Gejala penyakit merupakan media kesehatan online terpecaya di Indonesia yang memberikan informasi tentang penyakit dan obatnya serta tips kesehatan.


13 Gejala Hepatitis C dan 6 Penyebab disertai Obatnya

What is hepatitis c?

Hepatitis c adalah infeksi pada organ hati disebabkan oleh virus hepatitis C (HVC).

Pada umumnya penyakit ini ditularkan melalui kontak darah. Saat pertama kali terinfeksi, pada fase inkubasi virus akan masuk ke dalam organ hati dan mulai hidup di sel hati yang kemudian mengganggu kinerja dari sel hati yang normal dan menginfeksi sel tersebut seterusnya virus dapat menggunakan sel genetik dari hati untuk mengcloning dirinya dalam jumlah yang banyak. 

Perkembangan penyakit ini cukup cepat setelah 6 bulan sejak terinfeksi. Bahkan, tingkat kronisnya lebih tinggi dibandingkan dengan penderita hepatitis jenis lainnya. Selama yang terjadi 80-90% penderita hepatitis C mengalami sirosis hati atau kanker hati dikarenakan penanganan yang lambat.

Setelah seseorang terinfeksi virus hepatitis C, butuh waktu 2 hingga 6 minggu bagi si virus untuk menginfeksi organ hati. Fase ini disebut sebagai fase inkubasi bagi si virus.

Berikut adalah ilustrasi gambar virus hepatitis C di dalam sel hati yang sedang menginfeksi sel hati dan mengcloning dirinya dalam jumlah besar.

Berikut adalah ilustrasi gambar virus hepatitis C di dalam sel hati yang sedang menginfeksi sel hati dan mengcloning dirinya dalam jumlah besar.

Sejak 6 bulan pertama ketika seseorang terinfeksi HVC, sekitar 15 - 45 persen penderitanya dapat sembuh secara sempurna dengan pengobatan dan pemberian vaksin.

Sedangkan 55 - 85 persen sisanya akan menyimpan virus HVC dalam waktu yang cukup lama di dalam hati penderita dan berujung pada pengerasan hati (sirosis hati) dan kanker hati. Kondisi ini disebut sebagai (hepatitis kronis).

Gejala Hepatitis C

Jika seseorang telah terinfeksi penyakit ini, pada umumnya tidak akan merasa gejala apapun yang timbul. Dan jika menunjukkan suatu gejala, kebanyakan penderita tidak mengenalinya dan sering manganggap hal tersebut sebagai tanda dari penyakit biasa.

Memasuki bulan ke 2 hingga 3, maka akan tampak gejala hepatitis c berikut ini:
  1. Tidak nafsu makan dan mengalami muntah serta mual
  2. Rasa nyeri pada area perut (letak hati)
  3. Deman dan panas tinggi
  4. Pembengkakan jaringan otot perut dan betis kaki
  5. Mengalami kelelahan fisik
  6. Gatal-gatal pada kulit
  7. Perut membusung berisi cairan bewarna kunin
  8. Urine bewarna kuning kecoklatan gelap dan tinja bewarna abu-abu
  9. Sulit untuk kosentrasi atau mengingat sesuatu
  10. Gangguan pencernaan
  11. Mudah mengalami pendarahan (biasanya sering terjadi pendarahan gusi)
  12. Rasa nyeri pada otot dan sendi
  13. Muncul pembuluh darah seperti jaring laba - laba pada kulit terutama di bagian perut ketika perut membusung
Perlu dilakukan tes darah untuk memastikan hal gejala tersebut apakah hepatitis C. 

Jika sudah mununjukkan hasil yang positif, penderita dengan mengalami gejala awal sudah dikatakan mengidap penyakit "hepatitis C akut".

Tes lainnya yang dijalankan untuk mendiagnosa penyebaran virus dengan melakukan tes antibodi dan tes PCR (Polymerase Chain Reaction) yang dilakukan 2 minggu sesudah terinfeksi.

Penyebab Hepatitis C

Penularan hepatitis c pada umumnya terjadi dikarenakan penggunaan jarum suntik non-steril, menjalani proses pembuatan tatto, berhubungan badan dan tranfusi darah.

Selain itu, dipengaruhi oleh beberapa faktor berikut ini:
  1. Penyebarannya melalui kontak darah seperti melalui jarum suntik secara bersamaan, tatto, akupuntur
  2. Berhubungan layaknya pasangan yang sudah menikah
  3. Penggunaan alat pribadi yang digunakan secara bersamaan seperti pisau cukur, sikat gigi dan penjepit kuku
  4. Melalui media makanan yang telah terkontaminasi HVC
  5. Buruknya sanitasi
  6. Seorang ibu yang positif menderita hepatitis C dapat menularkan anaknya melalui proses persalinan

Langkah Pengobatan Bagi Penderita Hepatitis C

Sebagai langkah pencegahan awal untuk menghindari seseorang yang sudah terinfeksi hepatitis C akut agar tidak menjadi kronis, banyak hal yang harus menjadi pantangan seperti menghindari meminum obat apapun tanpa berkonsultasi dengan dokter, sesering mungkin melakukan tes laboratorium dengan berkala untuk mengetahui penyebaran aktif virus dan mengukur kadar enzim hati.

Tindakan pengobatan bisanya membutuhkan waktu yang cukup lama hingga benar-benar sembuh. Dokter akan melakukan upaya pencegahan penyebaran virus agar tidak terjadi kerusakan hati lebih parah. 

Senyawa yang digunakan dalam pengobatan hepatitis C antara lain: menggunakan interferon alfa, Ribavirin dan Pegylated interveron alfa. Pengobatan akan dilakukan dengan melihat terlebih dahulu kondisi penyebaran virus hepatitis dalam tubuh.

Pengobatan tradisional yang dapat dilakukan dengan menghambat penyebaran virus dan meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit ini. 

Beberapa tanaman yang berkhasiat untuk tindakan pengobatan hepatitis antara lain:
  1. Gingseng - yang dapat memperbaiki fungsi hati dan mengurangi resiko kerusakan hati yang lebih kronis
  2. Buah mahkota dewa yang sudah kering direbus dengan air hingga mendidih setelah dingin di minum akan membantu meningkatkan daya tahan tubuh dikarenakan pada mahkota dewa memiliki zat saponin, alkaloid, tannin, flavonoid, polifenol,, minyak atsiri, lignin anti bakteri dan virus.
  3. Lada hitam - yang dapat membantu membuang racun yang merusak dalam hati.
Untuk mengkonsumsinya tidak harus sekaligus, memilih diantaranya dan ada baiknya berkonsultasi dengan dokter atau para ahli yang memiliki kemampuan jika itu perlu dilakukan.

Share on Facebook
Share on Whatapps
Share on Line
Tags :

Related : 13 Gejala Hepatitis C dan 6 Penyebab disertai Obatnya

0 komentar: