Memberikan informasi tentang gejala penyakit dan tips kesehatan yang bermanfaat lainnya.

Penyakit Osteoporosis, Gejala, Penyebab dan Pencegahan

Penyakit osteoporosis merupakan salah satu penyakit tulang yang terjadi umumnya dikarenakan menurunnya tingkat kepadatan tulang. Sehingga, penyakit ini sering disebut sebagai gangguan kesehatan pengeroposan tulang.

Apa yang dimadsud dengan tulang mengalami keropos ? Kenapa bisa begitu ? Fungsi kalsium atau zat kapur memiliki peran yang sangat penting yang berguna sebagai bahan baku pembentukan tulang. Baik pria dan wanita sebelum memasuki usia 20 tahun, pada usia ini masa pembentukan tulang sangat aktif dan akan mencapai puncak kepadatan tulang pada usia sekitar 20 tahun.

Proses pembentukan tulang ini akan dipengaruhi oleh ragam faktor seperti faktor aktivitas fisik, gizi, genetik dan hormon seseorang. Untuk itulah, masa-masa penting untuk membangun tulang yang kuat di usia tua sangat dipengaruhi pada usia tersebut.

Ketika memasuki usia sekitar 20 tahun, masa pembentukan tulang akan selesai yang selanjutnya tulang akan berhenti tumbuh dan akan mengalami “daur remodelling” yang mana tulang akan mengalami regenerasi dan perubahan secara terus menerus sepanjang hidup.

Jika sudah memasuki usia 20 tahun, ketahui gejala osteoporosis berikut ini. Agar penyakit osteoporosis ini dapat dicegah sedini mungkin.

Proses daur remodelling ini membutuhkan komponen metabolisme yang diperlukan seperti kalsium, vitamin D, fospor, hormon esterogen, hormon calcitonin dan hormon anak parathormon. Jika salah satu diantara beberapa hormon ini tidak tercukupi, lambat laun proses remodelling sepanjang hidup yang dijalani akan terganggu akibatnya, jika sudah memasuki usia lanjut barulah akan merasakan ada gangguan pada kesehatan berupa pengeroposan tulang.

Ketahui Penyebabnya

Secara gambaran umum penyebab dari osteoporosis sudah dipaparkan di atas, dan begitulah prosesnya. Kemudian ada beberapa hal yang lebih spesifik menjadi penyebabnya dan mereka yang sering melakukan beberapa kebiasaan buruk akan meningkatkan faktor resiko terkena penyakit ini. Berikut yang dimadsud ? 
  • Osteoporosis Postmenopausal : Umumnya hanya terjadi pada wanita yang sudah memasuki usia 51 – 75 tahun yang dikarenakan kekurangan hormon esterogen sebagai bahan pembentuk daur remodelling sehingga terganggunya proses pengangkutan kalsium ke dalam tulang. Wanita yang berkulit putih umumnya akan lebih mudah terkena osteoporosis ini dibandingkan dengan wanita berkulit hitam.
  • Osteoporosis Senilis : Kekurangan asupan kalsium pada tulang seiring bertambahnya umur menjadi penyebabnya yang akan mengakibatkan ketidakseimbangan antara pembentukan tulang yang mengalami regenerasi dengan hancurnya komponen pada tulang yang sudah tua. Bagi mereka yang telah memasuki usia 70 tahun ke atas baik pria ataupun wanita sangat rentan terkena.
  • Osteoporosis Sekunder : Kondisi ini terjadi dikarenakan banyak faktor diantaranya adanya kelainan hormonal seseorang terutama hormon tiroid, paratiroid dan andreal, pengaruh obat-obatan jenis tertentu seperti kortikosteroid dan barbiturat. Kemudian bagi seorang perokok atau pecandu alkohol akan rentan terkena osteoporosis skunder.
  • Osteoporosis Juvenil : Kondisi ini belum diketahui secara pasti apa penyebabnya yang dapat terjadi pada orang dewasa bahkan menimpa pada anak-anak. Kemungkinan yang ada dan masih dalam penelitian faktor genetik, hormon dan asupan kadar vitamin ke dalam tubuh menjadi penyebab rapuhnya tulang.
Selain faktor umur yang sudah memasuki usia lanjut, penyakit ini juga akan dipercepat jika beberapa hal kebiasaan buruk sering dilakukan seperti merokok, meminum-minuman beralkohol dan berkarbonat, berprisa (memiliki kandungan pengawet) serta kurangnya aktivitas oleh raga sepanjang hidup.

Kemudian mereka yang memiliki riwayat osteoporosis dalam keluarga, mengidap penyakit menahun seperti ginjal, paru-paru, lambung dan usus, testoteron rendah, bertubuh kurus, aktifitas fisik kurang dan memiliki penyakit asma, rematik serta melakukan diet rendah kalsium turut menjadi faktor resiko terkena osteoporosis.

Penderitanya Lebih Banyak Wanita ?

Dalam tubuh kita yang sehat, kadar kalsium akan selalu dipertahankan dalam batas normal untuk berlangsungnya proses homeostatis kalsium yang merupakan proses untuk menarik kalsium dari sumber makanan yang kemudian dirubah menjadi cairan ekstra sel yang diserap oleh tulang.

Memang demikian, wanita jauh memiliki resiko lebih tinggi terkena penyakit ini jika dibandingkan dengan pria. Hal ini dikarenakan kerangka tulang pada wanita umumnya lebih kecil dan aktivitas fisik wanita pun tak sebesar aktivitas pada pria.

Selain itu, ketika wanita sudah memasuki usia menopause pada usia 50 tahun ke atas produksi hormon esterogen akan berkurang. Setelah kondisi ini terjadi selama kurun waktu 5 – 10 tahun ke depan proses pengeroposan tulang pun terjadi. Tentu saja bagi wanita, hal ini harus diantsipasi dengan tindakan pencegahan.


Berikut Gejalanya

Tulang sangat memiliki perannya untuk menyokong tubuh agar dapat berdiri tegak. Gangguan kesehatan pengeroposan tulang akan mempengaruhi postur tubuh seseorang ketika melakukan aktivitas. Tulang yang keropos akan sangat rentan terhadap benturan ringan sekalipun, misalnya ketika terjatuh dan akibat cedera lainnya.

Resiko terburuknya adalah patah tulang bukanlah halnya tidak mungkin terjadi. Mereka yang mengalami pengeroposan tulang umumnya terjadi pada ruas tulang belakang. Jika kondisi patah tulang terjadi, maka akan mengganggu jaringan saraf di dalamnya yang mengatur pergerakan, bukan tidak mungkin kelumpuhan hingga kematian akan terjadi.

Penderita penyakit ini diawalnya tidak akan merasakan apapun bahwa masa tulangnya sudah berkurang. Hingga pada kondisi tertentu seperti merasakan nyeri dipersendian. Jangan sampai hal yang buruk itu terjadi seperti apa yang sudah dijelaskan di atas. Untuk itu, sebelum terlambat upayan pencegahan dini dan mengenali setiap gejala osteoporosis yang muncul berikut ini :
  • Tinggi badan berkurang : Tak biasa kita mendengar ini, apakah benar bisa ? Yang dimadsud tinggi bada berkurang adalah adanya penurunan fungsi dari tulang belakang sebagai penopang kita dalam menjalankan aktivitas keseharian. Seiring bertambahnya umur bila proses remodelling tidak berjalan sempurna, maka hal ini dapat terjadi.
Aktivitas keseharian selama hidup seperti berjalan, mengangkat beban, bekerja dan kegiatan-kegiatan lainnya akan membuat bantal pada ruas tulang belakang akan mengalami penekanan. Jika aktivitas keseharian tanpa diiringi dengan gaya hidup yang sehat, kondisi ini akan mengganggu kesehatan ruas tulang belakang yang akibatnya dikemudian hari sikap posisi tubuh akan menurun seperti mengalami bungkuk saat berjalan.

Apabila dalam tiga (3) tahun terakhir tinggi badan berkurang (mengalami bungkuk), posisi tubuh tidak tegak sempurna, anda perlulah memeriksakan diri ke dokter yang menangani masalah ini untuk mengetahui kesehatan tulang anda lebih lanjut.
  • Sering merasakan nyeri pada punggung : Tanda ini akan dirasakan ketika penderita menyandang beban yang berat ataupun tidak terlalu berat seperti menyandang tas, membungkuk terlalu lama, berjalan naik tangga ataupun turun tangga dan kegiatan lainnya.

Tindakan Pencegahan 

Pencegahan sebaiknya dilakukan sedini mungkin dikarenakan tulang yang sudah terlanjut tipis dan keropos tidak bisa lagi membentuk tulang yang baru, yang ada hanyalah proses remodelling tulang. Tindakan pencegahan yang paling tepat adalah dilakukan pada saat sebelum memasuki usia 20 tahun dikarenakan sebelum usia tersebut tulang akan membentuk tingkat kepadatan sempurna, jika sudah melewati usia ini namun tulang belum mencapai kepadatan sempurna akan lebih rentan terkena osteoporosis.

Selain itu, berhenti melakukan kebiasaan buruk seperti apa yang sudah dipaparkan di atas adalah salah satu langkah pencegahan yang tepat.

Selanjutnya, selama masa dewasa proses remodelling tulang haruslah berjalan normal dengan memperhatikan kebutuhan asupan apa yang diperlukan oleh tulang seperti makanan yang mengandung kalsium terutama makanan laut dan sayuran hijau yang segar, vitamin D, B6, B12 dan vitamin K, cukup terkena sinar matahari sebelum jam 10.00 pagi hari yang akan membantu merespon pengaktifan penyerapan vitamin D ke tulang paling tidak selama 15 menit dalam sehari dan aktivitas olahraga harus rutin.


Apa Yang Harus Dilakukan Jika Saya Osteoporosis ?

Faktor usia yang sudah memasuki 50 tahun memang tak dapat dihindari. Yang perlu dilakukan adalah tetap menjaga proses remodelling tulang agar tetap berjalan dengan normal. Ketika sudah menunjukan beberapa gejala yang dimadsudkan, bersegeralah untuk melakukan pengecekan dan pemeriksaan.

Pemeriksaan yang biasa dilakukan adalah baik secara fisik maupun dengan menggunakan peralatan modern. Dilakukan secara fisik seperti mengukur tinggi badan apakah posisi berdiri tegak sempurna, memperhatikan berat badan, menekan bagian tertentu dengan ringan untuk mengetahui titik rasa nyeri dan pemeriksaan fisik lainnya.

Kemudian, langkah pengecekan yang dilakukan untuk mengetahui secara pasti tingkat kepadatan tulang biasanya perlu dilakukan rontgen, scan DXA yang bertujuan untuk mengetahui tingkat kepadatan tulang sekaligus mengetahui faktor resiko terburuk apakah tulang akan berkibat patah dan sebagainya.

Setelah dilakukan tahapan ini, barulah ada tindakan pengobatan agar proses remodelling tadi berjalan sedianya normal yang teknisnya akan diberikan oleh dokter ahli dibidangnya.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Share on Whatapps
Share on BBM
Share on Line
Share on Gmail
Tags :

Related : Penyakit Osteoporosis, Gejala, Penyebab dan Pencegahan

0 komentar: