Memberikan informasi tentang gejala penyakit dan tips kesehatan yang bermanfaat lainnya.

Impotensi, Pria Wajib Tahu Gejala Impotensi, Penyebab dan Mengatasinya

Khususnya bagi pria dewasa yang sudah menikah, impotensi menjadi suatu penyakit yang sangat ditakuti, yang mana akan menggangu sekali disaat melakukan hubungan pribadi antar pasangan. Tentu ini akan menjadi permasalahan serius bagi pria dan pasangan dikemudian hari.

Impotensi dalam dunia kedokteran diartikan karena adanya gangguan kesehatan berupa disfungsi ereksi pada P pria. Disfungsi berarti kondisi P yang tidak mengeras secara maksimal, lembek, tidak tahan untuk ON, keluar duluan dan sebagainya. Tak banyak pria yang menyadari ketika gejala awal muncul bahwa ini adalah petanda impotensi.

Dikarenakan ini menyangkut dengan masalah pribadi seseorang, tak jarang ditemui ketika apa yang mereka alami hingga berlanjut pada kondisi impotensi yang serius disebabkan pada awalnya mereka malu mengungkapkan permasalah kesehatan yang dihadapi.

Gejala dan Penyebab

Bahasa lain yang digunakan untuk mengartikan impotensi biasanya digunakan istilah lemah syahwat yang bearti lemah terhadap sesuatu yang diingini, termasuk dalam dengan kebutuhan hasrat manusia. 

Khususnya bagi pria dewasa yang sudah menikah, impotensi menjadi suatu penyakit yang sangat ditakuti. Kenali gejala impotensi, penyebab dan mengatasinya.

Adanya impotensi pada pria menjadi permasalahan yang sangat serius dikarenakan bisa jadi dikemudian hari keharmonisan rumah tangga akan terganggu dikarenakan tidak mampu memberikan kepuasan baik pada pasangan maupun diri sendiri saat berhubungan intim.

Agar kondisi tersebut tidak terjadi pada diri setiap pria, mengenali gejala impotensi dan apa saja yang menjadi faktor penyebab impotensi itu perlu sebagai langkah antisipasi dini. Beberapa tanda dimadsud adalah sebagai berikut :
  • Mengalami Gangguan Ereksi diwaktu Pagi
Pria yang sudah dikatakan dewasa menginjak usia 15 tahun ke atas kondisi ini normalnya pasti terjadi, ini adalah hal yang wajar, menandakan kesehatan reproduksi yang sehat. Kondisi ini terjadi secara alamiah, 



Serangkaian ereksi juga terjadi pada pria dewasa disaat kondisi sedang tidur yang dapat mengalami 4 hingga 5 kali ereksi diwaktu malam dan terkadang jika kandungan hormon testoteron meningkat, mimpi basah pun dialami. Bagi pria yang mengalami gejala impotensi jarang sekali mengalami kondisi tersebut.

  • Durasi Ereksi Hanya Sesaat Saja
Kondisi ini cukup mengganggu apalagi sedang melakukan aktivitas hubungan layaknya pasangan yang sudah menikah dengan pasangan. Padahal untuk menembus V dibutuhkan dorongandalam jangka waktu yang cukup lama dalam hitungan beberapa menit agar mendapatkan kenikmatan pada kedua pasangan.

Kondisi ini dapat terjadi disebabkan oleh beberapa hal antara lain :
  1. Mengkonsumsi makanan dan minuman yang buruk untuk kesehatan reproduksi pria, misalnya meminum munam beralkohol, terlalu sering mengkonsumsi makan yang mengandung kadar gula tinggi, seorang perokok, dan sebagainya.
  2. Seorang perokok akan lebih besar kemungknannya terkena impotensi yang dapat membatasi sirkulasi aliran darah pada bagian private pria
  3. Kandungan testoteron dalam testis yang rendah
  4. Seorang penderita hipertensi, jantung dan diabetes militus atau kencing manis yang akan mengganggu sirkulasi darah
  5. Seorang obesitas
  6. Kondisi stres dan kelelahan yang berlebihan
  7. Petanda adanya prostat
  8. Pernah mengalami operasi pada area pinggul atau pernah cedera pada tulang belakang
  9. Kebiasaan meminum obat-obatan dari jenis tertentu misalnya obat penenang atau anti depresi dan sebagainya
Untuk lebih memastikan apa yang menjadi penyebab dari impotensi yang diderita jika beberapa gejala yang dimadsudkan sudah ada, sebaiknya untuk segera berkonsultasi dengan dokter ahlinya yang menangani masalah ini agar dapat dideteksi sedini mungkin.

Pencegahan dan Pengobatan

Kondisi P yang lemah ditandai dengan loyo, kurang bertenaga, tidak tahan lama dan gejala lainnya, tidak harus serta merta mengkonsumsi jenis obat-obatan tertentu untuk menambah keperkasaan. 

Cara yang seperti ini memungkinkan dua (2) hal, pertama : masalah yang dihadapi P dapat teratasi disaat melakukan hubungan layaknya pasangan yang sudah menikah, kedua : efek dari obat-obatan yang dikonsumsi jika digunakan dalam dosis tertentu atau obat tersebut mengandung bahan kimia berbahaya yang dapat menyebabkan kondisi kesehatan lainnya terganggu, ini yang mesti dihindari. Jika mau meminum obat jenis tertentu, pastikan apa yang diminum sudah ada lisensi khusus misalnya atau ada ahli dibidangnya bahwa obat yang dikonsumsi aman. 

Pria yang sehat tentu tidak akan menginginkan kondisi ini terjadi bukan ? Untuk itu sebagai tindakan pencegahan dan pengobatan alami dapat melakukan beberapa hal berikut ini :
  1. Mengkonsumsi makanan yang baik untuk kesehatan P terutama bagi penderita impotensi yaitu mengkonsumsi kurma, jus wortel, air jahe hangat, sayuran asparagus, memperbanyak bawang putih saat memasak atau mengunyahnya yang akan memperlancar sirkulasi darah dan buah pisang.
  2. Berolahraga dengan teratur diiringi dengan mengkonsumsi makanan sehat yang mengandung protein misalnya dari jenis ikan segar, telur, sayuran dan sebagainya.
  3. Jenis sayuran hijau yang dimadud seperti kubis, sawi, bayam dan daun singkong
  4. Mengkonsumsi jenis buah-buahan tertentu seperti pisang masak, alpukat, delima, strawberry dan semangka serta dari jenis kacang-kacangan.
  5. Meminum air kelapa muda yang masih segar akan membantu memperlancar metabolisme tubuh dan sangat baik untuk nutrisi P pria
  6. Menangani gangguan strees, kelelahan, gelisah perlu diatasi sebelum melakukan aktivitas layaknya pasangan yang sudah menikah dengan pasangan.
Itulah beberapa ulasan yang dapat kami berikan kepada pembaca, ada banyak yang belum dapat dibahas pada artikel ini yang kemudian hari akan selalu kami lengkapi khususnya artikel dengan tema impotensi.


Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Share on Whatapps
Share on BBM
Share on Line
Share on Gmail
Tags :

Related : Impotensi, Pria Wajib Tahu Gejala Impotensi, Penyebab dan Mengatasinya

0 komentar: