Gejala penyakit merupakan media informasi kesehatan No.1 di Indonesia yang memberikan informasi akurat tentang penyakit dan obatnya serta ragam tips kesehatan.


14 Tanda dan Gejala Anemia Kurang Darah 18 Penyebab dan Obatnya

Kurang darah atau anemia adalah suatu penyakit ketika tubuh mengalami kekurangan jumlah sel darah merah sehat dan atau hemoglobin untuk menyalurkan oksigen ke sel - sel tubuh. Perlu anda ketahui bahwa hemoglobin berisikan protein dengan kandungan zat besi yang memiliki peran sangat penting sebagai pengikat oksigen dari paru - paru untuk disalurkan ke seluruh organ dan sel - sel di dalam tubuh serta berperan aktif sebagai pengusung untuk mengeluarkan karbondioksida dari dalam tubuh.

Dikarenakan jaringan dan organ di dalam tubuh tidak mendapatkan suplai darah yang mengandung oksigen dan kecukupan sel darah merah tidak terpenuhi, maka akibat kurang darah dapat menimbulkan terganggunya sistem metabolisme secara keseluruhan.

Diantaranya, penderita anemia akan merasakan kekurangan energi untuk beraktivitas, tubuh terasa lemas, gelisah, cepat merasa kelelahan, mata berkunang - kunang, pucat dan gejala anemia lainnya yang akan kami bahas lebih lanjut di dalam artikel ini.

Pada dasarnya, penyakit anemia disebabkan karena tubuh kekurangan zat besi di dalam darah atau memiliki kandungan hemoglobin di bawah normal. Kondisi seperti ini dalam dunia kedokteran disebut dengan istilah anemia defisiensi besi.

Hampir sebagian besar penderita anemia di dunia terdiri dari anak - anak dan orang dewasa terutama bagi wanita  hamil, pasca melahirkan dan memasuki masa haid menderita anemia jenis ini.

Selain itu, beberapa macam jenis anemia lainnya juga seringkali ditemui namun persentasenya kecil jika dibandingan anemia defisiensi besi. Beberapa diantara darinya dapat dikatagorikan sebagai anemia berat dan tergolong jarang terjadi yakni sebagai berikut :
  • Anemia pernisiosa (kekuarangan vitamin B12)
  • Anemia megaloblastik (tubuh kekurangan asam folat)
  • Anemia aplastik (anemia jenis ini terjadi akibat dari kemoterapi, penggunaan obat - obatan, infeksi virus dan penyakit abnormal imunitas)
  • Anemia gangguan ginjal (ketika ginjal tidak mampu memproduksi hormon erotropoitin untuk pembentukan sel darah merah baru)
  • Anemia sel sabit (sel darah merah berbentuk seperti sabit)

Tanda dan Gejala Anemia

Secara klinis, dari beberapa macam anemia di atas menunjukkan gejala serupa ditandai dengan kelelahan fisik walaupun tidak melakukan aktivitas berat dan tampak pucat disertai rasa kantuk. Namun, tidak cukup bukti jika beberapa ciri ciri anemia tersebut seseorang menderita penyakit kurang darah.

Kemudian, ada beberapa gejala anemia lainnya yang lebih spesifik jika dilihat dari jenis jenis anemia, diantaranya sebagai berikut :

Untuk lebih mudah mengetahuinya, mari kita simak bersama beberapa tanda tanda anemia secara umum yang dapat diketahui dan dirasakan secara kasat mata berikut ini :
  1. Mudah merasakan lelah walaupun tidak melakukan aktivitas berat
  2. Tampak pucat terutama daerah wajah dan bibir
  3. Denyut jantung berdetak cepat dan sesak nafas terutama ketika atau setelah berolahraga
  4. Merasakan pusing secara tiba - tiba terutama ketika merubah posisi dari duduk ke berdiri
  5. Selain wajah dan bibir tampak pucat, bagian serupa lainnya dialami juga oleh gusi, bagian bawah kelopak mata dan kuku serta telapak tangan dan kaki
  6. Mual di pagi hari
  7. Kerontokan rambut
  8. Kepala pusing 
  9. Penglihatan mata berkunang - kunang terutama bangun dari tidur
  10. Tekanan darah sistolik < 90 mg hg dan diastolik < 70 mm hg disertai jumlah hemoglobin di bawah normal 11 mg/dl
  11. Sering merasakan kesemutan terutama di bagian kaki
  12. Telapak tangan dan kaki terasa dingin disertai warna pucat terutama dirasakan pada malam hari
  13. Lebih sering mengantuk
  14. Mudah terserang penyakit terutama sistem pencernaan
Kemudian, ada beberapa gejala anemia lainnya yang lebih spesifik jika dilihat dari jenis jenis anemia, diantaranya sebagai berikut :
  • Anemia defisiensi besi adalah anemia yang disebabkan karena kekurangan nutrisi zat besi sehingga tubuh akan mengalami kekurangan sel darah merah dan hemoglobin untuk mengikat dan mendristribusikan oksigen dari paru - paru ke seluruh organ tubuh. Selain itu, akibat anemia jenis ini juga dapat menimbulkan pendistribusian serta pembuangan karbondioksida di dalam tubuh akan terganggu.

  • Anemia jenis ini diderita tanpa mengenal usia, dapat terjadi pada anak - anak, pria dewasa terutama bagi wanita hamil. Penyebab anemia defisiensi besi dikarenakan faktor kekurangan nutrisi atau gizi buruk, gangguan sistem pencernaan akibat mengkonsumsi obat - obatan dari golongan antasida dan mengkonsumsi makanan yang dapat menghambat penyerapan zat besi seperti kopi, teh, coklat dan sebagainya.

    Tanda tanda anemia jenis ini sering mengantuk, tubuh terasa lemas tak bertenaga, lidah bengkak dan terlihat pucat, sering mengalami infeksi terutama bagian bibir dan lidah serta kuku terlihat pucat dan mudah rapuh.

    Untuk mengobati anemia jenis ini, anda dianjurkan untuk mengkonsumsi makanan dengan kandungan tinggi zat besi seperti bayam merah, daging sapi segar, daging ayam, ikan laut, telur dan dapat berasal suplemen zat besi atas izin dokter.

  • Ketika asupan vitamin B12 tidak terpenuhi, maka seseorang memiliki resiko besar terkena penyakit anemia pernisiosa. Selain zat besi, vitamin B12 juga berperan aktif dalam proses pembentukan sel darah merah baru dan turut pula membantu fungsi saraf agar tetap normal.

  • Tak semua orang mengidap penyakit anemia pernisiosa, hanya diderita oleh orang dewasa di atas usia 30 tahun. Beberapa gejala yang ditimbulkan antara lain wajah tampak pucat, kehilangan nafsu makan, terganggunya fungsi gerak tubuh (gangguan sensorik) seperti melemahnya otot - otot, sering merasakan kesemutan terutama di bagian kaki dan tangan, dan gangguan keseimbangan tubuh.

    Jika sudah parah, maka akan menimbulkan gejala lanjutan yaitu seluruh kulit tampak pucat kekuning kuningan, mirip sekali dengan gejala penyakit hepatitis. Ada beberapa cara untuk mengobati anemia pernisiosa yakni dengan mengkonsumsi makanan bergizi tinggi berasal dari produk hewani diantaranya kerang, kepiting, daging sapi, daging ayam, ikan salmon, keju dan sebagainya serta pemberian suntikan vitamin B12 jika anemia parah.

  • Anemia defisiensi asam folat atau disebut pula dengan nama anemia megaloblastik adalah suatu kondisi ketika sel darah merah miliki ukuran jauh dari ukuran normal dan tidak berfungsi dengan baik. Pada umumnya akan dialami oleh orang tua memasuki lanjut usia dan wanita pada masa kehamilan dan mereka yang mengalami gangguan penyeranpan nutrisi vitamin B9.

    Jika dialami oleh wanita hamil, maka akibat anemia akan memberikan dampak buruk bagi perkembangan janin yaitu dapat meningkatkan resiko kelainan bawaan sebelum bayi dilahirkan.

    Untuk mengobati anemia jenis ini, terkhusus bagi wanita hamil biasanya dokter akan memberikan suplemen berupa tablet asam folat dalam waktu tertentu hingga kadar asam folat mencapai level normal. Pemantauan lanjutan akan terus dilakukan secara rutin. Dianjurkan pula untuk mengkonsumsi makanan yang mengandung asam folat seperti bayam, brokoli, asparagus, tomat, pepaya, lobak hijau, pisang dan sebagainya.

  • Anemia ginjal kronik adalah penyakit kurang darah yang ditimbulkan karena ginjal tidak mampu memproduksi hormon eritropoietin untuk merangsang pembentukan eritosit sel darah merah. Sebagian besar penderita ginjal kronik atau sebesar 80 % - 90 % dapat dipastikan menderita anemia jenis ini. Selain itu, masa hidup sel darah merah juga cenderung pendek karena proses inflamasi di dalam tubuh.

  • Kondisi kesehatan seseorang penderita anemia type ini akan diperburuk jika ditemukan adanya gangguan pembentukan hemoglobin, hipertiroid, menurunkan sistem kekebalan tubuh dan penyakit HIV.
    Penanganan medis sangat diperlukan bagi si penderita dan dapat menimbulkan dampak buruk akibat anemia tidak diobati. Beberapa gejala spesifik yang dapat dikenali antara lain dada terasa sesak tidak nyaman, jantung berdetak lebih cepat, merasakan nyeri di seluruh tubuh, mengalami kesulitan berkonsentrasi hingga kehilangan kesadaran jika terlalu lelah beraktivitas.
    Pemeriksaan tes darah lengkap sangat diperlukan untuk memantau tingkat perkembangan penyakit. Beberapa tindakan medis untuk menyembuhkan anemia ginjal kronik anatara lain pemberian tranfusi darah, pemberian suplemen zat besi dan asam folat, mengkonsumsi makanan bergizi dan menghindari makanan yang akan memperburuk kinerja fungsi ginjal.

  • Secara defenisi, anemia aplastik adalah kelainan darah yang terjadi pada saat sum sum tulang belakang tidak mampu memproduksi sel darah merah, sel darah putih dan trombosit secara normal. 
    Namun, tidak semua orang menderita anemia aplastik karena tergolong langka dan jarang terjadi. Hanya dialami oleh mereka yang sedang menjalani prosedur kemoterapi dan mengkonsumsi obat - obatan dari jenis tertentu seperti rheumatoid arthritis dan antibiotik.  Selain itu, penyebab lainnya dapat ditenggarai oleh faktor terpapar bahan kmia beracun, menderita penyakit lupun dan infeksi virus serta dipengaruhi oleh faktor keturunan.

    Ada beberapa dampak buruk bagi penderitanya. Diantaranya akan memberikan gejala berupa kelelahan fisik secara berulang - ulang, sakit kepala, detak jantung tak beraturan, raut wajah sangat pucat, terkadang menimbulkan pendarahan pada hidung dan lainnya serta dapat berakibat fatal jika penderita mengalami tekanan darah rendah karena dapat berujung pada kematian.
    Untuk mengobatinya, langkah pertama yang harus dilakukan adalah melakukan pemeriksaan darah lengkap. Jika belum diketahui secara pasti dan untuk meningkatkan persentase diagnosa, maka pengambilan sampel sum sum tulang belakang perlu dilakukan. Kemudian, pemberian obat antibiotik akan dilakukan oleh dokter. Tranfusi darah sangat dibutuhkan agar kebutuhan sel darah merah tetap terpenuhi. Selain itu mengkonsumsi makanan bergizi tinggi juga penting dilakukan.
  • Jenis penyakit kurang darah selanjutnya adalah anemia sel sabit merupakan suatu kondisi ketidaknormalan bentuk sel darah merah dari semestinya berbentuk bulat fleksibel menjadi berbentuk seperti sabit dan memiliki tekstur keras. Selain itu, sel darah merah sabit tidak memiliki cukup hemoglobin untuk mengikat oksigen dan mendistribusikannya ke seluruh tubuh serta memiliki umur yang relatif singkat.

  • Semua orang mempunyai resiko sama untuk terserang anemia sel sabit tak terkecuali anak - anak, karena faktor penyebabnya adalah akibat dari mutasi gen. Selain itu, faktor keturunan memberikan sumbangsih terbesar seseorang menderita anemia jenis ini. Namun, angka penderitanya jarang sekali terjadi. 
Semua orang mempunyai resiko sama untuk terserang anemia sel sabit tak terkecuali anak - anak, karena faktor penyebabnya adalah akibat dari mutasi gen.
    Ada banyak tanda tanda anemia sel sabit, namun gejala spesifiknya antara lain gangguan penglihatan, kulit tampak kuning pucat, sakit kepala hebat disertai leher terasa kaku, pembengkakan tangan dan kaki, nyeri menyebar di daerah tulang dada, tulang panggul dan daerah perut, perut membengkak, terlihat seperti orang kebingungan dan demam tinggi disertai sesak nafas.
    Berakibat sangat fatal jika terlalu lama dibiarkan tanpa adanya pengobatan. Penanganan medis tergantung dari tingkatan penyakit. Pemberian stimulan suplemen guna membantu memproduksi hemoglobin akan diberikan. Disamping itu, pemberian suplemen asam folat dan zat besi juga diberikan. Mengkonsumsi makanan bergizi seperti hati sapi, bubur kacang hijau, kentang, bayam sangat dianjurkan.
    Dampak buruk lainnya terutama bagi penderita tekanan darah tinggi dan kolesterol akan memicu resiko terserang stroke. Karena sel darah merah sabit berbentuk padat, keras dan tidak fleksibel akan menghambat jalannya sistem peredaran darah. Sehingga, pecahnya pembuluh darah sangat mungkin terjadi jika kondisi sudah terlau parah.

Penyebab Anemia

Selama ini, banyak dari kita hanya mengetahui bahwa penyebab anemia hanyalah akibat dari kurang darah. Memang demikian, tetapi kekurangan darah saja tidak cukup untuk memastikan apa yang menyebabkan seseorang menderita anemia. Diantara penyebabnya yakni tubuh kekurangan nutrisi zat besi. Hal ini merupakan penyebab utama anemia yang diderita oleh banyak orang.

Selain itu, beberapa penyebab anemia lainnya sebagai berikut :
  1. Kekurangan vitamin B12 dan asam folat
  2. Terjadinya pendarahan hebat akibat luka, menstruasi bagi wanita, pasca operasi atau pasca persalinan
  3. Akibat mimisan
  4. Berasal dari penyakit kronis seperti gangguan fungsi ginjal, kanker darah, pembesaran organ limfa dan lainnya
  5. Faktor keturunan untuk penerita anemia jenis sel sabit dan anemia aplastik
  6. Pecahnya pembuluh darah akibat dari serangan stroke
  7. Pengaruh penggunaan obat - obatan pereda nyeri dan obat maag
  8. Akibat menjalani proses kemoterapi dan terapi radiasi bagi penderita kanker
  9. Adanya polip disaluran pencernaan
  10. Penderita ambein kronis
  11. Hamil tua
  12. Infeksi cacing parasit dari jenis cacing tambang, cacing pita dan cacing gelang
  13. Gangguan penyakit sistem imun seperti HIV, penyakit lupus dan lainnya
  14. Keracunan darah akibat timbal, terpapar zat kimia aktif dan sebagainya
  15. Peningkatan volume plasma bagi wanita hamil
  16. Akibat penyakit malarria dan leukemia
  17. Kurang tidur
  18. Adanya tumor kandung kemih
  19. Pola makan yang buruk
Dibandingkan dengan pria, wanita cenderung memiliki resiko terkena penyakit anemia, dikarenakan kecenderungan hormon yang dapat berubah-ubah dan bagi mereka yang memiliki tekanan darah rendah pada angka 90/80 mmHg atau 100/80 mmHg.

Tindakan Pengobatan dan Pencegahan

Sebagai tindakan pencegahan dan pengobatan dari anemia, kita dapat mengkonsumsi asupan makanan yang mengandung zat besi, vitamin B12, vitamin C dan asam folat diantaranya terdiri dari :
  • Hati sapi
  • Ikan tuna
  • bubur kacang hijau
  • Asparagus
  • Daging sapi segar
  • Buah - buahan terdiri dari apel, anggur, pisang, alpukat, pepaya, buah naga, strawberry, jeruk, mangga, jambu biji merah dan sebagainya
  • Sereal gandum
  • Sayuran hijau terdiri dari bayam, brokoli, sawi, daun katuk dan sebagainya
Karena secara umum, penderita anemia disebabkan karena kekurangan beberapa nutrisi penting tersebut. Sehingga beberapa daftar makanan di atas sangat dianjurkan untuk dikonsumsi secara rutin. Selain itu pemberian beberapa suplemen dan vitamin pendukung dapat dilakukan, namun atas sepengetahuan dokter.

Bagi penderita anemia berat, tranfusi darah terkadang dibutuhkan untuk membantu proses pemulihan tubuh agar tidak kekurangan darah lebih parah.

Untuk mendiagnosa penyakit anemia, anda dapat melakukan cara sederhana dengan melakukan tes jari seperti berikut ini. Pertama tekanlah jari tidak terlalu kuat, jika terasa sakit dan lihatlah apakah jari yang ditekan tadi kembali memerah. Umumnya akan cepat pulih memerah kembali.

Secara singkat, kami juga telah memaparkan beberapa langkah medis yang harus dilakukan jika seseorang menderita anemia. Tindakan pengobatan akan jauh lebih baik jika mengetahui penyebab anemia secara pasti. Untuk itu, jika anda atau orang terdekat dikeluarga anda menderita penyakit kurang darah maka sangat dianjurkan untuk melakukan tes pemeriksaan darah secara lengkap.

Dampak anemia sangat fatal jika dibiarkan begitu saja tanpa adanya tindakan pengobatan. Bahkan, beberapa jenis anemia seperti yang telah kami paparkan di atas dapat merenggut jiwa seseorang. Berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan kepastian jenis anemia yang anda derita penting untuk dilakukan.

Share on Facebook
Share on Whatapps
Share on Line
Tags :

Related : 14 Tanda dan Gejala Anemia Kurang Darah 18 Penyebab dan Obatnya

0 komentar: