Memberikan informasi tentang gejala penyakit dan tips kesehatan yang bermanfaat lainnya.

Apa Yang Membedakan Penyakit Hepatitis A, B dan C ?

Pada artikel sebelumnya kami telah menulis tentang Penyakit Hepatitis A, Hepatitis B dan Hepatitis C. Jika kita membacanya dengan saksama mengenai penyakit tersebut, terlintas tak ada perbedaan untuk mengenali jika seseorang sudah terinfeksi penyakit ini.

Inilah yang dipahami oleh masyarakat pada umumnya, jika seseorang menderita hepatitis jenis A, B dan C, umumnya dikatakan ia mengidap hepatitis yang sama, tanpa melihat jenis virus yang menjadi penyebabnya. Padahal dilihat dari gejala, resiko, penularan, penanganan, pengobatan dan lainnya jelas membedakan ketiganya.

Hepatitis A, hepatitis B dan hepatitis C itu tidak sama, karena berbeda jenis virusnya. Karena itu berbeda pula gejala, resiko, penyebab, penanganan dan obatnya.

Mari kita lihat apa perbedaan dari ketiga hepatitis tersebut jika dilihat dari pengertiannya, gejala penyakit, penyebab, penularan, dan lainnya sebagai berikut :

Pengertian

Secara defenisi hepatitis atau hepatitides adalah penyakit peradangan yang terjadi pada organ hati. Adanya peradangan tersebut disebabkan oleh virus yang masuk ke dalam tubuh seseorang melalui berbagaimacam faktor diantaranya pola hidup yang tidak sehat.

Tak ada yang membedakan jika dilihat dari sisi pengertian untuk ketiga jenis hepatitis tersebut, sama-sama menyerang organ hati. Hanya saja, jenis virus yang menyerangnya berbeda. Hepatitis A, B dan C disebabkan adanya virus jenis hepatitis HAV (Hepatitides A Virus), HBV (Hepatitides B Virus) dan HCV (Hepatitides C Virus).

Gejala Penyakit

Seseorang yang sudah terinfeksi virus ini hingga proses masa inkubasi terjadi, tak banyak yang menyadari bahwa penyakit tersebut sudah berada pada dirinya, walaupun sudah tampak gejala yang muncul.

Dilihat dari gejala awal yang muncul mirip sekali dengan penyakit pada umumnya. Seperti mengalami rasa mual, perut nyeri, kelelahan, hilangnya rasa nafsu makan, dan gejala lainnya yang timbul. Kebanyakan mereka menganggap itu hanya gejala penyakit kelelahan biasa, terkena diare, sakit maag, dan lainnya.

Memang inilah yang menjadi kendala kita untuk mengenali jenis penyakit ini dari sedini mungkin, dikarenakan gejalanya menyerupai penyakit pada umumnya. Adapun gejala umumnya antara lain tanpa melihat jenisnya antara lain :
  1. Kelelahan tanpa melakukan aktivitas berlebih
  2. Merasakan tidak enak badan seperti rasa mual, meriang, diare, sakit diperut terutama bagian kanan yang dianggap maag (perut kembung) dan sakit kepala  
  3. Berat badan akan perlahan turun
  4. Merasakan nyeri atau pegal-pegal pada otot
Dari beberapa gejala hepatitis di atas yang muncul, wajar saja kebanyakan penderita umumnya tak menyangka itu adalah yang cukup berbahaya Dalam kondisi tersebut seseorang sudah dikatakan terkena "hepatitis akut" yang dapat berlangsung dalam hitung minggu hingga beberapa bulan saja. Jika tidak tertangani dengan serius dapat mengakibatkan "hepatitis kronis" dan berlanjut ke gejala yang lebih serius.

Untuk membedakan gejala penyakit yang lebih spesifik dari Hepatitis A, B dan C sebagai berikut :
  • Hepatitis A - Umumnya untuk gejala awal, pada masa inkubasi berlangsung dan setelahnya terlihat sama seperti gejala di atas dan dapat berlangsung dalam hitungan minggu dan beberapa bulan. Beberapa gejala yang terjadi selanjutnya ditandai dengan sakit perut pada bagian kanan, warna urine menguning, mata bagian putih menguning dan perubahan warna faces. Seiring dengan pola hidup yang sehat, berangsur-angsur gejala yang timbul dapat hilang dengan sendirinya hingga antibodi membentuk kekebalan terhadap hepatitis A hingga dikatakan dapat sembuh dengan sendirinya.
  • Hepatitis B - Gejala akut yang muncul sama dengan gejala pada umumnya dan hepatitis A. Resiko penyebaran virus ini cukup cepat dalam waktu 6 bulan pertama setelah terinfeksi. Jika tidak ditangani dalam kondisi akut, penyakit ini akan menjadi hepatitis menahun (kronis) yang berkemungkinan kecil untuk sembuh hingga berujung terjadinya sirosis pada hati atau kanker hati.
  • Hepatitis C - Pada kondisi akut gejala yang muncul mirip dengan hepatitis A dan B. Hingga pada tahapan kronis akan menunjukan ciri-ciri pembengkakan hati yang akan mengalami rasa sakit pada perut bagian kanan, penurunan berat badan secara drastis, sulit berkosentrasi, hingga mengalami pembengkakan pada perut dan kaki serta kondisi kronis lainnya yang ditimbulkan. Hal yang serupa apa yang terjadi pada kondisi kronis hepatitis B, Hepatitis C juga akan berujung terjadinya kanker hati atau mengalami sirosis hati.
Sangat minim pengetahuan kita jika melihat gejala nya untuk mengetahui hepatitis jenis apa yang diderita dengan memperhatikan tanda-tanda yang diberikan oleh tubuh. Untuk menghindari resiko terburuk, uji laboratorium akan sangat memberikan hasil jauh lebih akurat. Sehingga penanganannya pun akan tepat dan cepat sesuai dengan jenis virus yang menginfeksi tubuh.

Penularan

Pada umumnya penyakit yang disebabkan oleh virus akan cepat sekali menular. Manusia adalah salah satu wadah yang baik bagi si virus. Salah satunya, virus dari jenis hepatitis. Di Indonesia, hepatitis dapat dikatakan penyakit yang berbahaya dikarenakan Indonesia menempati posisi ke tiga peringkat dunia penderita hepatitis setelah China dan India.

Untuk mengantisipasi agar kita tidak mengidap penyakit ini, kenali penularan virus hepatitis ini dengan memperhatikan hal-hal berikut :
  • Hepatitis A - Penyebarannya melalui makanan dan air yang sudah terkontaminasi virus ini dikarenakan menjalani hidup yang tidak bersih. Penyebaran lainnya dapat ditemukan pada tinja penderita hepatitis A. Kuncinya adalah hidup bersih.
  • Hepatitis B - Ada beberapa faktor yang menjadi penyabab seseorang menderita hepatitis C diantaranya bersentuhan dengan darah yang sudah terinfeksi, melalui cairan yang ditularkan dari berhubungan layaknya pasangan menikah, penggunaan jarum suntik yang sudah terkontaminasi, digunakan untuk akupuntur, tatto, penggunaan obat - obatan terlarang jenis suntik, menggunakan alat kebersihan pribadi secara bersama-sama seperti penggunaan pisau cukur, sikat gigi, penjepit kuku dan ibu yang menularkan kepada anaknya melalui proses persalinan.
  • Hepatitis C - Penyebarannya sama dengan hepatitis B dan 80% diantaranya akibat adanya transfusi darah dengan penderita.

Cara Mendiagnosa

Untuk mendiagnoasa apakah seseorang sudah terinfeksi virus hepatitis melihat dari gejala yang muncul pada fase awal sangatlah sulit dikarenakan gejala yang mirip dengan penyakit pada umumnya. Jika gejala tak berangsur membaik dalam waktu beberapa hari, sebaiknya melakukan uji laboratorium sebagai sampelnya menggunakan darah.

Dengan begitu hasil yang didapat pasti akurat sekaligus akan mengetahui jenis virus hepatitis pada diri seseorang tersebut. Sehingga langkah pengobatan memiliki kemungkinan besar sembuh total dari penyakit ini. Jika sudah terinfeksi perlu juga melakukan tes antibodi dan tes PCR (Polymerase Chain Reaction) untuk mengetahui perkembangan penyebaran virus dan seberapa kuat daya tahan tubuh penderita.

Seberapa Parah

Jika melihat dari jenis virus yang menginfeksi Hepatitis A dapat sembuh total  dalam waktu 1-2 bulan setelah menunjukan gejala akut dengan melakukan pola hidup sehat dan menjalani pengobatan atau dapat hilang dengan sendirinya seiring dengan daya tahan tubuh meningkat dan tidak memiliki resiko terjadinya sirosis hati atau kanker hati.

Lain halnya dengan hepatitis B dan C, terbilang memiliki resiko yang cukup tinggi terjadinya sirosis hati atau kanker hati. Terlambat saja menangani dalam waktu beberapa bulan akan menjadi penyakit yang kronis sulit terobati hingga menjadi penyakit menahun.

Kemudian dari jenis hepatitis C, 10-20% penderitanya akan mengakibatkan sirosis hati. 5% diantaranya berakibat terjadinya kanker hati sedangkan 85% yang sudah terinfeksi akan menjadi penyakit hepatitis kronis.

Virus dari jenis hepatitis C tergolong dalam salah satu virus berbahaya dikarenakan virus ini memiliki angka mutasi yang cukup tinggi dan memiliki berbagai jenis varian genetik yang hingga saat ini belum ada vaksin yang dapat mencegah infeksi virus hepatitis C.

Penanganan dan pengobatan

Untuk melakukan penanganan dan pengobatan yang tepat, perlu adanya terlebih dahulu dilakukan tes darah di laboratorium untuk memastikan virus hepatitis jenis apa yang menginfeksi.

Penanganan yang dilakukan seperti hepatitis A cukup dengan istirahatkan hati tanpa mengkonsumsi obat-obatan yang tidak dianjurkan dokter, pola hidup sehat, minum obat anti mual dan istirahat yang cukup.

Pastinya untuk mendapatkan pengobatan yang akurat harus berkonsultasi dengan dokter/ahli dibidangnya termasuk menggunakan obat alami/tradisional sekalipun.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Share on Whatapps
Share on BBM
Share on Line
Share on Gmail
Tags :

Related : Apa Yang Membedakan Penyakit Hepatitis A, B dan C ?

0 komentar: