Memberikan informasi tentang gejala penyakit dan tips kesehatan yang bermanfaat lainnya.

10 Anggapan Salah Tentang Penyakit Jantung

Sepertinya sudah menjadi obrolan umum dikalangan masyakarat kita kini yang beranggapan tentang penyakit Jantung. Terkadang anggapan tersebut tanpa disadari kita terima, baik itu informasi yang beredar di tengah masyarakat maupun informasi yang datangnya dari anggota keluarga kita atau informasi yang datang dan masuk ketelinga kita. Diantara anggapan yang beredar luas yang sering terdengar dimasyarakat kita seperti "kalau tangan sering berkeringat" ini menandakan tanda - tanda atau gejala penyakit jantung pada diri seseorang dan ciri - ciri ini patut diwaspadai. Benarkah ?

Kemudian ada lagi, penyakit jantung dapat diturunkan ke anak. Sehingga, apabila orang tua memiliki riwayat penyakit jantung, secara otomatis ada kemungkinan besar penyakit ini akan diturunkan ke si anak. Benarkah demikian ? Nah, untuk menjawab beberapa pertanyaan yang beredar, kami berusaha memberikan jawabannya yang kami ambil dari berbagai sumber yang mengacu kepada dasar ilmu kesehatan.

Inilah beberapa anggapan tentang penyakit Jantung yang selama ini sudah beredar pada masyakarat, bisa jadi benar atau salah, simak penjelasannya informasi berikut ini :

1. Hanya Terjadi Pada Orang Gemuk Saja.
Anggapan ini tidaklah semuanya benar, ketika kita berfikir memiliki tubuh yang gemuk dipastikan akan menderita penyakit Jantung. Walaupun demikian, resiko persentase tinggi menderita penyakit Jantung besar. Seperti yang dilansir dalam situs merdeka.com "Bahwa orang gemuk memiliki tekanan darah yang lebih tinggi, tingkat trigliserida tinggi, dan sindrom metabolisme yang dapat menyebabkan penyakit jantung. Tingkat kolesterol yang lebih dari normal pun juga dapat menjadi pencetus penyakit ini".

"Berat badan berlebih, masalah metabolisme tubuh yang kacau, dan tingginya kolesterol memiliki efek kumulatif yang dapat menyebabkan penyakit jantung," jelas Dr. Meir J. Stampfer dari Harvard School of Public Health. 


2. Hanya Terjadi Pada Usia Lanjut dan Tidak Bisa Terjadi Pada Anak Atau Orang Muda.
Saya sempat terkejut mendengar kabar teman kuliah saya dahulu, ketika 1 tahun setelah menyelesaikan masa studi kuliah, dia dikabarkan meninggal dikarenakan menderita penyakit Jantung diumurnya yang masih muda 23 tahun. Tidak untuk menakuti, kenali penyakit sejak dini begitu penting.


Inilah beberapa anggapan tentang penyakit jantung yang selama ini sudah beredar dimasyarakat, benar atau tidak ?

Penyakit Jantung ini tak mengenal batasan usia, jika pola hidup yang buruk - kebiasaan merokok, pola makan yang kurang sehat mengandung lemak jenuh, kurang aktivitas olahraga, dan kebiasaan buruk lainnya, kemungkinan besar akan datang dengan sendirinya penyakit ini tanpa diundang.

3. Wanita Terbebas Dari Penyakit Jantung.
Jika dilihat dari resiko memang wanita lebih kecil terkena penyakit Jantung sebelum memasuki usia menopause. Namun, setelah menopause, risiko wanita terkena penyakit jantung koroner menjadi sama besar dengan pria.

4. Penyakit Jantung Hanya Satu Macam.
Umumnya yang kita ketahui tentang penyakit Jantung terjadi dikarenakan menumpuknya plak pada pembuluh darah arteri di daerah Jantung, sehingga aliran darah ke Jantung terhenti yang selanjutnya berdampak pada berhentinya aktivitas gerak otot Jantung. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai bahasan ini, kami sarankan anda untuk membaca artikel lainnya yang pernah kami tulis berjudul jenis jenis penyakit jantung.

Namun dalam dunia medis, penyakit Jantung dikenali banyak jenisnya seperti jantung koroner, payah jantung (gagal jantung), jantung rematik, infeksi jantung yang disebabkan oleh virus atau kuman, dan istilah medis lainnya. 

5. Jantungnya Sehat Tak Mungkin Terkena Sakit Jantung.
Jika kita sudah memeriksakan diri yang menunjukan Jantung kita sehat dan tak ada gejala penyakit yang mencurigakan untuk mengidap penyakit Jantung, walaupun demikian, bukan bearti kita sudah bebas terkena penyakit jantung dikemudian hari. Faktor pola makan, tingkat emosional (stres) selama kita menjalani hidup jika tidak terkendali, bisa saja penyakit itu menghampiri.

6. Tidak Ada Hubungan Dengan Serangan Stroke.
Tak sedikit kasus yang telah ditemui dalam dunia kedokteran mengenai hubungan penyakit jantung dan stroke yang mana serangan stroke penyumbatanya berasal dari Jantung. Ada beberapa kemungkinan yang terjadi, misalnya pada masalah yang ada dikatup jantung yang melepaskan butiran bekuan darah, sampah dalam darah kemudian hanyut ke pembuluh darah otak dan tersumbat disana.

Temuan lainnya yang berkemungkinan besar, melemahnya fungsi pemompaan jantung yang dapat dideteksi dari irama dan denyutan, hal ini akan berdampak pada penyaluran darah yang tidak deras, hal inilah yang beresiko menimbulkan serangan stroke.

7. Merupakan Penyakit Keturunan.
Tidak benar adanya. Penyakit jantung disebabkan oleh banyak faktor didalamnya terutama kesalahan pola hidup yang dijalani, misalnya : kebiasaan merokok, tekanan darah tinggi, kegemukan dan faktor lainnya. Walaupun ada kasus penyakit jantung bawaan lahir, itu bukanlah faktor dari keturunan yang penyebabnya adanya kelainan anatomi Jantung pada masa dalam kandungan.

8. Penyakit Yang Tidak Dapat Dicegah.
Penyakit jantung itu akibat, tentu saja dapat dicegah, jika menjalani pola hidup yang sehat tentu hal tersebut tidak akan terjadi. Hal ini ada kaitannya dengan faktor resiko penyakit jantung. Yang mana penyakit jantung dapat terjadi karena faktor keturunan. Terkait dengan masalah ini tidaklah benar. Memang pada dasarnya, mereka yang memiliki riwayat darah tinggi akan diturunkan. Namun, masih dapat dicegah dengan cara pola hidup yang sehat dan tidak mengkonsumsi makanan yang dapat memicu resiko ini tinggi.

9. Disebabkan Karena Dikagetkan
Pemahaman ini sering terdengar pada saat orang tua mengingatkan ke anak-anaknya "jangan bermain kagetan atau jangan mengangget-ngageti", namun tak semua orang tua memiliki pemahaman demikian. Walaupun sering dikagetkan tak bearti aliran darah yang menuju jantung menjadi terhambat, terkecuali jika memang menderita jantung lemah yang kemudian bisa kumat. Kecuali, memang pada dasarnya orang yang bersangkutan telah memiliki riwayat penyakit jantung. Dikarenakan kaget seperti mendengar berita kurang baik, dapat memicu hormon yang mempengaruhi emosional seseorang yang dapat berakibat stress. Kondisi stress ini dapat menjadi penyebab penyempitan pembuluh darah atau tekanan darah menjadi tinggi. Efeknya bisa ke jantung.
 
10. Karena Sering Mengonsumsi Menu Jantung Pisang.
Justeru jantung pisang menjadi sumber makanan yang rendah akan kolesterol sudah dipastikan menyehatkan jika diolah dengan baik dan benar. Bahkan obrolan ini membuat takut mereka yang sedang menderita penyakit jantung. Pasalnya, mereka tak boleh memegang buah jantung pisang ini dikarenakan akan menambah resiko terkena serangan jantung.

Itulah beberapa anggapan yang selama ini kita pahami ada salah dan benarnya juga. Namun, jika kita percaya begitu saja tanpa adanya pengetahuan bisa jadi anggapan ini akan menurun ke anak-anak yang menjadi pemahaman tanpa pengetahuan.  Jika itu benar dari sisi medisnya baiknya tidak kita lakukan untuk menghindari betapa bahayanya bagi kehidupan jika sampai terkena serangan Jantung.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Share on Whatapps
Share on BBM
Share on Line
Share on Gmail
Tags :

Related : 10 Anggapan Salah Tentang Penyakit Jantung

0 komentar: