Gejala penyakit merupakan media informasi kesehatan No.1 di Indonesia yang memberikan informasi akurat tentang penyakit dan obatnya serta ragam tips kesehatan.


10+ Gejala Kolesterol Tinggi 4 Penyebab & Cara Mengatasinya

Apa yang anda ketahui jika mendengar kata kolesterol ?

Ya. Sebagian besar orang memahami kolesterol seringkali dikaitkan dengan suatu penyakit berbahaya berupa timbunan lemak pada pembuluh darah yang dapat menyebabkan ragam penyakit komplikasi serius bagi kesehatan, seperti dapat meningkatkan resiko untuk terserang jantung koroner, diabetes type 2 dan angin duduk, sesak nafas, stroke serta penyakit lainnya.

Namun, tahukah anda bahwa kolesterol sebenarnya memiliki manfaat teramat penting guna menunjang kondisi kesehatan seseorang. Bahkan, tanpa adanya kolesterol dalam tubuhnya mustahil seseorang dapat bertahan hidup.

Benarkah ?

Kami akan menjelaskannya satu persatu dan memulai penjelasannya tentang fungsi kolesterol bagi tubuh manusia terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan dengan penyebab dan faktor resiko, gejala kolesterol tinggi disertai batasan normalnya serta tindakan yang harus dilakukan sebagai upaya penyembuhan.

Kami harap anda dapat membaca artikel ini secara perlahan - lahan. Baiklah, kami mulai penjelasnnya.

Fungsi Kolesterol Bagi Tubuh Manusia

Pada dasarnya, kolesterol adalah salah satu senyawa lemak kompleks yang memberikan peranan sangat penting bagi kehidupan manusia. Senyawa ini berfungsi sebagai molekul biologis untuk menghasikan vitamin D dan membantu dalam penyerapan kalsium di dalam tubuh manusia.

Tak hanya itu lho, fungsi kolesterol juga memberikan peran penting lainnya seperti :
  • Menghasilkan hormon korteks untuk menjaga keseimbangan kadar garam dalam tubuh
  • Membuat hormon untuk memunculkan hasrat berhubungan biologis
  • Menghasilkan garam pada organ empedu guna membantu penyerapan lemak di dalam usus
  • Membantu penyerapan kalsium dari makanan yang kita konsumsi
  • Melindungi lapisan kulit terdalam dari sinar ultraviolet
  • Membentuk dinding sel dan menguatkan membran sel
  • Membantu memproduksi hormon adrenalin
  • Dan sebagainya
Oke. mungkin ada yang bertanya. Darimanakah kolesterol berasal ?

Sekitar 70% molekul biologis ini terbentuk secara alami dibentuk oleh organ hati secara terus menerus setiap harinya tanpa henti. Sedangkan sisanya, sekitar 30% berasal dari asupan makanan.

Lantas, mengapa kolesterol cenderung merugikan dan memberikan dampak negatif bagi tubuh manusia. Padahal, fungsinya banyak banget kan ?

Oke, kita lanjut ke pembahasan berikutnya...

Penyebab Kolesterol Tinggi

Memang, manfaat kolesterol memberikan banyak peran bagi tubuh kita. Namun, seiring dengan tingkat perkembangan pola hidup cenderung mengkonsumsi makanan mengandung tinggi kadar lemak, maka asupan kolesterol dari makanan menjadi lebih tinggi daripada kebutuhan harian tubuh.

Jika asupan makanan mengandung tinggi kadar kolesterol dikonsumsi secara rutin dalam jangka waktu lama, maka peningkatan kadar kolesterol dalam darah dapat memicu endapan pada dinding pembuluh darah arteri dan menimbulkan reaksi negatif dengan zat - zat lain di dalam tubuh.

Nah, itu tadi merupakan penyebab utamanya berasal dari makanan dan pola hidup tak terkontrol.

Selain beberapa faktor di atas, tingginya kadar kolesterol dalam tubuh juga dapat dipicu oleh beberapa faktor lainnya, seperti :

1. Kegemukan atau Obesitas

Pada seseorang dengan berat tubuh ideal, jumlah lemak tubuh pada laki - laki dewasa berada diambang kisaran 15% hingga 20% dari berat total tubuh. Sedangkan, pada wanita dewasa sekitar 20% - 25% dari total berat tubuh.

Pada umumnya, seiring dengan bertambahnya usia maka lemak pada tubuh juga cenderung mengalami peningkatan terutama bagi wanita pasca melahirkan anak pertama.

Hal tersebut dikarenakan melambatnya sistem matabolisme pada tubuh dan berkurangnya aktivitas fisik.

Selain itu, orang gemuk memiliki tingkat kecenderungan kadar trigleserida tinggi yang dapat terbawa oleh cairan darah. Zat ini dapat menyebabkan peningkatan pada kadar kolesterol total dalam tubuh.

2. Faktor Keturunan

Beragam studi penelitian dilakukan oleh pakar ilmu kedokteran menunjukkan bahwa penyakit kolesterol memiliki hubungan erat dengan faktor keturunan.

Jika tedapat salah satu anggota keluarga yang memiliki riwayat kolesterol tinggi, dari ayah, ibu atau kakek maka seseorang memiliki resiko untuk terserang  hypercholesterolemia atau penyakit kolesterol bawaan genetik.

Beberapa gejala kolesterol tinggi biasanya akan tampak ketika seseorang menginjak usia di atas 20 tahun. Untuk menghindari resiko penyakit ini semakin memburuk di kemudian hari, ada baiknya untuk melakukan pengecekan secara rutin dan menjalani pola hidup sehat disertai olahraga teratur.

3. Usia dan Jenis Kelamin

Secara alamiah, bertambahnya usia menandakan menurunnya kinerja fungsi organ. Apalagi jika seseorang telah menginjak di usia 40 tahun ke atas. Sedikit meulai kehilangan tenaga untuk beraktivitas seperti masa muda di kala usia 20 tahunan.

Sebuah penelitian dilakukan oleh Cooper Clinic, Dallas di USA, diantara 2.000 orang laki dan 589 wanita dengan rentang usia 30 tahun hingga 60 tahun ke atas, menunjukkan bahwa wanita memiliki kecenderungan mengalami peningkatan LDL dan kadar kolesterol total dalam tubuhnya.

Sejumlah ahli mengaitkan kondisi ini terjadi dikarenakan adanya faktor obesitas atau kegemukan dan kurangnya aktivitas olahraga. Kondisi ini dapat diperparah jika wanita telah memasuki masa menopause karena hormon esterogen telah kehilangan fungsinya untuk mencegah terbentuknya plak pada pembuluh darah arteri.

4. Gaya Hidup

Diawal penjelasan, kami telah mengatatakan sekitar 70% kolesterol diproduksi alamiah oleh organ hati. Sedangkan sekitar 30% berasal dari asupan makanan.

Walaupun kolesterol porsinya lebih besar diproduksi oleh organ hati, tetap saja asupan makanan kaya lemak, merokok, mengkonsumsi minuman beralkhl dan kurangnya aktivitas olahraga sangat memberikan pengaruh besar untuk meningkatkan kadar kolesterol total dalam tubuh.

Untuk itu, sebaiknya menghindari beberapa makanan penyebab kolesterol secara berlebihan seperti produk makanan dari hewan seperti daging, jeroan dan sebagainya dan turunannya  seperti susu, mentega dan keju.

Selanjutnya, bagaimana kita mengetahui kadar normal kolesterol pada tubuh kita ?

Oke, mari kita simak penjelasan singkat mengenai LDL dan HDL terlebih dahulu.

Kolesterol Jahat (LDL) dan Baik (HDL)

Seringkali kita mendengar istilah ini yaitu kolesterol jahat dan kolesterol baik. Artinya apa ?
  • LDL singkatan dari Low-Dentisity Lipoprotein merupakan zat lipoprotein yang membawa kolesterol dari hati ke sel-sel tubuh berbentuk seperti cairan lilin bewarna kekuningan. Lipoprotein sendiri memiliki banyak jenisnya tergantung dari massa jenis zat tersebut. Jika zat ini berlebih di dalam tubuh, ia akan cenderung menempel pada dinding pembuluh darah hingga menyumbatnya. Sehingga kita menyebutnya sebagai kolesterol jahat dikarenakan merugikan jika kadarnya dalam tubuh berlebih.
  • HDL singkatan dari Hight Density Lipoprotein sering disebut sebagai kolesterol baik dalam tubuh karena perannya bertugas untuk membersihkan kolesterol jahat pada dinding pembuluh darah kemudian diangkut dari arteri kembali ke hati. 
Lantas berapa ukuran standar untuk menentukan batas aman kolesterol pada tubuh pria dan wanita dewasa ? Dalam tubuh seseorang dikatakan normal atau tidak normal ? Kita dapat melihatnya pada gambar di bawah ini. Acuan ini merupakan standarisasi dan telah ditetapkan oleh WHO.

Lantas berapa ukuran standar untuk menentukan apakah kolesterol dalam tubuh seseorang dikatakan normal atau tidak normal ? Kita dapat melihatnya pada gambar di bawah ini yang merupakan ukuran standar kolesterol yang diberikan oleh WHO.

Kolesterol tinggi tak mesti diderita oleh orang yang memiliki berat badan berlebih saja, namun dapat menyerang siapa saja jika dipengaruhi oleh beberapa faktor di atas.

Gejala Kolesterol Tinggi

Sebagai gambaran umum untuk anda, jika seseorang memiliki kadar kolesterol tinggi dalam tubuhnya maka pembuluh darah pada diri orang tersebut dapat diibaratkan seperti pipa didalamnya terdapat penumpukan kotoran berupa lumut atau lumpur yang menempel pada didinding pipa, sehingga akan menghambat arus air.

Begitu juga jika kadar kolesterol tinggi pada diri seseorang, zat berupa lemak akan menyebar keseluruh tubuh dan akan menempel pada dinding pembuluh darah. Lama kelamaan zat lemak tersebut akan menebal dan mempersempit aliran darah, bahkan akan mengakibatkan pembuluh darah menjadi tersumbat hingga pecah akibat tekanan darah.

Jika pembuluh darah pecah, kondisi ini disebut dengan stroke dan jantung koroner.

Untuk menghindari dampak buruk dari kondisi tersebut, maka penting sekali untuk mengetahui gejala kolesterol tinggi berikut ini :
  • Sering mengalami pusing tanpa sebab
  • Merasakan sakit dan pegal di bagian kaki dan tangan disertai rasa kebas
  • Bahu terasa berat dan terasa kaku 
  • Dibagian kelopak mata bawah terdapat bercak berwarna kekuningan
  • Seringkali merasakan kesemutan karena aliran darah tidak lancar
  • Nyeri dada terutama disekitar jantung dan disertai sesak nafas
  • Mudah marah
  • Telinga berdengung
  • Jantung berdebar - debar seperti orang sedang gugup
  • Pantangan meredup
  • Kehilangan keseimbangan tubuh dan sering merasakan kantuk
Perlu adanya perhatian khusus terhadap penyakit ini sebagai upaya pencegahan kolesterol naik tak terkendali. Kerena 6 dari 10 gejala di atas pada umumnya seringkali ditemukan, namun tanpa ada upaya pengobatan.

Jika telah menemukan beberapa ciri ciri kolesterol tinggi di atas pada diri anda, maka pertolongan pertama sebagai upaya pencegahan untuk menghindari resiko terburuk dikemudian hari adalah melakukan pengecekan kadar kolesterol di rumah sakit atau puskesmas setempat atau melakukan pengecekan sendiri dengan easy touch 3 in 1.

Selanjutnya, beberapa tindakan pencegahan dan cara mengatasi kolesterol tinggi yang dapat anda lakukan adalah sebagai berikut :
  • Mengatur asupan makanan yaitu menghindari makanan dengan kadar lemak tinggi seperti daging, gorengan, produk turunan dari hewani, menghindari konsumsi garam berlebih, makanan cepat saji, makanan berkuah santan dan sebagainya
  • Perbanyak mengkonsumsi buah dan sayuran hijau seperti anggur, tomat, jeruk, wortel, kubis, pare, kedelai, sawi dan sebagainya
  • Tingkatkan aktivitas fisik seperti melakukan senam aerobik, jalan santai, bersepeda dan sejenisnya
  • Upayakan untuk mencapai berat badan ideal
  • Stop merokok, mengkonsumsi minuman berbahaya bagi tubuh seperti mengandung gula sintesis, cafein, perisa dan sebagainya
Gaya hidup sehat sangat diperlukan dalam mengani kondisi tersebut. Mengonsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang adalah salah satu langkah utama yang bisa dilakukan dalam mencegah atau menurunkan kadar kolesterol. 

Jika usia kita masih tergolong kedalam usia produktif, memperhatikan setiap makanan yang kita konsumsi perlulah dilakukan untuk menghindari penumpukan lemak berupa plak dalam dinding pembuluh darah dikemudian hari.

Obat Alami Kolesterol

Ada banyak cara untuk menurunkan kolesterol dengan cepat. Salah satunya dapat diatasi dengan beberapa jenis obat generik. Diantaranya :
  • Golongan stain : simvastatin dosis 5 – 40 mg dan storvastatin dosis 10 – 80 mg. Fungsi obat ini untuk menghambat sistesi kolesterol di hati
  • Golongan asam fibrat : gemfibrozil dosis 300 mg, fenofibrat dosis 160 mg
  • Golongan resin pengikat asam empedu : colestipol dosis 10 – 20 gram, colesevelam dosis 6,5 gram dan kolestiramin dosis 8 – 16 gram
Walaupun obat tersebut tersedia di apotik, sebaiknya anda melakukan konsultasi terlebih dahulu ke dokter terkait, karena untuk menggunakan beberapa jenis obat tersebut harus melalui persetujuan dokter.

Jika anda lebih memilih menggunakan cara alami menurunkan kolesterol dengan cepat, ada beberapa hal yang dapat anda lakukan. Diantaranya :
  • Minum air perasan jeruk nipis di waktu pagi dan malam hari sebanyak 1 gelas dari 2 buah jeruk nipis
  • Minum jus anggur 
  • Minum jus jambu merah
  • Mengkonsumsi buah manggis atau kulit manggis dalam bentuk suplement
  • Minum jamu kunyit 1 gelas di waktu pagi, cukup diminum 2 kali dalam seminggu
  • Minum air seduhan jahe
  • Perbanyak mengkonsumsi sayuran hijau seperti brokoli, sawi, pare, terong dan sebagainya
Selain itu, Jangan lupa untuk melakukan pengecekan secara berkala, misalnya setiap 3 hingga 6 bulan sekali.

Share on Facebook
Share on Whatapps
Share on Line
Tags :

Related : 10+ Gejala Kolesterol Tinggi 4 Penyebab & Cara Mengatasinya

0 komentar: