurang percaya diri ketika tampil dimuka publik.

Pada umumnya ada beberapa penyebab penyakit kulit tersebut muncul pada tubuh seseorang. Diantaranya :
  • Akibat infeksi jamur, virus, bakteri, kuman - kuman
  • Luka garukan tangan
  • Tertular oleh penderita penyakit kulit
  • Kontak langsung dengan lingkungan kotor
  • Kurangnya menjaga kebersihan tubuh
  • Terpapar bahan kimia aktif seperti nitrit pada sampah
  • Penggunaan barang pribadi seperti handuk, bantal dan lainnya secara bersama - sama dengan penderita
  • Dan faktor lainnya.
Sebatas mana bahaya bagi kesehatan dan cara mengobatinya dari penyakit kulit seperti kadas, kurap, kudis, panu dan kutu air ini ? Simak ulasan lebih lanjut pada pembahasan di bawah ini. Dengan begitu tindakan pencegahan dan pengobatan dapat tepat tertangani.

Untuk melihat perbedaan dari ke lima penyakit kulit tersebut anda dapat melihat gambarnya berserta penjelasannya tentang penyebab, gejala, ciri ciri dan cara mengobatinya di bawah ini :

1. Kadas atau Kurap

Bernama latin Tinea atau seringkali kita sebut dengan nama kadas atau kurap adalah penyakit kulit disebabkan oleh adanya infeksi dari jenis jamur bernama dermatofita. Sedangkan jamur dermatofita terbagi ke dalam tiga genus yaitu Microsporum (M), Trychopyton (T) dan Epidermophyton (E).

Kadas atau kurap dapat tumbuh di permukaan kulit lembab, berminyak dan berkeringat. Pada umumnya bagian tubuh yang akan di tumbuhi jenis jamur dermatofita antara lain  pada :
  • Lipatan lengan dan kaki
  • Lipatan paha atau selangkangan
  • Lipatan bokong di bawah organ reproduksi
  • Kulit kepala
  • Jari jemari tangan dan kaki
Anda dapat mengenali ciri ciri dan gejala kadas atau kurap antara lain :
  1. Terasa sangat gatal jika sedang berkeringat dan panas pada daerah kulit
  2. Kulit bersisik dan mengalami penebalan berbentuk lingkaran cincin
  3. Jika terdapat pada kepala ditandai dengan bercak - bercak seperti ketombe
  4. Jika terdapat pada kuku akan mengalami penebalan kuku dan merusak jaringan kuku hingga berakibat lepasnya kuku
  5. Terjadinya peradangan kulit jika digaruk akan memerah dan justeru membuatnya semakin melebar
  6. Lingkaran bewarna merah semakin hari akan semakin meluas jika tidak diobati
Adapun penyebab kadas atau kurap antara lain :
  1. Akibat kulit berkeringat, berminyak dan kurangnya menjaga kebersihan anggota tubuh
  2. Kontak langsung dengan penderita
  3. Penggunaan barang pribadi seperti handuk, alat make up dan sebagainya secara bersama - sama

Agar lebih mudah mengenalinya, perhatikan gambar kadas atau kurap di bagian perut berikut ini :


Berikut ini adalah cara mengobati kadas secara alami yaitu :
  1. Sediakan 2 ruas lengkuas dan 1 siung bawang putih
  2. Tumbuk halus keduanya
  3. Sediakan kapas pembersih, kemudian tempatkan lengkuas dan bawang putih halus ke kapas pembersih
  4. Tempelkan dengan isolasi medis pada kulit kadas
  5. Diamkan selama 40 menit
  6. Bersihkan kulit berkadas dengan air digin steril
  7. Lakukan pengobatan secara rutin di waktu pagi dan malam hari setiap harinya

2. Penyakit Kudis

Bernama latin Scabies namun seringkali kita sebut dengan kudis adalah salah satu penyakit kulit menular disebabkan oleh kutu atau tungau bernama Sarcoptes scabiei. Tungau ini bersifat parasit dan dapat hidup pada lapisan kulit manusia.

Bahkan di lapisan kulit, tungau dapat berkembang biak dengan cara menghisap darah inangnya kemudian membentuk koloni dan sarang.

Ukurannya sangat kecil. Sehingga tungau dapat masuk ke lapisan kulit melalui celah pori pori terbuka tanpa kita sadari. Dalam waktu kurang dari 24 jam, barulah kita akan merasakan gatal - gatal.

Hampir semua bagian tubuh manusia disukai oleh tungau. Namun, sebagian besar darinya akan hinggap pada bagian tubuh dengan memiliki pori - pori membesar seperti payudara, pusar di perut, lipatan selangkangan, alat repoduksi pria dan wanita, tangan dan kaki, leher dan sebagainya.

Sangat berbahaya jika dibiarkan. Karena selain rasa gatal, racun tungau dapat mengikuti aliran darah. Sehingga, rasa gatal akan menyebar ke bagian kulit lainnya. Bahkan, hanya dalam waktu beberapa hari infeksi tungau dapat menimbulkan iritasi kulit, lepuhan hingga koreng jika tidak diobati.

Untuk menghindari infeksi semakin meluas, ketahui gejala kudis berikut ini :
  1. Membesarnya pori - pori kulit disertai kulit memerah. Namun, belum terasa begitu gatal
  2. Bentol bentol atau terdapat bentik bintik memerah pada kulit sekitar seperti jerawat atau bekas gigitan nyamuk dengan ukuran kecil atau besar
  3. Jika digaruk semakin gatal terutama pada malam hari
Dari mana tungau atau kutu kulit ini berasal ?

Kurangnya menjaga kebersihan menjadi faktor tinggi penyebabnya, seperti kurang menjaga kebersihan handuk, seprai tempat tidur atau bantal, tidak mencuci tangan dan lainnya. Selain itu, penyakit ini juga dapat menular melalui penggunaan barang pribadi secara bersama - sama. Penyebaran tungau juga dapat melalui hewan peliharaan seperti anjing, ayam, sebagainya.

Perhatikan gambar kudis di bawah ini :


Untuk mengatasi kudis, anda dapat berkonsultasi dengan dokter kulit atau dokter umum. Jika diperlukan karena penyebaran tungau sudah menginfeksi terlalu parah, maka perlu diberikan antibiotik atau suntikan untuk mencegah peradangan kulit semakin meluas.

Selain itu, pemberian salep dengan bahan aktif bexametashone dipropionate dan lainnya biasanya akan diberikan.

Sedangkan cara mengobati kudis secara alami sebagai berikut :
  1. Sediakan 3 ruas batang brotowali
  2. Tumbuk hingga haus
  3. Usapkan atau tempelkan pada seluruh bagian kudis
  4. Diamkan hingga mengering
  5. Cuci bersih kulit dengan air dingin steril
Untuk menghindari peradangan kulit semakin meluas, ada baiknya anda melakukan pengobatan dalam secara alami dengan mengkonsumsi jamu brotowali dengan dosis 1/2 gelas diminum di waktu pagi 1 minggu 4 kali pemakaian.

3. Panu

Pityriasis Versicolor Panau atau seringkali disebut dengan nama panu adalah penyakit kulit menular disebabkan oleh jenis jamur kulit malassezia furfur atau pityrosporum ovale. Panu dapat terjadi dibagian mana saja pada permukaan kulit.

Adapun ciri ciri panu antara lain :
  1. Terdapat bercak putih pada kulit ketika panu 5 hari setelah kulit memerah
  2. Pada awalnya bercak putih berbentuk lingkaran kecil. Namun, lama kelamaan tanpa diobati akan  meluas diarea kulit sekitar
  3. Kulit berpanu mengelupas, jika disentuh terasa kasar bersisik
  4. Terasa gatal dan panas
Penyebarannya begitu cepat dapat muncul di bagian tubuh mana saja terutama punggung, leher, lipatan paha atau selangkangan dada dan wajah.

Jika sedang berkeringat akan terasa semakin gatal, semakin digaruk maka bercak panu bewarna putih akan semakin meluas dan menyebar ke permukaan kulit lainnya melalui kontak tangan kita ke permukaan kulit sehat.

Kontak langsung dengan penderita dan penggunaan barang miliki pribadi serta menggunakan tempat tidur penderita atau pakainnya atau handuk merupakan diantara faktor penyebab penularan panu.

Berikut ini adalah gambar panu :


Adapun cara mengobati panu secara alami sebagai berikut :
  1. Sediakan 3 lembar daun ketepeng kebo
  2. Tumbuk hingga halus
  3. Tempelkan pada bagian kulit berpanu
  4. Diamkan hingga mengering
  5. Bilas kulit dengan air bersih dan keringkan kulit dengan handuk lembut
  6. Gunakan cara ini setiap harinya diwaktu pagi dan malam hari
Langkah praktis lainnya anda dapat menggunakan lengkuas atau berendam di air laut atau di pemandian air belerang.

4. Kutu Air

Pada umumnya penyakit kulit ini menyerang bagian tubuh pada sela-sela jari atau kaki. Penyebab kutu air adalah jamur Epidermophyton floccosum. Gejala awal kutu air biasanya akan disertai gatal - gatal dan kulit menjadi lebih lembab berbau menyengat.

Selain itu, ciri ciri kutu air lainnya :
  1. Kulit terlihat mengelupas disertai gatal-gatal
  2. Terdapat lepuhan berupa gelembung - gelembung berisi cairan berbau busuk
  3. Munculnya retakan pada kulit dan tampak berisik
  4. Adanya luka koreng tak kunjung sembuh
Jika tidak diatasi segera, penyakit kulit kutu air dapat menyebabkan infeksi kulit skunder. Penderita diabetes perlu mewaspadai terhadap penyakit ini. Karena akan berdampak sangat buruk bagi jaringan kulit sekitar.

Adapun penyebab kutu air antara lain :
  1. Menggunakan sepatu atau kaos kaki berbau disertai lembab
  2. Terlalu sering kontak dengan air
  3. Alergi dengan bahan kimia atau alergi terhadap detergen
  4. Kurang menjaga kebersihan terutama pada bagian sela-sela jari kaki dan tangan.
Perhatikan gambar kutu air berikut ini :


Berikut ini adalah cara mengobati kutu air secara alami :
  1. Sediakan 2 lembar daun sirih merah
  2. Tumbuk hingga halus
  3. Tempelkan pada bagian kulit kutu air (gunakan kapas kemudian rekatkan dengan isolasi medis)
  4. Diamkan selama 45 menit
  5. Cuci bersih dengan air dingin steril
  6. Keringkan bagian kulit berkutu air dengan handuk kering
  7. Gunakan cara ini 2 kali sehari terutama di waktu malam hari
Jika solusi di atas dalam waktu 5 hari penggunaan tidak menunjukkan tanda - tanda kesembuhan. Sebaiknya, anda mengunjungi dokter kulit untuk mendapatkan penanganan medis berupa pemberian obat antibiotik, salep dan sebagainya.

Share on Facebook
Share on Whatapps
Share on Line
Tags :

Related : √ Cara Mengobati Kadas Kudis Kurap Panu & Kutu Air Secara Alami

0 komentar: