Memberikan informasi tentang gejala penyakit dan tips kesehatan yang bermanfaat lainnya.

Apakah Hepatitis Menular ? Inilah Penjelasan Dari Dokter Ahli

Berdasarkan data diperoleh dari organisasi kesehatan dunia (WHO) tahun 2015 silam, Indonesia masih termasuk sebagai salah satu negara dari 11 negara di kawasan Asia Tenggara dengan jumlah penderita hepatitis terbanyak, sedangkan ranking peringkat dunia menempati urutan ketiga setelah negera China dan India. 

Kemudian, berdasarkan data yang kami kutip dari situs Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan Indonesia (pusdatin.kemkes.go.id) melalui hasil Riskes Badan Litbangkes pada tahun 2013 dengan melakukan analisis sederhana secara diskriptif, bahwa jumlah orang yang diagnosis Hepatitis oleh tenaga kesehatan tahun 2013 menunjukkan angka peningkatan sebanyak 2 kali lipat atau 1,2 % dari jumlah penduduk di Indonesia 248.422.956 juta jiwa atau setara dengan 2,9 juta jiwa lebih penduduk Indonesia mengidap hepatitis jika dibandingkan dengan tahun 2007 lalu hanya sebesar 0,6 %. 

Walaupun belum ada data hasil riset terbaru yang kami dapatkan di tahun 2017 ini, setidaknya kita bertanya “mengapa angka penderita hepatitis dari tahun 2007 ke tahun 2013 cenderung meningkat ?”. dan kenapa begitu tingginya angka penderita hepatitis di negara Indonesia ? Apakah hal ini disebabkan karena hepatitis mudah ditularkan dari orang satu ke orang lain ? Dengan ulasan singkat bersifat deskripsi diperoleh dari sumber terpecaya, kami akan berusaha membahasnya. Simak ulasan berikut ini.

Pengertian Penyakit Hepatitis

Apa itu hepatitis ? Peradangan hati atau dalam istilah kedokteran seringkali kita kenal dengan nama hepatitis merupakan suatu kondisi gangguan kesehatan berupa peradangan atau pembengkakan yang terjadi pada hati akibat adanya faktor infeksi dan non infeksi. 

Hepatitis yang disebabkan oleh faktor infeksi pada umumnya terjadi karena adanya bakteri, amoeba atau virus hepatitis dari jenis A, B, C, D, E, F, G dan H masuk ke dalam tubuh yang kemudian mencari inangnya di sel hati. Sehingga hati tidak dapat bekerja secara normal sebagaimana mestinya untuk menyaring racun di dalam darah.

Baca juga : Perbedaan Hepatitis a b dan c

Sedangkan, hepatitis yang disebabkan oleh faktor non infeksi terjadi akibat dari prilaku hidup kurang sehat, pengaruh minuman keras, obat - obatan terlarang, menggunakan barang pribadi secara bersamaan, pengaruh zat kimia pada makanan, kolesterol tinggi, toxin yang menumpuk akibat gangguan sistem metabolisme tubuh dan sebagainya.

Selain itu dalam kondisi tertentu, kelainan genetik pada diri seseorang juga dapat mengakibatkan hepatitis. Kondisi ini terjadi apabila sistem kekebalan tubuh menyerang sel hati. Istilah medisnya disebut sebagai autoimmune hepatitis. Namun, kasus ini jarang ditemukan. Kebanyakan kasus yang ada disebabkan oleh faktor infeksi dan non infeksi.  

Sulit sekali untuk mengetahui gejala awal hepatitis, karena gejala yang muncul biasanya ditandai dengan flu, kelelahan fisik, gangguan sistem pencernaan dan sebagainya. Seiring dengan sistem kekebalan tubuh meningkat, maka gejala tersebut akan hilang dengan sendirinya. Namun, ketika pertahanan tubuh melemah, penyakit hepatitis akan menunjukkan gejalanya lagi. Sehingga, kebanyakan orang tidak menyadari bahwa dirinya sudah terinfeksi virus hepatitis. 

Kondisi ini jika dibiarkan dalam waktu tertentu, maka akan menimbulkan gejala yang lebih spesifik dan mudah untuk dikenali seperti mengalami nyeri di area perut sebelah kanan, perut membesar, urine bewarna kuning dan sebagainya. Jika ini terjadi, itu bearti penyakit hepatitis yang diderita sudah dapat dikatakan berada dilevel membahayakan dan perlu penanganan khusus dan intensif.

Apakah Hepatitis Menular ?

Seringkali mereka yang telah mengetahui bahwa dirinya mengidap penyakit hepatitis merasa kuatir bahwa dirinya akan menularkan virus hepatities kepada orang - orang terdekatnya. Kemudian dalam kasus lainnya bagi mereka yang dekat dengan si penderita hepatitis merasa takut jika terlalu dekat dengan si penderita karena kuatir akan terlular virus hepatitis, atau ketika seseorang memiliki status hubungan spesial dengan si pasien, akan meimbulkan pertanyaan bagi diri orang tersebut “jangan - jangan aku sudah terinfeksi virus hepatitis ?” Setelah tertular, apa yang harus dilakukan ? Beberapa contoh kasus di atas, seringkali kali terjadi dan menimbulkan sederet pertanyaan. 

Pada dasarnya, penyakit apapun yang disebabkan oleh virus dapat menular dengan cepat melalui beragam macam faktor. Termasuk penyakit hepatitis dapat menular dari satu orang ke orang lainnya melalui berbagai macam cara, diantaranya berhubungan sek*sual, melalui transfusi darah dan cairan tubuh pasien seperti keringat, air liur, air seni dan sebagainya, melalui penggunaan barang milik pribadi secara bersamaan, akibat mengkonsumsi makanan yang telah terkontaminasi virus hepatitis, menggunakan jarum suntik non-steril, bahkan seorang ibu hamil telah dinyatakan positif hepatitis dapat menularkan virus hepatitis kepada si janin dan sebagainya.

Perlu untuk anda ketahui, jenis penyakit hepatitis yang telah teridentifikasi hingga saat ini adalah hepatitis A, B, C, D, E, F, G dan H. Sehingga, cara penularannya pun dapat berbeda - beda, bahkan tindakan pengobatan yang dilakukan pun berbeda pula. Namun, sebagian besar kasus hepatitis yang   sering ditemukan dari jenis A, B dan C. Untuk lebih jelasnya, simak uraian berikut ini.

Hepatitis A

What is hepatitis a ? Penyakit ini disebabkan oleh virus hepatitis type HVA. Virus jenis ini biasanya dapat hinggap ke tubuh seseorang melalui media makanan atau minuman yang telah terkontaminasi virus HAV. Selain itu, penularan hepatitis A melalui :
  • Buruknya sarana sanitasi dan air bersih 
  • Kontak fisik melalui hubungan sek*
  • Mengkonsumsi makanan laut (kerang darah, ikan, dll ) yang tercemar limbah berbahaya
  • Lingkungan kumuh (termasuk toilet kotor dan sebagainya)
Mengkonsumsi makanan dengan cara pengolahannya tidak tepat seperti memasak tidak terlalu matang dan jajan makanan sembarangan yang penjualnya tidak memperhatikan kesehatan ikut turut andil dalam penyebaran virus hepatitis. Tercatat pada tahun 2002 - 2003 pernah terjadi kasus Kejadian Luar Biasa (KLB) penularan virus hepatitis dari kalangan mahasiswa di Kabupaten Jember (data dinas kesehatan jember tahun 2003).

What is hepatitis a ? Penyakit ini disebabkan oleh virus hepatitis type HVA. Virus jenis ini biasanya dapat hinggap ke tubuh seseorang melalui media makanan atau minuman yang telah terkontaminasi virus HAV.
Gambar virus hepatitis A di dalam darah
Seorang dokter spesialis penyakit dalam di RS. Siloam, Kebon Jeruk, Jakarta bernama dr. Hardianto Setiawan Ong, SpPD* mengatakan, “ hepatitis A akut dapat sembuh secara sempurna dan jarang menimbulkan komplikasi apalagi berubah menjadi kronis ”. Beliau juga mengatakan, jika orang telah terkena hepatitis A dan dinyatakan sudah sembuh total, maka ia tidak akan terkena HVA kembali dan akan memiliki kekebalan seumur hidup.

Pada umumnya gejala hepatitis A akan dirasakan 2 minggu atau lebih setelah terinfeksi HVA seperti :
  • Demam ringan disertai nyeri persendian dan otot
  • Mudah kelalahan
  • Kehilangan nafsu makan
  • Kulit dan mata tampak menguning
  • Urine bewarna kuning atau gelap kecoklatan
  • Fases bewarna pucat
  • Mengalami diare
Walaupun penyakit hepatitis A tidak termasuk dalam katagori berbahaya dan dalam beberapa minggu setelah terinfeksi, seorang penderita dapat membuat imunitasnya sendiri seiring dengan pola hidup sehat. Sebagai langkah antisipasi virus ini berkembang, perlu dilakukan tindakan vaksinasi hepatitis A di rumah sakit / puskesmas terhadap penderita. Kemudian, selanjutnya dilakukan pemantauan dengan melakukan tes darah.

Hepatitis B

What is hepatitis b ? hepatitis b adalah infeksi serius pada hati disebabkan oleh virus hepatitis B (HVB). Beberapa kasus yang sering terjadi hepatitis B akut dapat berujung kepada hepatitis kronis setelah berlangsung dalam waktu 6 bulan. Hepatitis B juga sering disebut sebagai hepatitis terparah dari jenis lainnya, karena perkembangagn virusnya begitu cepat menyerang sel hati yang dapat menimbulkan masalah serius bagi hati seperti terjadinya pembengkakan hati, sirosis atau kanker hati dan menimbulkan kerusakan permanen pada hati.

Sirosis hati (kanker hati) - jaringan parut pada hati
Ketika seseorang terinfeksi HVB, si virus akan membentuk sistem pertahanan diri terlebih dahulu, kemudian membuat cloning dirinya dalam jumlah banyak. Fase ini disebut fase inkubasi yang akan berlangsung selama 4 hingga 20 minggu pertama. Fase ini juga disebut sebagai fase hepatitis B akut.

Gambar Ilustrasi Virus Hepatitis B di dalam pembuluh darah
Terkadang, penderita HVB akut tidak akan menyadari bahwa virus HVB tersebut telah berkembang menjadi kronis. Karena gejala awal yang sering hilang timbul biasanya dianggap sebagai penyakit biasa seperti mual, panas tinggi, kelelahan fisik dan kehilangan nafsu makan.

Dikutip dari situs Meetdoctor, dr. Hardianto mengatakan, pasien hepatitis B akut yang telah diberikan vaksin hepatitis B, 95% diantaranya akan sembuh sedangkan sisanya dapat menjadi kronis dan perlu pengobatan khusus.  Pasien hepatitis B tahap kronis harus melalui tahap pengobatan cukup lama dengan tingkat keberhasilan hanya 40 - 50% saja.

Penularan hepatitis B dapat melalui beberapa faktor infeksi dan non-infeksi , diantaranya :
  • Ibu hamil dapat menularkan virus HVB pada bayi pada saat berlangsungnya persalinan
  • Hubungan sek*
  • Penggunaan jarum suntik non steril (termasuk jarum tatto dan tindik)
  • Kontak langsung dengan cairan tubuh penderita hepatitis B seperti air liur, darah, keringat, sper*a, cairan va*ina dan sebagainya
  • Penggunaan obat -obatan keras
  • Melalui penggunaan barang pribadi secara bersamaan dengan si penderita, seperti peralatan handuk, sikat gigi, penjepit kuku, pisau cukur dan sebagainya
Gejala hepatitis B yang dapat dikenali antara lain :
  • Merasakan mual
  • Kelelahan fisik walaupun tidak melakukan aktivitas 
  • Demam disertai nyeri di bagian persendian dan otot terasa lemah
  • Mengalami sakit perut terutama tepat di bawah tulang rusuk bagian kanan (kronis)
  • Sakit kuning (mata terlihat menguning dan warna kulit pucat kekuningan)
  • Merasakan ngantuk berat terutama di pagi hari (gejala awal hepatitis akut)
  • Nafsu makan berkurang disertai berat badan turun drastis selama 3 bulan terakhir
  • Perut membusung dan terasa penuh (kronis
  • Urine bewarna gelap kuning kecoklatan
Jika anda memiliki resiko tinggi terjangkit virus Hepatitis B, kami sarankan kepada anda sebaiknya lakukan vaksinisasi terhadap diri anda sesegera mungkin mengingat perkembangan virus ini begitu cepat. Konsultasikan hal ini kepada dokter penyakit dalam di rumah sakit serta lakukan pola hidup sehat.

Hepatitis C

What is hepatitis c ? hepatitis c adalah infeksi pada organ hati disebabkan oleh virus hepatitis C (HVC). Setelah seseorang terinfeksi virus hepatitis C, butuh waktu 2 hingga 6 minggu bagi si virus untuk menginfeksi organ hati. Fase ini disebut sebagai fase inkubasi bagi si virus.

Sejak 6 bulan pertama ketika seseorang terinfeksi HVC, sekitar 15 - 45 persen penderitanya dapat sembuh secara sempurna dengan pengobatan dan pemberian vaksin. Sedangkan 55 - 85 persen sisanya akan menyimpan virus HVC dalam waktu yang cukup lama di dalam hati penderita dan berujung pada pengerasan hati (sirosis hati) dan kanker hati. Kondisi ini disebut sebagai (hepatitis kronis).

Berikut adalah ilustrasi gambar virus hepatitis C di dalam sel hati yang sedang menginfeksi sel hati dan mengcloning dirinya dalam jumlah besar.

Berikut adalah ilustrasi gambar virus hepatitis C di dalam sel hati yang sedang menginfeksi sel hati dan mengcloning dirinya dalam jumlah besar.

Penularan hepatitis c pada umumnya terjadi dikarenakan penggunaan jarum suntik non-steril, menjalani proses pembuatan tatto, tranfusi darah dan melalui hubungan sek*ual. Selain itu faktor lainnya di bawah ini juga dapat menjadi pemicu untuk terinfeksi virus HVC antara lain :
  • Penggunaan obat - obatan kimia terlarang termasuk nark*tik*
  • Kontak langsung dengan cairan tubuh penderita hepatitis B seperti air liur, darah, keringat, sper*a, cairan va*ina dan sebagainya
  • Melalui penggunaan barang pribadi secara bersamaan dengan si penderita, seperti peralatan handuk, sikat gigi, penjepit kuku, pisau cukur dan sebagainya
  • Ibu hamil dapat menularkan virus HVC pada bayi pada saat berlangsungnya persalinan
  • Makanan yang telah terkontaminasi HVC
Anda tak perlu terlalu kuatir, virus hepatitis C tidak akan menular melalui ASI (Air Susu Ibu), bersalaman dengan penderita maupun berpelukan.
  • Mual dan tidak nafsu makan (akut)
  • Demam disertai nyeri otot dan persendian
  • Urine bewarna kuning kecoklatan
  • Pembengkakan jaringan otot perut dan betis kaki (kronis)
  • Perut membusung berisi cairan bewarna kuning (kronis
  • Kulit mudah memar dengan pori - pori kulit membiru walaupun hanya terbentur ringan
  • Mudah mengalami pendarahan (biasanya sering terjadi pendarahan gusi)
  • Muncul pembuluh darah seperti jaring laba - laba pada kulit terutama di bagian perut ketika perut membusung (kronis)
Penyakit hepatitis C dapat dideteksi melalui pemeriksaan darah lengkap di rumah sakit. Dari pemeriksaan tersebut akan diketahui tingkat penyebaran virus dan level penyakit. Pemberian vaksin HVC biasanya akan dilakukan disertai pemberian obat oleh dokter spesialis berupa Interferon alfa, Pegylated interferon alfa dan Ribavirin guna menghidari penyebaran virus.

Penyakit hepatitis dapat dicegah dengan cara pemberian vaksinasi A, B dan C disertai pola hidup sehat. Jika anda termasuk katagori faktor resiko untuk terjangkit, segeralah untuk melakukan medical check-up lengkap di rumah sakit dan berkonsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam. Walaupun belum ada gejala yang muncul, tapi hal tersebut perlu anda lakukan untuk menghindari resiko penyebaran virus hepatitis semakin meluas.

Sekarang anda sudah mengetahuinya, apakah hepatitis menular atau tidak ? Semoga artikel ini memberikan pengetahuan dan manfaat bagi anda.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Share on Whatapps
Share on BBM
Share on Line
Share on Gmail
Tags :

Related : Apakah Hepatitis Menular ? Inilah Penjelasan Dari Dokter Ahli

0 komentar: