Gejala penyakit merupakan media kesehatan online terpecaya di Indonesia yang memberikan informasi tentang penyakit dan obatnya serta tips kesehatan.


9 Gejala Hepatitis B dan 6 Penyebab disertai Obatnya

What is hepatitis b?

Hepatitis b adalah suatu penyakit infeksi serius pada organ hati disebabkan oleh virus hepatitis B (HVB).

Kita ketahui bersama organ tubuh pada manusia memiliki peranannya masing-masing yang tak bisa digantikan fungsinya oleh organ lainnya. "Hati" yang memiliki fungsi pada tubuh manusia salah satunya sebagai detoksifikasi artinya sebagai pemecah senyawa racun yang masuk kedalam tubuh melalui makanan, minuman, radikal bebas ataupun hasil dari metabolisme tubuh kita.

Bayangkan apa yang terjadi jika fungsi hati tersebut mengalami gangguan ?

Tentu saja kesehatan tubuh kita secara keseluruhan akan terganggu.

Virus VHB yang menyerang organ hati pada umumnya akan mengakibatkan peradangan hati besifat menahun. Sebagian kecil darinya dapat menyebabkan penyakit lanjutan seperti sirosis hati atau kanker hati.

Beberapa kasus yang sering terjadi, hepatitis B akut dapat berujung pada hepatitis kronis setelah berlangsung dalam waktu 6 bulan.

Hepatitis B juga sering disebut sebagai hepatitis terparah dari jenis lainnya.

Karena perkembangagn virus dapat menyebar begitu cepat menyerang sel hati sehat. Hal ini disebabkan virus hepatitis B dapat mencloning dirinya dalam jumlah banyak dan dapat membentuk sistem pertahanan sendiri. Sehingga, daya tahan tubuh kita tidak mampu membasmi virus.

Berikut ini adalah gambaran sirosis hati:

Sirosis hati (kanker hati) - jaringan parut pada hati
Ketika seseorang terinfeksi HVB, si virus akan membentuk sistem pertahanan diri terlebih dahulu. Kemudian membuat cloning dirinya dalam jumlah banyak.

Fase ini disebut fase inkubasi yang akan berlangsung selama 4 hingga 20 minggu pertama.

Fase ini juga disebut sebagai fase hepatitis B akut tanpa gejala spesifik.

Gambar Ilustrasi Virus Hepatitis B di dalam pembuluh darah
Terkadang, penderita HVB akut tidak akan menyadari bahwa virus HVB tersebut telah berkembang menjadi kronis. Karena gejala awal yang sering hilang timbul biasanya dianggap sebagai penyakit biasa seperti:
  • Mual
  • Panas tinggi
  • Kelelahan fisik dan
  • Kehilangan nafsu makan.

Gejala Hepatitis B 

Setelah proses masa inkubasi selesai antara 30 hingga 90 hari maka penderitanya mulai menunjukkan gejala awal seperti mual, rasa kehilangan nafsu makan, berat badan menurun dan sering demam.

Selanjutnya, memasuki masa 3 hingga 4 bulan, maka akan tampak beberapa gejala lanjutan berikut ini:
  1. Kelelahan fisik sepanjang hari walaupun tidak melakukan aktivitas 
  2. Demam disertai nyeri di bagian persendian dan otot terasa lemah
  3. Nyeri perut dibagian kanan jika ditekan akan merasakan sakit
  4. Sakit kuning (mata terlihat menguning dan warna kulit pucat kekuningan)
  5. Merasakan ngantuk berat terutama di pagi hari
  6. Nafsu makan berkurang disertai berat badan turun drastis selama 3 bulan terakhir
  7. Perut membusung dan terasa penuh
  8. Gangguan sistem pencernaan
  9. Warna urine menjadi kuning pekat dan warna tinja menjadi pucat
Jika terdapat beberapa gejala atau satu diantara muncul menimpa seseorang, segeralah untuk melakukan pemerikasaan diri ke dokter penyakit dalam dan lakukan tes darah lengkap.

Mengapa harus demikian ?

Kebanyakan penderita sering menganggap hal-hal tersebut tidak serius, padahal penyakit hepatitis ini cepat menyebar dan mengganggu fungsi kinerja organ lainnya serta akan membuat sistem pertahanan tubuh setelah masa inkubasi yang berlangsung antara 30 hingga 90 hari. 

Penyebab Hepatitis B

Penularan hepatitis B dapat melalui beberapa faktor infeksi dan non-infeksi, diantaranya:
  1. Ibu hamil dapat menularkan virus HVB pada bayi pada saat berlangsungnya persalinan
  2. Hubungan badan
  3. Penggunaan jarum suntik non steril (termasuk jarum tatto dan tindik)
  4. Kontak langsung dengan cairan tubuh penderita hepatitis B seperti air liur, darah, keringat, spermma, cairan vaggina dan sebagainya
  5. Penggunaan obat -obatan keras
  6. Melalui penggunaan barang pribadi secara bersamaan dengan si penderita, seperti peralatan handuk, sikat gigi, penjepit kuku, pisau cukur dan sebagainya

Langkah Pengobatan Bagi Penderita

Dikutip dari situs Meetdoctor, dr. Hardianto mengatakan, pasien hepatitis B akut yang telah diberikan vaksin hepatitis B, 95% diantaranya akan sembuh sedangkan sisanya dapat menjadi kronis dan perlu pengobatan khusus. Pasien hepatitis B tahap kronis harus melalui tahap pengobatan cukup lama dengan tingkat keberhasilan hanya 40 - 50% saja.

Belum ada penangan khusus untuk mengobati penyakit ini.

Selama ini penanganannya dilakukan dengan menghambat penyebaran dan produksi pertumbuhan virus dan mencegah terjadinya kerusakan organ hati untuk menghindari komplikasi serius dengan cara pemberian antibotik dan menjalani perawatan khusus. Selain itu tindakan pemberian vaksin akan dilakukan kepada penderita.

Sedangkan untuk mengobati hepatitis B secara tradisional dapat menggunakan tumbuhan obat herbal antara lain:
  • Temulawak dan kunyit
  • Sambiloto
  • Daun sukun
  • Rumput mutiara
  • Buah mengkudu
Beberapa jenis tanaman tradisional tersebut berfungsi untuk melindungi organ hati dari zat perusak/racun tubuh yang dapat merusak hati, anti peradangan dan meningkatkan produksi empedu oleh hati serta meningkatkan daya tahan tubuh penderita.

Jika anda memiliki resiko tinggi terjangkit virus Hepatitis B, kami sarankan kepada anda sebaiknya lakukan vaksinisasi terhadap diri anda sesegera mungkin mengingat perkembangan virus ini begitu cepat. Konsultasikan hal ini kepada dokter penyakit dalam di rumah sakit serta lakukan pola hidup sehat.

Share on Facebook
Share on Whatapps
Share on Line
Tags :

Related : 9 Gejala Hepatitis B dan 6 Penyebab disertai Obatnya

0 komentar: